Martapura, matarakyat.co.id — Pergantian pucuk pimpinan di Polres Banjar membawa harapan baru bagi insan pers di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
AKBP Boni Ariefianto resmi melanjutkan kepemimpinan Polres Banjar setelah AKBP dr. Fadli.
Bersamaan dengan pergantian tersebut, kalangan wartawan berharap komunikasi antara kepolisian dan media ke depan semakin terbuka, cepat, serta tidak dibatasi jarak.
Ketua Forum Jurnalis Banjar (FJB), Fahmi De Musta, mengatakan pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi.
Namun, selama kepemimpinan sebelumnya, pihaknya menerima sejumlah masukan dari wartawan mengenai pola komunikasi dengan pimpinan Polres Banjar.
“Mutasi di luar Polri itu biasa. Namun selama Pak Kapolres Fadli menjabat, ada beberapa catatan yang masuk dari teman-teman media kepada saya,” ujar Fahmi.
Meski demikian, Fahmi memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian Polres Banjar, khususnya dalam penyampaian informasi terkait pengungkapan kasus kriminal kepada masyarakat.
Menurutnya, kecepatan memberikan informasi kepada publik merupakan hal positif yang perlu dipertahankan oleh pimpinan Polres Banjar yang baru.
Di sisi lain, ia berharap hubungan kemitraan antara kepolisian dan media dapat diperkuat melalui komunikasi yang lebih terbuka.
“Yang menjadi perbedaan itu soal keterbukaan. Kami berharap tidak ada jurang pemisah antara wartawan dengan pimpinan,” katanya.
Fahmi menilai pola komunikasi pimpinan kepolisian dengan media dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun hubungan yang sehat antara aparat dan insan pers.
Ia mencontohkan komunikasi yang dinilainya cukup terbuka antara media dengan sejumlah pejabat kepolisian di Kalimantan Selatan.
“Beliau-beliau itu sangat terbuka dengan media. Mau jam berapa pun dihubungi, komunikasinya tetap berjalan baik,” tuturnya.
Karena itu, FJB berharap AKBP Boni Ariefianto dapat membangun pola komunikasi yang lebih dekat dengan wartawan di Kabupaten Banjar.
“Harapan kami sederhana, semoga Kapolres yang baru lebih terbuka, lebih merangkul media, dan membangun komunikasi yang lebih baik,” ucap Fahmi.
Harapan serupa disampaikan wartawan Kabupaten Banjar, Syahrizal.
Ia menilai hubungan yang baik antara kepolisian dan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
“Yang terpenting menurut saya adalah mudah komunikasi antara kawan-kawan media dan pihak Polres, karena sinergitas antara media dan aparat kepolisian sangat penting untuk menunjang kamtibmas di masyarakat,” katanya.
Syahrizal juga mengakui sejumlah capaian positif Polres Banjar selama kepemimpinan AKBP dr. Fadli.
Di antaranya penanganan berbagai perkara kriminal serta perkembangan pembangunan di lingkungan Mapolres Banjar.
Namun, ia menyebut masih terdapat masukan dari sebagian wartawan mengenai komunikasi langsung dengan pimpinan.
Namun, mewakili sebagian kawan-kawan, kami menilai Bapak Fadli masih kurang pendekatannya dengan teman-teman media. Kami merasa masih ada batas antara wartawan dan Kapolres,” ungkapnya.
Memasuki kepemimpinan baru, Syahrizal berharap fungsi hubungan masyarakat Polres Banjar semakin aktif dalam memberikan informasi kepada wartawan, terutama saat terjadi peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang cepat dan transparan tidak hanya menguntungkan media, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Komunikasi yang cepat dan terbuka bukan hanya memperkuat hubungan antara kepolisian dan media, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.
Pergantian Kapolres Banjar kini diharapkan menjadi momentum memperkuat kemitraan antara kepolisian dan pers.
Bukan hanya dalam hal penyampaian informasi, tetapi juga dalam bersama-sama menjaga keamanan serta memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.






