Hadiri Malam Buku Filsafat Perdamaian, Ali Syahbana Serap Gagasan Fahruddin Faiz

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, matarakyat.co.id – Upaya mendorong peningkatan kualitas generasi muda melalui literasi dan pemikiran kritis terus dilakukan tokoh muda asal Kabupaten Banjar, Ali Syahbana.

Hal itu salah satunya diwujudkan dengan menghadiri Malam Buku Filsafat Perdamaian, karya filsuf dan cendekiawan Islam Fahruddin Faiz, di Warung Sastra, Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal karya terbaru Fahruddin Faiz.

Ali juga memanfaatkan momentum itu untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan generasi muda, mulai dari pembentukan karakter, kesadaran diri, hingga pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Ali, pertemuan tersebut memberikan perspektif baru yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan gagasan dan program pemberdayaan pemuda, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Suatu kehormatan bisa berdiskusi langsung dengan sosok yang selama ini menjadi inspirasi dalam dunia filsafat. Banyak pemikiran yang dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk membangun kualitas pemuda di daerah,” ujar Ali.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Pengurus Tani Merdeka Banjar Diminta Aktif Kawal Program Pertanian

Dalam dialog tersebut, Fahruddin Faiz juga memberikan perhatian terhadap pentingnya budaya belajar dan membaca bagi generasi muda.

Ia menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti pada pendidikan formal. Membaca dan memperluas wawasan menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir yang matang serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Belajar adalah kunci hidup. Teruslah membaca, karena dari membaca kita menemukan banyak hikmah. Lanjutkan apa yang sudah dimulai dan jangan pernah berhenti menebarkan kebaikan kepada masyarakat,” pesan Fahruddin Faiz.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Literasi, menurut Ali, tidak sebatas aktivitas membaca buku, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun daya kritis dan kemampuan memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam.

Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mendorong hadirnya ruang-ruang literasi dan diskusi yang dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas diri, sekaligus melahirkan berbagai inisiatif positif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Febrianor Rahman Apresiasi Mahasiswa Gambut yang Suarakan Masalah Pembangunan

Ali berpandangan, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu daerah.

“Pemuda harus memiliki karakter yang kuat, wawasan yang luas dan kemauan untuk terus belajar. Dari situlah gagasan-gagasan baru bisa lahir dan kemudian diwujudkan menjadi gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pertemuan Ali Syahbana dan Fahruddin Faiz diharapkan dapat menjadi pemantik bagi generasi muda Kalimantan Selatan untuk semakin dekat dengan dunia literasi, filsafat dan budaya membaca.

Dengan semakin banyaknya ruang untuk berdiskusi dan bertukar gagasan, generasi muda Banua diharapkan mampu membangun cara berpikir yang kritis, terbuka dan solutif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Berita Terkait

Aisyiyah Banjar Susun Strategi Daerah Kelanjutusiaan untuk Wujudkan Lansia Bermartabat
Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar
Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel
18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak
RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR
PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku
RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:00 WITA

Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar

Kamis, 17 September 2026 - 19:53 WITA

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 11:03 WITA

18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak

Selasa, 15 September 2026 - 23:53 WITA

RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR

Rabu, 9 September 2026 - 21:54 WITA

PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WITA

RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:14 WITA

75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan

Berita Terbaru