Martapura, matarakyat.co.id – Bertambahnya usia tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar.
Hal itu terlihat dari puluhan lanjut usia (lansia) yang mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Aisyah Berdaya Standar Satu di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (28/9/2026).
Dengan mengenakan pakaian rapi, para lansia mengikuti prosesi wisuda dengan penuh antusias.
Senyum dan kebahagiaan terlihat ketika satu per satu peserta menerima tanda kelulusan setelah menjalani proses pembelajaran di Sekolah Lansia Aisyah Berdaya.
Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Nadiyah, mengatakan, sebanyak 52 lansia dari sejumlah cabang mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah hari ini sudah 52 orang yang sudah dari cabang. Mereka belajar ini,” ujar Nadiyah.
Menurut dia, proses pembelajaran Sekolah Lansia Aisyah Berdaya idealnya berlangsung selama 12 bulan. Namun, pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok belajar.
“Pembelajarannya itu seharusnya 12 bulan, paling cepat 10 bulan. Ada beberapa kelompok lansia yang belajarnya setengah bulan sekali, tetapi kalau ingin mempercepat bisa seminggu sekali,” katanya.
Belajar kesehatan hingga keagamaan
Nadiyah menjelaskan, terdapat 12 materi yang diberikan kepada para peserta. Materi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang ekonomi dan keagamaan.
“Yang mereka lakukan itu ada 12 materi. Mereka belajar kesehatan, ekonomi, dan keagamaan,” kata dia.
Khusus materi keagamaan, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada praktik ibadah. Para lansia juga dibekali pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan mental dan semangat dalam menjalani kehidupan sosial.
Nadiyah mengatakan, tujuan program tersebut adalah agar para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesehatan mental dan kehidupan sosial yang baik.
“Yang kami inginkan supaya ibu-ibu itu betul-betul di samping sehat secara fisik, secara mentalnya juga sehat. Semangat keberagamaannya lebih baik,” ujarnya.
Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas. Bahkan, sejumlah peserta disebut telah berusia hampir 80 tahun namun masih mampu mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Yang pasti mereka memenuhi usia, kriteria usia lansia itu 60 tahun. Di sini kelihatannya ada yang usia hampir 80 tahun, Alhamdulillah ibu-ibu itu cukup mengikuti kegiatan sekolah,” tutur Nadiyah.
Terbuka untuk masyarakat umum
Nadiyah juga menegaskan bahwa Sekolah Lansia Aisyah Berdaya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Aisyiyah.
Masyarakat umum yang memenuhi kriteria usia lansia juga dapat mengikuti program tersebut.
“Di sini ibu-ibu yang sekolah lansia itu bukan hanya dari anggota Aisyiyah, tetapi umum sifatnya. Mau anggota Aisyah boleh, yang selain anggota Aisyah juga kami terima,” katanya.
Ia menambahkan, peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti pembelajaran. Pembiayaan kegiatan, termasuk konsumsi, ditanggung oleh masing-masing cabang dengan dukungan yang tersedia.
“Gratis, tidak memungut sedikit pun biaya dari orang-orang yang bersekolah,” ujar Nadiyah.
Didorong tetap mandiri dan berdaya
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Aisyiyah yang dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan lansia.
Menurut Erny, kurikulum Sekolah Lansia Aisyah Berdaya mencakup sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan lansia, mulai dari keagamaan, keterampilan, hingga menjaga kesehatan mental.
“Untuk sekolah ini kurikulumnya terkait dengan pelajaran keagamaan, keterampilan, merawat kesehatan mental, dan hal-hal yang berkenaan dengan kelanjutusiaan,” kata Erny.
Ia berharap para peserta tidak berhenti belajar setelah mengikuti prosesi wisuda. Pengetahuan yang telah diperoleh selama pembelajaran diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
“Untuk para wisudawan diharapkan untuk terus belajar, mengimplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan. Jadi kita harapkan mereka mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Wisuda Sekolah Lansia Aisyah Berdaya mengusung tema “Berdedikasi, Wujudkan Lansia Sehat, Takwa, Mandiri, dan Bermartabat.”
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang bagi para lansia untuk terus belajar, menjaga kesehatan, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kemandirian di tengah keluarga dan masyarakat.
Semangat para peserta menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk terus bergerak dan berkarya. Di usia senja, mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bersosialisasi, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.






