Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 19:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0-{}-0-0#

0-0x0-0-0-{}-0-0#

Martapura, matarakyat.co.id – Bertambahnya usia tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar.

Hal itu terlihat dari puluhan lanjut usia (lansia) yang mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Aisyah Berdaya Standar Satu di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (28/9/2026).

Dengan mengenakan pakaian rapi, para lansia mengikuti prosesi wisuda dengan penuh antusias.

Senyum dan kebahagiaan terlihat ketika satu per satu peserta menerima tanda kelulusan setelah menjalani proses pembelajaran di Sekolah Lansia Aisyah Berdaya.

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Nadiyah, mengatakan, sebanyak 52 lansia dari sejumlah cabang mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah hari ini sudah 52 orang yang sudah dari cabang. Mereka belajar ini,” ujar Nadiyah.

Menurut dia, proses pembelajaran Sekolah Lansia Aisyah Berdaya idealnya berlangsung selama 12 bulan. Namun, pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok belajar.

“Pembelajarannya itu seharusnya 12 bulan, paling cepat 10 bulan. Ada beberapa kelompok lansia yang belajarnya setengah bulan sekali, tetapi kalau ingin mempercepat bisa seminggu sekali,” katanya.

Belajar kesehatan hingga keagamaan

Nadiyah menjelaskan, terdapat 12 materi yang diberikan kepada para peserta. Materi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang ekonomi dan keagamaan.

“Yang mereka lakukan itu ada 12 materi. Mereka belajar kesehatan, ekonomi, dan keagamaan,” kata dia.

Khusus materi keagamaan, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada praktik ibadah. Para lansia juga dibekali pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan mental dan semangat dalam menjalani kehidupan sosial.

Baca Juga :  Lapas Batulicin dan Insan Media Jalin Sinergitas untuk Membangun Kepercayaan Publik

Nadiyah mengatakan, tujuan program tersebut adalah agar para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesehatan mental dan kehidupan sosial yang baik.

“Yang kami inginkan supaya ibu-ibu itu betul-betul di samping sehat secara fisik, secara mentalnya juga sehat. Semangat keberagamaannya lebih baik,” ujarnya.

Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas. Bahkan, sejumlah peserta disebut telah berusia hampir 80 tahun namun masih mampu mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Yang pasti mereka memenuhi usia, kriteria usia lansia itu 60 tahun. Di sini kelihatannya ada yang usia hampir 80 tahun, Alhamdulillah ibu-ibu itu cukup mengikuti kegiatan sekolah,” tutur Nadiyah.

Terbuka untuk masyarakat umum

Nadiyah juga menegaskan bahwa Sekolah Lansia Aisyah Berdaya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Aisyiyah.

Masyarakat umum yang memenuhi kriteria usia lansia juga dapat mengikuti program tersebut.

“Di sini ibu-ibu yang sekolah lansia itu bukan hanya dari anggota Aisyiyah, tetapi umum sifatnya. Mau anggota Aisyah boleh, yang selain anggota Aisyah juga kami terima,” katanya.

Ia menambahkan, peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti pembelajaran. Pembiayaan kegiatan, termasuk konsumsi, ditanggung oleh masing-masing cabang dengan dukungan yang tersedia.

“Gratis, tidak memungut sedikit pun biaya dari orang-orang yang bersekolah,” ujar Nadiyah.

Baca Juga :  Yugo Indra Wicaksi Resmi Pimpin Lapas Karang Intan, Targetkan Predikat WBBM 2026

Didorong tetap mandiri dan berdaya

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Aisyiyah yang dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan lansia.

Menurut Erny, kurikulum Sekolah Lansia Aisyah Berdaya mencakup sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan lansia, mulai dari keagamaan, keterampilan, hingga menjaga kesehatan mental.

“Untuk sekolah ini kurikulumnya terkait dengan pelajaran keagamaan, keterampilan, merawat kesehatan mental, dan hal-hal yang berkenaan dengan kelanjutusiaan,” kata Erny.

Ia berharap para peserta tidak berhenti belajar setelah mengikuti prosesi wisuda. Pengetahuan yang telah diperoleh selama pembelajaran diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

“Untuk para wisudawan diharapkan untuk terus belajar, mengimplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan. Jadi kita harapkan mereka mandiri dan berdaya,” ujarnya.

Wisuda Sekolah Lansia Aisyah Berdaya mengusung tema “Berdedikasi, Wujudkan Lansia Sehat, Takwa, Mandiri, dan Bermartabat.”

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang bagi para lansia untuk terus belajar, menjaga kesehatan, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kemandirian di tengah keluarga dan masyarakat.

Semangat para peserta menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk terus bergerak dan berkarya. Di usia senja, mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bersosialisasi, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.

Berita Terkait

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel
18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak
RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR
PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku
RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital
Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan
Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:00 WITA

Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar

Kamis, 17 September 2026 - 19:53 WITA

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 11:03 WITA

18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak

Selasa, 15 September 2026 - 23:53 WITA

RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR

Rabu, 9 September 2026 - 21:54 WITA

PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WITA

RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:14 WITA

75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan

Berita Terbaru

Pria di Gambut Diamankan Polisi Usai Ancam Warga Pakai Parang. Foto ( Resmob Banjar)

Polres Banjar

Tak Butuh Waktu Lama, Resmob Banjar Bekuk Pelaku Pengancaman di Gambut

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:29 WITA