Martapura, matarakyat.co.id – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banjar menggelar Workshop Penyusunan Strategi Daerah Kelanjutusiaan untuk Mewujudkan Lansia Bermartabat, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan hak-hak lanjut usia (lansia).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (SKPD) terkait, konsultan, fasilitator, serta sejumlah pihak dari tingkat provinsi dan daerah.

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Nadiyah, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memperkuat sinergi antara Aisyiyah dan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mrumuskan strategi kelanjutusiaan.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah bagaimana terjadi sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Daerah dan Aisyiyah. Karena kegiatan ini diinisiasi oleh Aisyiyah, tetapi kami tentu tidak memiliki kewenangan dalam membuat sebuah kebijakan,” ujar Nadiyah.
Menurutnya, workshop tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan konstruktif yang nantinya menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan daerah.
Ia menjelaskan, terdapat tiga hal utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.
Pertama, memperkuat sinergi antara Aisyiyah dengan pemerintah daerah.
Kedua, memberikan masukan konsultatif untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap hak-hak lansia.
“Yang kedua, kegiatan hari ini diharapkan memberikan masukan-masukan konsultatif untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap hak-hak lansia,” katanya.
Sedangkan tujuan ketiga, lanjut Nadiyah, adalah membangun komitmen bersama agar dokumen strategi daerah kelanjutusiaan yang disusun nantinya tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
“Yang ketiga, adanya komitmen bersama agar dokumen strategi ini dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat,” ucapnya.
Namun, Nadiyah menyebut proses penyusunan strategi tersebut belum selesai.
Masih diperlukan satu kali workshop lanjutan untuk menyempurnakan hasil pembahasan, termasuk pengisian sejumlah formulir dan masukan dari peserta.
“Workshop hari ini belum selesai. Insyaallah masih ada satu kali lagi workshop untuk membulatkan dan menyempurnakan rumusan yang sudah dibahas,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan peserta, narasumber dan fasilitator secara penuh menjadi salah satu alasan perlunya workshop lanjutan. Dengan demikian, berbagai masukan yang diberikan dapat dirumuskan secara lebih komprehensif.
Nadiyah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk fasilitasi tempat serta keterlibatan unsur pemerintah provinsi dan daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga berharap apa yang disampaikan para narasumber dan fasilitator dapat menjadi masukan bagi seluruh peserta,” tuturnya.
Menurut Nadiyah, Aisyiyah berharap proses yang dilakukan melalui workshop tersebut dapat menghasilkan sebuah produk strategi yang dapat menjadi pijakan bersama dalam memperhatikan kehidupan dan pemenuhan hak-hak lansia.
Ia mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Aisyiyah untuk mendorong kebijakan kelanjutusiaan yang dimulai dari daerah.
“Keinginan kami sebenarnya berangkat dari lokal, dari daerah. Mungkin jalannya masih panjang, tetapi ini adalah salah satu usaha kami untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Melalui penyusunan strategi daerah kelanjutusiaan tersebut, Aisyiyah berharap perhatian terhadap lansia tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup pemenuhan hak, kemandirian, keberdayaan, perlindungan, serta kehidupan lansia yang bermartabat.






