Martapura,matarakyat.co.id – Pelaksanaan seleksi Nanang Galuh Kabupaten Banjar kembali digelar sebagai upaya mencari duta wisata daerah.
Namun, di tengah besarnya harapan terhadap para finalis, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana program tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata terhadap promosi pariwisata, bukan sekadar menjadi ajang kompetisi tahunan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya menegaskan, pemilihan Nanang Galuh tidak hanya bertujuan memilih putra-putri berprestasi, tetapi juga mencetak generasi muda yang mampu menjadi wajah promosi Kabupaten Banjar di tingkat provinsi hingga nasional.
“Ini bukan sekadar kompetisi. Kami ingin melahirkan putra-putri terbaik yang dapat berprestasi sekaligus ikut mempromosikan potensi wisata, seni, dan budaya Kabupaten Banjar,” ujarnya, Sabtu (4/6/2026) malam.
Menurutnya, para Nanang dan Galuh yang terpilih diharapkan aktif memanfaatkan media sosial dan jejaring yang dimiliki untuk memperkenalkan destinasi wisata daerah kepada masyarakat luas.
Disbudporapar menargetkan sejumlah destinasi unggulan seperti Lok Baintan, Matang Kaladan, Bukit Bintang, serta kawasan wisata religi Kelampayan semakin dikenal publik melalui peran para duta wisata tersebut.
“Kami berharap dengan banyaknya pengikut di media sosial yang dimiliki para finalis, promosi destinasi wisata bisa lebih masif sehingga semakin banyak orang mengenal Kabupaten Banjar,” katanya.
Namun demikian, tantangan terbesar justru berada pada destinasi wisata yang selama ini belum berkembang optimal. Sejumlah objek wisata dinilai masih minim promosi dan belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap para Nanang Galuh juga dapat membantu mengangkat destinasi yang selama ini kurang dikenal, termasuk kawasan wisata yang perkembangannya masih stagnan.
Di sisi lain, Disbudporapar mengungkapkan Kabupaten Banjar saat ini memiliki dua destinasi prioritas hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Yakni Pasar Terapung Lok Baintan sebagai destinasi unggulan nasional dan Kompleks Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kelampayan sebagai salah satu destinasi unggulan Provinsi Kalimantan Selatan.
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai keberhasilan program Nanang Galuh seharusnya dapat diukur melalui peningkatan kunjungan wisatawan maupun berkembangnya destinasi baru, bukan hanya dari pelaksanaan acara tahunan dan aktivitas seremonial.
Saat ditanya mengenai besaran anggaran yang dialokasikan melalui APBD untuk penyelenggaraan seleksi Nanang Galuh tahun ini, pihak Disbudporapar belum menyampaikan angka pasti.
Namun disebutkan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta, termasuk rangkaian kegiatan hingga malam grand final.
Besarnya anggaran tersebut pun menjadi sorotan publik.
Pemerintah daerah dituntut mampu membuktikan bahwa investasi melalui ajang Nanang Galuh benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap promosi pariwisata.
Peningkatan kunjungan wisatawan, serta penguatan citra Kabupaten Banjar sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Selatan.






