Teror Begal Payudara Hantui Perempuan di Banjar, DPRD Kalsel Minta Polisi Bergerak Cepat

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Aksi begal payudara yang meresahkan warga kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banjar.

Pelaku yang hingga kini belum berhasil ditangkap disebut masih berkeliaran dan menebar ketakutan, terutama bagi kaum perempuan yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Kekhawatiran semakin dirasakan warga karena sejumlah perempuan harus tetap berangkat bekerja, berjualan di pasar, maupun menjalankan aktivitas lainnya saat kondisi jalan masih sepi.

Situasi ini membuat masyarakat merasa waswas dan berharap aparat kepolisian segera mengakhiri teror yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Mukarammah, menyatakan keprihatinannya atas kasus yang terus menghantui masyarakat.

Ia mengimbau perempuan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan.

“Kita mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya perempuan. Jangan sampai lengah ketika berada di jalan, terutama saat malam atau dini hari,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, peran keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi perempuan dan anak-anak dari potensi tindak kejahatan.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir di Aranio, Danpos Kodim 1006/Banjar dan BPBD Evakuasi Warga

Ia meminta keluarga tidak membiarkan anggota keluarganya bepergian sendirian pada waktu-waktu yang dianggap rawan.

“Yang paling penting adalah menjaga keluarga. Kalau ada anak atau perempuan yang harus keluar rumah pada malam atau dini hari, sebaiknya jangan sendirian. Jika memungkinkan, harus ada yang mengantar atau menemani,” katanya.

Ia juga menilai berbagai upaya pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja pada malam hari perlu diperkuat.

Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan risiko terjadinya tindak kriminal maupun pelecehan seksual di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut, Mukarammah menilai perilaku pelaku begal payudara tidak bisa dianggap sebagai tindakan iseng semata.

Menurutnya, aksi yang dilakukan berulang kali terhadap perempuan menunjukkan adanya perilaku menyimpang yang harus segera ditangani.

“Ini bukan tindakan yang bisa dianggap biasa. Perbuatannya sudah meresahkan masyarakat dan membuat perempuan takut beraktivitas. Karena itu pelaku harus segera ditangkap agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Prabowo Beri Arahan, Kodam XXII/Tambun Bungai Gerak Cepat Tangani Karhutla

Di sisi lain, ia mendesak aparat kepolisian agar lebih cepat dan serius dalam mengusut kasus tersebut. Dia khawatir jumlah korban akan terus bertambah apabila pelaku dibiarkan bebas berkeliaran.

“Kami berharap aparat bergerak lebih cepat. Banyak warga yang harus berangkat kerja sebelum subuh atau pergi ke pasar saat jalan masih sepi. Mereka menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban,” ungkap salah seorang warga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama di kawasan yang pernah dilaporkan menjadi lokasi aksi pelaku.

Masyarakat diminta tidak ragu membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi maupun bukti yang dapat mendukung pengungkapan kasus.

Hingga kini, teror begal payudara masih menjadi ancaman bagi perempuan di Kabupaten Banjar.

Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya sebelum kembali memakan korban serta memperpanjang rasa takut yang telah menyelimuti warga.

Berita Terkait

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel
18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak
RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR
PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku
RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital
Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan
Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:53 WITA

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 11:03 WITA

18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak

Selasa, 15 September 2026 - 23:53 WITA

RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR

Rabu, 9 September 2026 - 21:54 WITA

PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WITA

RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:14 WITA

75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Berita Terbaru