Martapura,matarakyat.co.id – Aksi pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pelaku begal payudara kini menghantui warga Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Dalam beberapa waktu terakhir, laporan serupa terus bermunculan dan menimbulkan rasa takut, terutama bagi perempuan yang beraktivitas di ruang publik.
Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I, H. Muhammad Rofiqi.
Menurutnya, aksi tersebut bukan sekadar kenakalan jalanan, melainkan tindak amoral yang dapat meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.
Rofiqi menegaskan, aparat penegak hukum harus bergerak cepat untuk mengungkap pelaku dan memberikan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
Ia menilai, rasa aman masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh aksi pelecehan yang terus berulang.
“Ini sangat meresahkan masyarakat. Tindakan amoral seperti ini harus segera ditangani bersama. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas namun tetap terukur dalam menangani kasus ini,” tegas Rofiqi.
Selain penindakan hukum, ia juga mendorong langkah pencegahan dengan memperkuat sistem keamanan di titik-titik rawan.
Menurutnya, minimnya penerangan jalan dan kurangnya pengawasan menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Rofiqi mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan yang lebih memadai serta pemanfaatan teknologi pengawasan berupa CCTV di sejumlah kawasan yang dianggap rawan kejahatan dan pelecehan seksual.
Tak hanya itu, ia juga meminta lembaga perlindungan perempuan dan anak untuk lebih aktif mendampingi korban. Banyak korban, kata dia, memilih bungkam karena trauma, takut, atau enggan melapor.
Karena itu, pendekatan jemput bola dinilai penting agar para korban mendapatkan perlindungan hukum dan pemulihan psikologis yang layak.
Rofiqi menduga pelaku yang beraksi bisa jadi merupakan orang yang sama dan melakukan aksinya secara berulang.
Karena itu, ia berharap aparat segera mengungkap identitas pelaku dan memberikan hukuman yang dapat menimbulkan efek jera.
Maraknya dugaan kasus begal payudara ini menjadi alarm bagi seluruh pihak.
Masyarakat kini menanti langkah cepat aparat untuk mengembalikan rasa aman di jalanan dan memastikan ruang publik tetap menjadi tempat yang aman bagi semua warga, khususnya perempuan.






