Anggaran Rp300 Juta, Seberapa Efektif Nanang Galuh Promosikan Wisata Banjar?

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 13:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id – Pelaksanaan seleksi Nanang Galuh Kabupaten Banjar kembali digelar sebagai upaya mencari duta wisata daerah.

Namun, di tengah besarnya harapan terhadap para finalis, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana program tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata terhadap promosi pariwisata, bukan sekadar menjadi ajang kompetisi tahunan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya menegaskan, pemilihan Nanang Galuh tidak hanya bertujuan memilih putra-putri berprestasi, tetapi juga mencetak generasi muda yang mampu menjadi wajah promosi Kabupaten Banjar di tingkat provinsi hingga nasional.

“Ini bukan sekadar kompetisi. Kami ingin melahirkan putra-putri terbaik yang dapat berprestasi sekaligus ikut mempromosikan potensi wisata, seni, dan budaya Kabupaten Banjar,” ujarnya, Sabtu (4/6/2026) malam.

Menurutnya, para Nanang dan Galuh yang terpilih diharapkan aktif memanfaatkan media sosial dan jejaring yang dimiliki untuk memperkenalkan destinasi wisata daerah kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Tak Sekadar Ajang Kecantikan, Nanang Galuh Banjar 2026 Dipacu Jadi Motor Promosi Wisata dan Budaya

Disbudporapar menargetkan sejumlah destinasi unggulan seperti Lok Baintan, Matang Kaladan, Bukit Bintang, serta kawasan wisata religi Kelampayan semakin dikenal publik melalui peran para duta wisata tersebut.

“Kami berharap dengan banyaknya pengikut di media sosial yang dimiliki para finalis, promosi destinasi wisata bisa lebih masif sehingga semakin banyak orang mengenal Kabupaten Banjar,” katanya.

Namun demikian, tantangan terbesar justru berada pada destinasi wisata yang selama ini belum berkembang optimal. Sejumlah objek wisata dinilai masih minim promosi dan belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan.

Pemerintah Kabupaten Banjar berharap para Nanang Galuh juga dapat membantu mengangkat destinasi yang selama ini kurang dikenal, termasuk kawasan wisata yang perkembangannya masih stagnan.

Di sisi lain, Disbudporapar mengungkapkan Kabupaten Banjar saat ini memiliki dua destinasi prioritas hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Yakni Pasar Terapung Lok Baintan sebagai destinasi unggulan nasional dan Kompleks Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kelampayan sebagai salah satu destinasi unggulan Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Tiga Kandidat Resmi Daftar Ketua KNPI Kabupaten Banjar, Nama Muhammad Nor Husain Curi Perhatian

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai keberhasilan program Nanang Galuh seharusnya dapat diukur melalui peningkatan kunjungan wisatawan maupun berkembangnya destinasi baru, bukan hanya dari pelaksanaan acara tahunan dan aktivitas seremonial.

Saat ditanya mengenai besaran anggaran yang dialokasikan melalui APBD untuk penyelenggaraan seleksi Nanang Galuh tahun ini, pihak Disbudporapar belum menyampaikan angka pasti.

Namun disebutkan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta, termasuk rangkaian kegiatan hingga malam grand final.

Besarnya anggaran tersebut pun menjadi sorotan publik.

Pemerintah daerah dituntut mampu membuktikan bahwa investasi melalui ajang Nanang Galuh benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap promosi pariwisata.

Peningkatan kunjungan wisatawan, serta penguatan citra Kabupaten Banjar sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Selatan.

Berita Terkait

Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat
Prabowo Beri Arahan, Kodam XXII/Tambun Bungai Gerak Cepat Tangani Karhutla
KSAL Tinjau Karhutla Banjarbaru: Kondisi Kalsel Tak Separah yang Beredar di Medsos
Hadiri Malam Buku Filsafat Perdamaian, Ali Syahbana Serap Gagasan Fahruddin Faiz
RAKAT Perkuat Pengabdian di Momen HUT ke-81 RI
PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus
PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’
Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:04 WITA

Prabowo Beri Arahan, Kodam XXII/Tambun Bungai Gerak Cepat Tangani Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:43 WITA

KSAL Tinjau Karhutla Banjarbaru: Kondisi Kalsel Tak Separah yang Beredar di Medsos

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:49 WITA

Hadiri Malam Buku Filsafat Perdamaian, Ali Syahbana Serap Gagasan Fahruddin Faiz

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:45 WITA

RAKAT Perkuat Pengabdian di Momen HUT ke-81 RI

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:06 WITA

PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42 WITA

PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:51 WITA

Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar

Berita Terbaru