DPRD Banjar Dorong Strategi Pencegahan Karhutla, Jangan Hanya Bergerak Saat Api Muncul

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 16:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar dinilai perlu diperkuat dari sisi pencegahan.

Pemerintah daerah didorong tidak hanya fokus memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian DPRD Kabupaten Banjar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi IV bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan lintas sektor, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut membahas evaluasi penanganan karhutla sekaligus dampak musim kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin, mengapresiasi upaya pemerintah dan berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Menurutnya, pengerahan personel dan pemadaman titik api memang penting. Namun, langkah tersebut perlu diimbangi dengan strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

“Yang perlu kita bangun sekarang bukan hanya bagaimana api cepat dipadamkan, tetapi bagaimana kejadian itu bisa dicegah sedini mungkin. Karena kalau setiap tahun kita hanya bergerak ketika sudah ada kebakaran, pola seperti ini akan terus berulang,” kata Amiruddin.

Ia meminta pemerintah daerah menyusun roadmap penanganan karhutla yang dapat menjadi acuan dalam menghadapi ancaman kebakaran dari tahun ke tahun.

Roadmap tersebut, kata dia, dapat mencakup pemetaan kawasan rawan karhutla, peningkatan mitigasi, kesiapan personel, hingga pemenuhan kebutuhan armada dan peralatan pemadaman.

Baca Juga :  RPJMD Banjar 2025-2029 Soroti UMKM, Layanan Dasar, dan Mitigasi Bencana

Dengan adanya perencanaan jangka panjang, evaluasi penanganan karhutla pada tahun berjalan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat menjadi bahan penyusunan strategi untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.

“Harus ada pola yang terukur dan berkelanjutan. Evaluasi penanganan tahun ini harus menjadi dasar untuk menyusun langkah pencegahan pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Keterbatasan Personel dan Armada Jadi Perhatian

Dalam RDP tersebut, DPRD juga menyoroti keterbatasan sumber daya yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.

Luas wilayah Kabupaten Banjar serta banyaknya kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran membuat kebutuhan personel dan sarana pendukung menjadi semakin penting.

Di tengah keterbatasan tersebut, keberadaan relawan pemadam kebakaran dan damkar swasta dinilai memiliki peran strategis dalam membantu penanganan di lapangan.

Amiruddin mengatakan keterlibatan masyarakat selama ini turut meringankan beban pemerintah ketika terjadi kebakaran.

“Kalau kekuatan damkar swasta dan swadaya masyarakat tidak ada, tentu beban pemerintah akan jauh lebih berat. Karena itu, potensi yang sudah ada ini harus terus diperkuat dan dibangun koordinasinya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung peran damkar swasta yang berada dalam koordinasi Buser 690 serta bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, damkar swasta dan relawan perlu terus dipertahankan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengesampingkan kebutuhan untuk memperkuat kapasitas lembaga penanggulangan bencana.

Baca Juga :  DPRD Banjar Desak Inspektorat Periksa Proyek Taman CBS Martapura

“Relawan itu merupakan support system yang sangat membantu. Tetapi pemerintah tetap harus memperkuat personel, armada dan fasilitasnya sendiri,” tegas Amiruddin.

Perkuat Satu Komando di Lapangan

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Banjar tetap memiliki peran sebagai leading sector dalam pengendalian bencana dan pengelolaan posko.

Sementara unsur damkar swasta maupun relawan berfungsi sebagai kekuatan pendukung yang membantu pengerahan personel dan armada menuju lokasi kebakaran.

DPRD menilai pola koordinasi tersebut perlu diperkuat agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak berdasarkan satu sistem komando.

“Komando tetap harus jelas. BPBD sebagai leading sector, kemudian seluruh unsur pendukung bergerak dalam satu koordinasi. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat dan efektif,” ujar Amiruddin.

DPRD Kabupaten Banjar berharap evaluasi penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada jumlah titik api maupun keberhasilan memadamkan kebakaran.

Pemerintah daerah juga diminta menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar memperkuat sistem pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan serta menghitung kebutuhan personel dan peralatan secara lebih terencana.

Dengan strategi tersebut, penanganan karhutla di Kabupaten Banjar diharapkan tidak lagi sebatas mengejar api setelah kebakaran terjadi, tetapi mampu menekan risiko sejak potensi kebakaran mulai terdeteksi.

Berita Terkait

Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid
Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap
12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga
Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690
Percepat Pemadaman Karhutla, Relawan Damkar Banjar Dapat Kemudahan Akses BBM
DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap
Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran
RAPBD Banjar 2027 Diarahkan Lebih Tepat Sasaran, Belanja Daerah Diminta Beri Dampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:14 WITA

Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid

Rabu, 16 September 2026 - 08:34 WITA

Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap

Selasa, 15 September 2026 - 08:53 WITA

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga

Senin, 14 September 2026 - 19:18 WITA

Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690

Sabtu, 12 September 2026 - 14:17 WITA

Percepat Pemadaman Karhutla, Relawan Damkar Banjar Dapat Kemudahan Akses BBM

Rabu, 9 September 2026 - 08:50 WITA

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WITA

Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 21:12 WITA

RAPBD Banjar 2027 Diarahkan Lebih Tepat Sasaran, Belanja Daerah Diminta Beri Dampak ke Masyarakat

Berita Terbaru