Martapura, matarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat dukungan terhadap para relawan pemadam kebakaran swasta yang selama ini berada di garis depan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran permukiman.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 350 alat pelindung diri (APD) kepada pemadam kebakaran swasta di bawah naungan Buser 690 Banjar, Senin (14/9/2026).
Selain perlengkapan keselamatan, Pemkab Banjar juga memberikan dukungan operasional berupa bantuan BBM senilai Rp50 juta yang bersumber dari dana CSR PT Baramarta.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, bantuan APD diberikan untuk meningkatkan perlindungan terhadap relawan ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Pada kesempatan ini kami memberikan bantuan APD agar perlindungan diri seluruh relawan dalam menghadapi karhutla maupun kebakaran lainnya bisa dilakukan dengan baik, sehingga keselamatan anggota relawan di bawah Buser 690 tetap terjaga,” kata Saidi.
Menurut Saidi, keberadaan relawan memiliki peran penting dalam penanganan kebakaran.
Karena itu, pemerintah daerah meminta jajaran terkait terus membangun koordinasi dengan Buser 690, terutama dalam merespons kejadian yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Banjar masih berupaya mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami tetap mengikhtiarkan melalui pemerintah daerah agar dukungan pemerintah pusat juga bisa hadir untuk Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Relawan Masih Kekurangan Peralatan
Ketua Buser 690 Banjar M Hasan Hamdan mengapresiasi respons Pemkab Banjar terhadap kebutuhan para relawan.
Hasan mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menyampaikan kondisi dan kebutuhan relawan melalui sebuah video yang kemudian mendapat perhatian Bupati Banjar.
“Pak Bupati setelah video itu naik langsung menelepon kami dan menyampaikan adanya bantuan dari pemerintah daerah,” ungkap Hasan.
Meski telah mendapatkan tambahan APD dan dukungan BBM, Hasan menyebut persoalan peralatan pemadam masih menjadi tantangan di lapangan.
Salah satu kebutuhan yang dinilai cukup mendesak adalah selang pemadam, terutama ketika relawan harus menangani kebakaran di lokasi yang jauh dari sumber air atau permukiman.
Menurut Hasan, idealnya satu unit kendaraan pemadam memiliki sekitar 10 roll selang. Namun, sebagian relawan saat ini hanya memiliki sekitar empat hingga lima roll.
Kondisi tersebut membuat jangkauan pemadaman menjadi terbatas. Bahkan, untuk mencapai titik api yang cukup jauh, kebutuhan selang dapat meningkat hingga 12–14 roll.
“Itu yang menjadi kendala kami di lapangan. Kalau satu unit memiliki 10 roll selang, insya Allah sudah cukup untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Hasan berharap dukungan terhadap relawan tidak berhenti pada bantuan kali ini.
Ia mendorong adanya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, dunia usaha melalui program CSR, serta pihak lainnya agar kelengkapan operasional pemadam semakin memadai.
Bagi para relawan, kelengkapan peralatan bukan hanya menyangkut efektivitas pemadaman, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan mereka ketika harus berhadapan dengan kobaran api di lapangan.






