BPBD Banjar Catat Puluhan Bencana Alam dan Nonalam Sepanjang Januari-Juli 2026

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat puluhan kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kabupaten Banjar per 31 Juli 2026, berbagai jenis bencana terjadi, mulai dari angin puting beliung, tanah longsor hingga banjir.

Untuk bencana angin puting beliung, tercatat sebanyak 30 kejadian yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bencana tersebut berdampak terhadap 33 desa atau kelurahan, dengan total 154 kepala keluarga dan 517 jiwa terdampak.

Kecamatan yang tercatat mengalami kejadian di antaranya Sungai Tabuk, Martapura Barat, Aluh-Aluh, Gambut, Tatah Makmur, Cintapuri Darussalam, Mataraman, Martapura Timur hingga Astambul.

Sementara itu, bencana banjir menjadi salah satu kejadian dengan dampak cukup luas. Data BPBD mencatat sebanyak 133 desa/kelurahan terdampak di 12 kecamatan.

Jumlah rumah yang tercatat terdampak atau terendam mencapai 35.931 unit, dengan 141.527 jiwa terdampak.

Kecamatan Sungai Tabuk menjadi salah satu wilayah dengan dampak besar, dengan ribuan rumah dan puluhan ribu warga terdampak.

Selain itu, dampak banjir juga tercatat di Martapura, Astambul, Martapura Barat, Martapura Timur, Cintapuri Darussalam dan sejumlah wilayah lainnya.

Kepala BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, penanganan terhadap masyarakat yang terdampak bencana terus dilakukan bersama unsur terkait.

Menurut dia, BPBD tidak hanya melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak, tetapi juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang membutuhkan.

Sejumlah desa yang terdampak dalam berbagai kejadian bencana tercatat telah mendapatkan bantuan logistik dari BPBD.

Data tersebut antara lain mencatat bantuan telah diberikan kepada desa-desa terdampak di wilayah Sungai Tabuk, Martapura Barat, Aluh-Aluh, Tatah Makmur dan sejumlah kecamatan lainnya.

Wasis Nugraha menegaskan, masyarakat di daerah rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi maupun kondisi cuaca ekstrem.

Selain banjir dan angin puting beliung, BPBD juga mencatat sejumlah kejadian tanah longsor. Salah satunya terjadi di Desa Sungai Langsat, Kabupaten Banjar.

Longsor dipicu curah hujan cukup deras dan berdampak terhadap akses jalan kabupaten yang menghubungkan antarkecamatan dan antardesa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kondisi jalan menjadi licin akibat material longsor.

Kejadian longsor lainnya tercatat di Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, pada Juli 2026.

Peristiwa tersebut berdampak terhadap lima rumah, tujuh kepala keluarga dan 20 jiwa.

BPBD Kabupaten Banjar terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak bencana.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi bencana maupun kondisi darurat di lapangan.

BPBD Banjar Catat Puluhan Bencana Sepanjang Januari-Juli 2026, Banjir Berdampak ke 141 Ribu Jiwa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat puluhan kejadian bencana sepanjang Januari hingga 31 Juli 2026.

Baca Juga :  Bupati Banjar Salurkan Hibah 2026, Perkuat Peran Lembaga Keagamaan

Bencana yang terjadi meliputi banjir, angin puting beliung, tanah longsor, hingga sejumlah bencana nonalam.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kabupaten Banjar per 31 Juli 2026, banjir menjadi salah satu bencana dengan dampak paling luas. Tercatat sebanyak 133 desa dan kelurahan di 12 kecamatan terdampak banjir.

Jumlah rumah yang terdampak atau terendam mencapai 35.931 unit, sedangkan warga yang terdampak tercatat sebanyak 141.527 jiwa.

Kecamatan Sungai Tabuk menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar. Ribuan rumah dan puluhan ribu warga di wilayah tersebut tercatat terdampak banjir.

Dampak serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Martapura, Astambul, Martapura Barat, Martapura Timur, dan Cintapuri Darussalam.

Selain banjir, BPBD mencatat 30 kejadian angin puting beliung yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bencana tersebut berdampak terhadap 33 desa atau kelurahan, dengan 154 kepala keluarga (KK) dan 517 jiwa terdampak.

Kejadian angin puting beliung tercatat antara lain di Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Barat, Aluh-Aluh, Gambut, Tatah Makmur, Cintapuri Darussalam, Mataraman, Martapura Timur, hingga Astambul.

Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak bencana bersama unsur terkait.

“Penanganan terus kami lakukan, termasuk pendataan wilayah terdampak dan penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Wasis.

Menurutnya, bantuan logistik telah disalurkan ke sejumlah desa yang terdampak bencana, di antaranya di wilayah Sungai Tabuk, Martapura Barat, Aluh-Aluh, Tatah Makmur, serta sejumlah kecamatan lainnya.

Wasis juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi maupun saat terjadi cuaca ekstrem.

Sejumlah Wilayah Terdampak Longsor

BPBD Kabupaten Banjar juga mencatat sejumlah kejadian tanah longsor sepanjang periode tersebut.

Salah satunya terjadi di Desa Sungai Langsat. Longsor dipicu hujan dengan intensitas cukup deras dan berdampak terhadap akses jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah kecamatan dan desa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, material longsor membuat permukaan jalan menjadi licin dan mengganggu akses pengguna jalan.

Kejadian serupa juga tercatat di Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, pada Juli 2026. Longsor tersebut berdampak terhadap lima rumah, tujuh KK, dan 20 jiwa.

Enam Orang Tercatat Meninggal dalam Kejadian Tenggelam

Selain bencana alam, BPBD Banjar juga mencatat sejumlah kejadian yang masuk dalam kategori bencana nonalam.

Data hingga 31 Juli 2026 meliputi orang tenggelam, pohon tumbang, rumah ambruk atau roboh, serta kebakaran permukiman.

Untuk kejadian orang tenggelam, tercatat enam peristiwa dengan total enam korban jiwa.

Kejadian tersebut tersebar di Kecamatan Martapura Timur, Aluh-Aluh, Mataraman, Tatah Makmur, Martapura, dan Beruntung Baru.

Baca Juga :  Sembilan Finalis Siap Unjuk Kemampuan di Puncak Festival Becatuk Dauh 2026

Salah satu peristiwa terjadi di Sungai Martapura, kawasan Jembatan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, pada 13 Januari 2026.

Korban, Muhammad Ilham Fikri (16), dilaporkan tenggelam setelah berenang bersama sejumlah temannya dengan melompat dari jembatan.

Korban sempat terlihat berenang menuju tepian sungai sebelum akhirnya tidak terlihat kembali.

Peristiwa tenggelam lainnya terjadi di kawasan Komplek Berlian Permai, Desa Tungkaran, pada 28 April 2026. Korban diketahui bernama Azizah Putriana dan berusia 11 tahun.

Sementara pada 22 Juni 2026, seorang remaja bernama Lutfi, 15 tahun, dilaporkan tenggelam di Danau Biru.

Saat laporan diterima Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banjar, korban telah hilang sekitar empat jam dan belum ditemukan di permukaan.

Proses pencarian melibatkan Basarnas Banjarmasin, DPKP Banjar Sektor Gambut, Water Rescue, serta sejumlah relawan.

Kebakaran Permukiman Berdampak 281 Jiwa

Kebakaran permukiman menjadi salah satu kejadian nonalam dengan dampak cukup besar. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPBD mencatat 25 kejadian kebakaran yang berdampak terhadap 27 rumah, 63 KK, dan 281 jiwa.

Salah satu kejadian terjadi di Komplek Pangeran Antasari, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, pada 25 Januari 2026. Kebakaran berdampak terhadap satu rumah yang dihuni satu KK atau lima jiwa.

Kebakaran dengan jumlah penghuni terdampak cukup besar terjadi di Pondok Pesantren Al Ihsany, Desa Baliangin, Kecamatan Sambung Makmur, pada 1 Februari 2026.

Objek yang terdampak merupakan asrama tahfidz yang dihuni 63 orang, terdiri atas 22 santri laki-laki, 31 santri perempuan, serta 10 guru atau pengajar.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah barang milik para santri tidak berhasil diselamatkan dari kebakaran.

Pohon Tumbang hingga Rumah Roboh

Kejadian pohon tumbang juga masuk dalam catatan BPBD Kabupaten Banjar. Salah satunya terjadi di Desa Kertak Empat, Kecamatan Pengaron, pada 14 Mei 2026 setelah hujan disertai angin kencang.

Pohon tumbang sempat menutup akses jalan. Relawan bersama anggota Polsek Pengaron dan masyarakat kemudian melakukan pemotongan pohon menggunakan peralatan chainsaw hingga jalur kembali bisa dilalui.

Selain itu, BPBD juga mencatat sejumlah kejadian rumah ambruk atau roboh yang berdampak terhadap masyarakat.

Secara keseluruhan, rekapitulasi bencana nonalam hingga 31 Juli 2026 mencatat enam korban jiwa akibat kejadian tenggelam, tiga jiwa terdampak pohon tumbang, serta 16 jiwa terdampak rumah ambruk atau roboh.

Jika seluruh kejadian bencana nonalam tersebut dihitung, tercatat 69 rumah, 75 KK, dan 306 jiwa terdampak.

BPBD Kabupaten Banjar terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah yang memiliki potensi bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat respons dan penanganan apabila terjadi bencana maupun kondisi darurat di lapangan.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:44 WITA

BPBD Banjar Catat Puluhan Bencana Alam dan Nonalam Sepanjang Januari-Juli 2026

Berita Terbaru