Ali Syahbana Ingatkan Bahaya Membandingkan Diri: Picu Hasad dan Ganggu Kesehatan Mental

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 13:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Fenomena membandingkan diri dengan orang lain dinilai menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Terlebih di era digital, di mana media sosial menampilkan kehidupan orang lain dalam potongan-potongan yang tampak sempurna.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Banjar, M. Ali Syahbana, saat memberikan kajian pada Selasa (15/7/2025).

Ia menyebut, budaya membandingkan diri kian subur seiring paparan konten-konten yang menampilkan kesuksesan secara lahiriah, mulai dari rumah mewah, pencapaian karier, pasangan harmonis hingga gaya hidup glamor.

“Kita hanya melihat hasil, bukan proses. Tampilan, bukan kenyataan. Maka yang terjadi bukan peningkatan motivasi, tapi tekanan sosial, iri hati, dan kecemasan eksistensial,” ujar Ali.

Ia menilai, dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai social comparison, yakni menjadikan kehidupan orang lain sebagai tolok ukur nilai diri. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini bisa berkembang menjadi hasad atau iri hati, sebuah sifat yang sangat merusak dalam ajaran Islam.

Baca Juga :  Safari Ramadan Hanura Kalsel Tembus Pelosok Empat Kabupaten, 1.300 Paket Sembako Dibagikan

“Sifat hasad bisa menghilangkan seluruh kebaikan yang kita lakukan, seperti api membakar kayu bakar,” kutipnya dari hadits riwayat Ibnu Majah.

Ali menjelaskan, penyakit hati seperti hasad bukan hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga pada ketenangan batin. Bahkan bisa menjerumuskan seseorang pada perilaku destruktif.

Mengutip Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, ia menyebut bahwa hasad termasuk dalam tiga sifat penghancur utama selain riya (pamer) dan ujub (bangga diri). Ketiganya menjadi akar dari berbagai penyakit hati lainnya.

“Ketika seseorang tak mampu menerima takdir orang lain, ia akan selalu merasa gelisah, menuntut hidup tanpa ujung. Ini bukan sekadar masalah moral, tapi juga persoalan cara berpikir,” jelas Ali.

Lebih lanjut, ia menyoroti sistem sosial yang kerap mengukur kesuksesan dari hal-hal yang bersifat material dan pengakuan publik. Menurutnya, kondisi ini mendorong banyak orang berlomba-lomba menampilkan pencapaian secara berlebihan demi validasi sosial.

Baca Juga :  Kejari Banjar Tunda Eksekusi Kakek Kahpi, Beri Kesempatan Ikuti Sidang PK

Padahal, dalam ajaran Islam, ketenangan justru lahir dari sikap qana’ah atau merasa cukup dan ridha terhadap takdir Allah. Sikap ini bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tahu batas dalam mengejar dunia.

“Qana’ah itu seperti harta karun yang tak akan pernah habis,” kutip Ali dari hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Qusyairi.

Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menyadari bahwa kebahagiaan tidak datang dari perbandingan, melainkan dari rasa syukur atas apa yang telah dimiliki.

“Kalau kebahagiaan terus diukur dari orang lain, maka ia akan selalu menjadi bayangan yang menjauh setiap kali dikejar. Pertanyaannya: kapan kita bisa tenang, jika terus hidup dengan ukuran yang bukan milik kita sendiri?” pungkasnya.

Berita Terkait

Pengamanan Maksimal, 800 Personel Kawal Haul Datu Kelampayan ke-220
“Jembatan Hati” Lapas Karang Intan, Inovasi Humanis Satukan Warga Binaan dengan Keluarga
Ribuan Pekerja Nonformal di Banjarbaru Terima THR dari Yayasan Abdul Aziz Halaby Jelang Lebaran
Kapal Kelebihan Muatan, Dugaan Percaloan dan Lemahnya Pengawasan Mencuat
Kurang dari Dua Tahun Beroperasi, MORA Group Raih 17 Penghargaan dari Platform Travel Global
PT AGM Pererat Silaturahmi dengan Wartawan Empat Daerah Lewat Buka Puasa Bersama
Angkasa Pura Bandara Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Ramadan Rp158 Juta untuk Warga dan Komunitas
Safari Ramadan Hanura Kalsel Tembus Pelosok Empat Kabupaten, 1.300 Paket Sembako Dibagikan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:20 WITA

Pengamanan Maksimal, 800 Personel Kawal Haul Datu Kelampayan ke-220

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:27 WITA

Ribuan Pekerja Nonformal di Banjarbaru Terima THR dari Yayasan Abdul Aziz Halaby Jelang Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:06 WITA

Kapal Kelebihan Muatan, Dugaan Percaloan dan Lemahnya Pengawasan Mencuat

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:48 WITA

Kurang dari Dua Tahun Beroperasi, MORA Group Raih 17 Penghargaan dari Platform Travel Global

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:00 WITA

PT AGM Pererat Silaturahmi dengan Wartawan Empat Daerah Lewat Buka Puasa Bersama

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:47 WITA

Angkasa Pura Bandara Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Ramadan Rp158 Juta untuk Warga dan Komunitas

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:55 WITA

Safari Ramadan Hanura Kalsel Tembus Pelosok Empat Kabupaten, 1.300 Paket Sembako Dibagikan

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:14 WITA

Pererat Silaturahmi, Mushola Abu Yazid Busthami Undang Anak Yatim Buka Bersama

Berita Terbaru

Advetorial

DPRD Tanah Bumbu Terima LKPj Tahun Anggaran 2025

Selasa, 24 Mar 2026 - 13:08 WITA