Martapura, matarakyat.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Banjar, M Ali Syahbana, kembali menunjukkan kiprahnya di dunia literasi.
Setelah menerbitkan dua buku sebelumnya, ia bersiap meluncurkan karya ketiganya berjudul Mata Batin yang dijadwalkan rilis pada pertengahan Juli 2026.
Buku tersebut hadir sebagai refleksi atas kehidupan masyarakat modern yang kerap terjebak dalam rutinitas tanpa kesadaran penuh.
Kesibukan, tekanan pekerjaan, dan kelelahan emosional dinilai membuat banyak orang menjalani hidup layaknya berada dalam “mode otomatis”.
Berbeda dengan buku motivasi pada umumnya, Mata Batin tidak menawarkan ceramah atau nasihat yang menggurui.
Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca melakukan perjalanan ke dalam diri, memahami emosi, dan kembali menyadari makna kehidupan yang sering terabaikan.
M Ali Syahbana mengungkapkan bahwa buku tersebut banyak dipengaruhi pemikiran sufistik tokoh besar Jalaluddin Rumi yang menekankan pentingnya cinta, kesadaran, dan kedamaian batin.
“Pesan yang ingin saya sampaikan bersifat universal. Buku ini tidak ditujukan untuk kelompok tertentu, tetapi bisa dibaca dan dinikmati siapa saja, dari berbagai usia maupun latar belakang,” ujar Ali, Senin (29/6/2026).
Pada tahap awal, buku Mata Batin akan diterbitkan dalam jumlah terbatas. Jika animo masyarakat tinggi, penjualan selanjutnya direncanakan menggunakan sistem pre-order guna memenuhi permintaan pembaca.
Dalam isinya, buku tersebut mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kemarahan yang muncul karena hal-hal kecil, kesedihan yang dipendam terlalu lama, hingga fenomena kecanduan terhadap dunia digital yang secara perlahan menguras waktu dan energi manusia.
Buku ini dibagi ke dalam lima bagian utama yang mengupas perjalanan manusia dari kehidupan yang serba sibuk menuju perenungan yang lebih mendalam.
Pembaca diajak memahami dinamika pikiran, hubungan antarmanusia, serta meninjau kembali pandangan tentang kesuksesan yang sering kali diukur hanya dari materi dan status sosial.
Melalui Mata Batin, Ali berharap pembaca dapat lebih berani menerima perasaan yang selama ini ditekan dan kembali hidup secara utuh di masa kini.
Peluncuran buku ini sekaligus memperlihatkan sisi lain dari sosok M Ali Syahbana, yang tidak hanya dikenal sebagai wakil rakyat, tetapi juga seorang penulis yang menaruh perhatian besar terhadap kesehatan mental, ketenangan batin, dan pencarian makna hidup.






