Martapura, matarakyat.co.id – Pengurus 12 Ranting Nahdlatul Ulama (NU) tingkat desa se-Kecamatan Beruntung Baru resmi dilantik, Senin (14/9/2026).
Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah baru untuk memperkuat peran organisasi keagamaan dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat desa.
Pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Takhasus Diniyah, Desa Kampung Baru, dan dirangkai dengan kegiatan istighasah, tablig akbar serta tasyakuran.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Camat Beruntung Baru Wahidin Noor, Ketua Tanfidziyah PCNU Nuryadi, Rais Syuriah MWCNU Beruntung Baru Abdul Basit, Habib Ali Husein Al Idrus, para ulama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus NU, santri, serta warga.
Dalam sambutannya, Habib Idrus menilai keberadaan Ranting NU di tingkat desa memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, pengurus ranting bukan hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan.
“Peran ujung tombak ini sangat penting, terutama dalam mengoordinasikan lembaga pendidikan di pedesaan, seperti madrasah, TPQ dan lembaga pendidikan di bawah naungan Ma’arif,” ujar Habib Idrus.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan agama, serta pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat.
Karena itu, NU diharapkan mampu terus berkontribusi dalam proses kaderisasi dan pendidikan moral, terutama untuk menyiapkan generasi muda desa yang memiliki wawasan kebangsaan sekaligus akhlak yang baik.
Habib Idrus juga mengajak pengurus yang baru dilantik untuk tidak membuat program yang hanya bersifat seremonial. Menurutnya, kegiatan organisasi sebaiknya diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Ulun (saya) pribadi merasa bangga melihat semangat pian-pian seberataan hari ini. Harapan ulun kada usah nang muluk-muluk. Mari kita sama-sama bergandengan tangan mamajukan kampung kita. Ulun beserta jajaran di pemerintahan, lalu pian-pian di Nahdlatul Ulama, mari kita sinergikan program,” katanya.
Ia meminta setiap ranting menyusun program kerja secara terukur dan berkesinambungan. Program tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing desa.
“Bekerjalah dengan terukur. Susun program kerja yang menjawab masalah umat di wilayah masing-masing secara berkelanjutan,” pesannya.
Wakil Bupati Banjar berharap komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, MWCNU, pengurus ranting serta masyarakat dapat semakin erat.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan di Beruntung Baru dan Kabupaten Banjar secara luas.
“Selamat bertugas, semoga amanah dan selalu ikhlas dalam berkhidmat. Mari jadikan sinergi antara pemerintah, MWCNU, dan masyarakat sebagai pondasi kuat untuk saling mendukung percepatan berbagai program pembangunan di Beruntung Baru dan Kabupaten Banjar yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, 12 pengurus Ranting NU tingkat desa se-Kecamatan Beruntung Baru secara resmi dikukuhkan.
Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kiprah NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan di tingkat desa.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 121 santri dan santriwati yang berstatus yatim dan dhuafa. Bantuan tersebut berasal dari para donatur.






