Lapas Batulicin Kembali Produksi 17 Kg Tauge, Pembinaan Kemandirian Terus Bergerak

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 10:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batulicin, matarakyat.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali memanen 17 kilogram tauge sebagai hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin, Senin (14/09/2026). Hasil tersebut menunjukkan konsistensi produksi tauge yang terus bergerak dengan siklus panen setiap tiga hari.

Produksi tauge dilakukan secara bertahap dengan rata-rata 5 kilogram bahan yang diolah dalam setiap proses produksi. Tahapannya dimulai dari perendaman hingga proses pemeliharaan sebelum tauge siap dipanen dalam waktu sekitar tiga hari.

Lapas Batulicin memberikan kepercayaan kepada dua orang Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam seluruh proses produksi. Keterlibatan tersebut dimulai dari tahap awal pengolahan hingga panen sehingga memberikan pengalaman nyata dalam mengelola kegiatan produksi secara rutin dan bertanggung jawab.

Seluruh hasil panen tauge kemudian didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makanan Warga Binaan. Pemanfaatan hasil produksi tersebut membuat kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan di dalam Lapas.

Baca Juga :  Barbershop Lapas Batulicin Hadirkan Beragam Model Potongan untuk Jaga Kerapian

Kasubsi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa produksi tauge menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, siklus produksi yang singkat memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar mengelola kegiatan produktif secara berulang dan bertanggung jawab.

“Produksi tauge kami jalankan secara rutin karena memiliki proses yang sederhana dengan masa panen yang relatif singkat. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar mengelola proses produksi dari awal hingga panen sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan,” ujar Harry Indrawan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial R mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama terlibat dalam produksi tauge. Kegiatan tersebut menurutnya memberikan tambahan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti proses produksi tauge. Ilmu yang saya dapat menjadi tambahan bekal bagi saya dan mudah-mudahan bisa diterapkan ketika sudah selesai menjalani masa pembinaan,” ungkap R.

Baca Juga :  DPRD Tanbu Dorong Pengelolaan PJU Menjadi Satu Pintu

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan produksi tauge sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Ia berharap kegiatan tersebut terus dikembangkan sehingga semakin banyak Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui kegiatan yang menghasilkan.

“Kami terus mendorong dan mendukung kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman nyata kepada Warga Binaan. Produksi tauge yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu kegiatan produktif yang dapat melatih keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujar Thoha Yahya Umar Sidiq.

Produksi 17 kilogram tauge kembali menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin terus bergerak melalui kegiatan yang memiliki proses dan hasil nyata. Konsistensi panen setiap tiga hari sekaligus pemanfaatan hasilnya untuk kebutuhan Dapur Sehat menjadi bagian dari keberlanjutan pembinaan yang memberi pengalaman dan manfaat bagi Warga Binaan.

Berita Terkait

Helda Rina Gandeng Rektor UVAYA, Dorong Pasar Tradisional Lebih Modern
Imigrasi Tanah Bumbu permudah pemenuhan berkas paspor
Buser 690 Terima Bantuan Rp20 Juta, DPRD Banjar Desak Perusahaan Turun Tangan
Kriyanusa 2026, Karya Perajin Tanah Bumbu Tampil Membanggakan di Jakarta
Bupati Andi Rudi Latif Bawa Lontara Pagatan Masuk Ingatan Kolektif Nasional 2026
Workshop Standar Pelayanan Dorong Tata Kelola Pemerintahan Adaptif di Tanah Bumbu
DPRD Tanbu Soroti Persoalan Warga Desa Dadap Kusan Raya
Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Helda Rina Gandeng Rektor UVAYA, Dorong Pasar Tradisional Lebih Modern

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:50 WITA

Imigrasi Tanah Bumbu permudah pemenuhan berkas paspor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Buser 690 Terima Bantuan Rp20 Juta, DPRD Banjar Desak Perusahaan Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 23:35 WITA

Kriyanusa 2026, Karya Perajin Tanah Bumbu Tampil Membanggakan di Jakarta

Jumat, 25 September 2026 - 23:48 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Bawa Lontara Pagatan Masuk Ingatan Kolektif Nasional 2026

Jumat, 25 September 2026 - 00:32 WITA

Workshop Standar Pelayanan Dorong Tata Kelola Pemerintahan Adaptif di Tanah Bumbu

Rabu, 23 September 2026 - 17:32 WITA

DPRD Tanbu Soroti Persoalan Warga Desa Dadap Kusan Raya

Rabu, 23 September 2026 - 00:30 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

Berita Terbaru

Tani Merdeka Indonesia

TMI Banjar Dorong Dukungan Alsintan dan Bibit untuk Petani Pengaron

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:33 WITA