Jelang 5 Rajab 1448 H, Tim Induk Sekumpul Terbitkan 13 Imbauan untuk Jemaah dan Warga

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Menjelang pelaksanaan kegiatan rutin di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, yang berdekatan dengan 5 Rajab 1448 Hijriah atau 2026 Masehi.

Tim Induk Sekumpul menerbitkan sejumlah imbauan bagi jemaah, warga sekitar, relawan dapur umum, hingga pengguna jalan.

Imbauan tersebut ditujukan untuk menjaga kekhusyukan kegiatan, mengatur arus kedatangan dan kepulangan jemaah, serta memastikan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Dalam panduan tersebut, Tim Induk Sekumpul membagi imbauan ke dalam beberapa kelompok, yakni warga yang mendirikan dapur umum, masyarakat yang terdampak kegiatan, jemaah pengguna kendaraan, jemaah secara umum, serta pengguna jalan umum.

Dapur Umum Diminta Berkoordinasi dan Tidak Berorientasi Keuntungan

Bagi masyarakat yang ingin mendirikan dapur umum untuk menyediakan konsumsi bagi jemaah, Tim Induk Sekumpul meminta agar kegiatan tersebut dipersiapkan secara matang, mulai dari ketersediaan lahan, tenaga relawan, bahan makanan, hingga kemampuan finansial.

Pengelola dapur umum juga diminta berkoordinasi dengan Tim Induk Sekumpul, Tim Zona, atau posko terdekat sebelum memulai kegiatan.

Pembagian makanan diharapkan dilakukan secara merata dengan mengutamakan wilayah sekitar dapur terlebih dahulu.

Relawan juga diminta memastikan makanan tetap layak dikonsumsi ketika dibagikan kepada jemaah.

Tim Induk Sekumpul turut menegaskan sejumlah larangan, di antaranya tidak mengambil keuntungan dari kegiatan dapur umum.

Tidak melakukan penggalangan dana secara terbuka atau meminta-minta, serta tidak menjadikan aktivitas dapur sebagai konten media.

Selain itu, relawan dilarang menggunakan atribut organisasi atau kelompok saat bertugas di dapur umum. Kemasan makanan juga tidak diperkenankan memuat tulisan, lambang, atau materi promosi maupun politik.

Kebersihan dapur dan lingkungan sekitar menjadi perhatian lain. Pengelola diminta berkoordinasi dengan koordinator kebersihan untuk menangani sampah.

Warga Diminta Menjaga Kekhusyukan dan Tidak Mengganggu Jalur Jemaah

Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan diminta menjaga suasana tetap kondusif dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan, seperti memasang umbul-umbul, lampu hias, atau ucapan selamat datang.

Warga juga diimbau tidak mendirikan tenda di ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai jalur utama jemaah menuju lokasi parkir maupun tempat tujuan.

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, pemilik kendaraan pribadi diminta memanfaatkan tempat parkir yang telah disediakan relawan.

Warga yang menerima tamu atau keluarga dari luar daerah juga diharapkan mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir resmi atau tempat lain yang tidak mengganggu kegiatan.

Masyarakat yang menyediakan halaman rumah untuk jemaah dipersilakan memanfaatkannya sebagai tempat menggelar sajadah, bukan untuk kegiatan perdagangan.

Baca Juga :  Jelang 5 Rajab 1448 H, Pemkab Banjar Siapkan Penginapan Gratis dan Perkuat Layanan Jemaah Sekumpul

Warga juga diminta tidak memberikan izin kepada pedagang kaki lima untuk berjualan di sekitar rumah, terutama jika menggunakan badan jalan atau bahu jalan.

Bagi masyarakat yang menyewakan tempat tinggal maupun menjalankan usaha selama kegiatan berlangsung, Tim Induk Sekumpul mengingatkan agar tidak menetapkan harga secara berlebihan atau memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan tidak wajar.

Selama rangkaian kegiatan di Musala Ar-Raudhah berlangsung, aktivitas jual beli di sekitar lokasi juga diminta dihentikan sesuai imbauan yang diterbitkan.

Warga yang menampung keluarga atau menyediakan tempat bermalam bagi jemaah dianjurkan memberikan tanda pengenal agar memudahkan identifikasi apabila jemaah kesulitan menemukan jalan pulang.

Jemaah Diminta Memperhatikan Kondisi Kesehatan

Tim Induk Sekumpul mengimbau jemaah mempersiapkan kebutuhan pribadi dan perlengkapan darurat sebelum berangkat.

Jemaah juga diminta selalu mengikuti arahan relawan dan aparat yang bertugas di lapangan.

Masyarakat diingatkan agar tidak memaksakan diri berangkat apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Jemaah yang memiliki riwayat penyakit, seperti gangguan jantung atau penyakit lainnya, dianjurkan membawa obat-obatan pribadi dan mengetahui lokasi posko kesehatan terdekat.

Bagi jemaah yang membawa anak-anak maupun lanjut usia, disarankan menyiapkan tanda pengenal berisi nomor telepon keluarga atau pendamping.

Tanda tersebut dapat digantungkan di leher atau disimpan di saku pakaian untuk memudahkan relawan ketika mereka terpisah dari rombongan.

Jemaah juga diminta menjaga barang bawaan masing-masing, memberikan identitas pada tas atau barang pribadi, serta tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai.

Prinsip yang ditekankan adalah datang dalam keadaan bersih dan meninggalkan lokasi dalam keadaan bersih pula.

Jemaah yang datang dari wilayah relatif dekat, seperti Martapura dan Banjarbaru, juga dianjurkan berjalan kaki apabila memungkinkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan keterbatasan lahan parkir.

Bagi jemaah yang menyewa rumah atau tempat bermalam, Tim Induk Sekumpul mengingatkan agar berkomunikasi langsung dengan pemilik atau pengelola tempat tersebut.

Informasi penginapan perlu dipastikan kebenarannya, termasuk kepastian apakah tempat tersebut sudah menerima jemaah.

Jemaah yang datang lebih awal dan belum memperoleh tempat bermalam gratis diminta mencari alternatif penginapan lain sebelum fasilitas yang dituju dibuka.

Parkir Kendaraan Diatur Berdasarkan Stiker

Pengaturan kendaraan menjadi salah satu perhatian utama dalam imbauan tersebut.

Jemaah pengguna kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) diminta memasang stiker sesuai ketentuan agar kendaraan mudah diarahkan ke lokasi parkir dan jalur kepulangan.

Jemaah dianjurkan datang lebih awal, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, serta beristirahat di posko atau tempat istirahat terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk selama perjalanan.

Baca Juga :  Dinkes Banjar Perkuat Persiapan Layanan Kesehatan Jelang Kegiatan 5 Rajab 

Setibanya di lokasi, kendaraan harus diparkir di tempat yang telah disediakan relawan.

Jemaah juga diminta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan dan menyimpan kartu atau tanda parkir.

Tim Induk Sekumpul menegaskan bahwa lokasi parkir menentukan jalur kepulangan. Karena itu, jemaah diminta tidak memindahkan atau memarkir kendaraan sembarangan.

Saat kepulangan, kendaraan roda empat diminta tidak langsung keluar dari area parkir. Dalam panduan tersebut, kendaraan R4 diarahkan menunggu minimal dua jam atau hingga memperoleh instruksi dari relawan di lokasi parkir.

Pengaturan ini dimaksudkan agar arus pejalan kaki dan kendaraan roda dua dapat berkurang terlebih dahulu sebelum kendaraan roda empat diberangkatkan.

Sebelum meninggalkan lokasi parkir, jemaah diminta memastikan seluruh penumpang dan barang bawaan sudah lengkap serta memperhatikan petunjuk arah yang diberikan relawan.

Pengguna Jalan Diminta Mengikuti Rekayasa Lalu Lintas

Dampak kegiatan terhadap arus lalu lintas juga menjadi perhatian Tim Induk Sekumpul. Pengguna jalan yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi diimbau menghindari ruas jalan terdampak.

Masyarakat yang harus melintas di kawasan tersebut diminta menggunakan jalur alternatif dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan petugas, baik saat kedatangan maupun kepulangan jemaah.

Tim Induk Sekumpul juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila perjalanan terganggu selama kegiatan berlangsung.

Khusus saat kepulangan jemaah, seluruh lajur jalan utama akan digunakan untuk mengatur arus keluar, terutama di Jalan Ahmad Yani dari Martapura menuju Banjarmasin dan menuju wilayah Hulu Sungai.

Dalam panduan tersebut, arus lalu lintas akan diberlakukan satu arah atau one way. Pengguna jalan yang bergerak berlawanan arah diminta menunggu atau memilih jalur alternatif agar tidak berhadapan dengan arus kepulangan jemaah.

Pengguna jalan yang membutuhkan bantuan dapat meminta pertolongan kepada relawan maupun aparat yang bertugas di lapangan.

Tim Induk Sekumpul mengingatkan masyarakat agar menyampaikan dan mengikuti informasi yang benar, terutama informasi yang dikeluarkan Tim Induk Sekumpul melalui kanal resmi Ar-Raudhah Sekumpul.

Warga Martapura, Banjarbaru, dan sekitarnya yang hendak menghadiri kegiatan juga diminta meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi apabila memungkinkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan ketersediaan lahan parkir bagi jemaah dari luar daerah.

Melalui berbagai imbauan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama menjaga ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan kekhusyukan kegiatan rutin di Musala Ar-Raudhah Sekumpul yang berdekatan dengan 5 Rajab 1448 Hijriah atau 2026 Masehi.

Berita Terkait

Jelang Rakerda, Hj Helda Rina Dorong APPSI Kalsel Perkuat Program untuk Pedagang Pasar
JTC Tanah Bumbu dan Rumah Pena Buka Ruang bagi Petenis Pemula Lewat Turnamen
Dinkes Kalsel Matangkan Pengamanan Kesehatan Kegiatan Rutin Malam Senin 
Aisyiyah Banjar Susun Strategi Daerah Kelanjutusiaan untuk Wujudkan Lansia Bermartabat
Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar
Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel
18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak
RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Jelang 5 Rajab 1448 H, Tim Induk Sekumpul Terbitkan 13 Imbauan untuk Jemaah dan Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:04 WITA

Jelang Rakerda, Hj Helda Rina Dorong APPSI Kalsel Perkuat Program untuk Pedagang Pasar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:03 WITA

JTC Tanah Bumbu dan Rumah Pena Buka Ruang bagi Petenis Pemula Lewat Turnamen

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Dinkes Kalsel Matangkan Pengamanan Kesehatan Kegiatan Rutin Malam Senin 

Selasa, 29 September 2026 - 21:25 WITA

Aisyiyah Banjar Susun Strategi Daerah Kelanjutusiaan untuk Wujudkan Lansia Bermartabat

Senin, 28 September 2026 - 19:00 WITA

Wisuda Lansia di Kabupaten Banjar, Usia Senja Tak Halangi Semangat Belajar

Kamis, 17 September 2026 - 19:53 WITA

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 11:03 WITA

18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak

Berita Terbaru