Batulicin, matarakyat.co.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan bocah yang dilaporkan tenggelam di embung retensi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama sekitar delapan jam.
Korban ditemukan pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 18.15 Wita oleh tim penyelam gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, dan penyelam PT Jhonlin Group.
Salah seorang penyelam PT Jhonlin Group, Sukiman, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertimbun lumpur di dasar perairan.
“Posisinya tengkurap. Sudah tertimbun lumpur, yang terlihat hanya sedikit bagian kakinya saja,” ujar Sukiman kepada wartawan usai proses evakuasi.

Menurutnya, korban ditemukan pada kedalaman sekitar tiga meter. Proses penyelaman yang berujung pada penemuan korban berlangsung sekitar 15 menit.
Sementara itu, Kepala Unit Siaga SAR Batulicin, Achmad Rusyandi, mengatakan korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga tenggelam.
“Korban ditemukan sekitar pukul 18.15 Wita. Lokasinya kurang lebih 10 meter dari bibir galian dengan kedalaman sekitar tiga meter,” kata Achmad.
Ia menjelaskan, tim SAR telah mengerahkan berbagai metode pencarian sebelum akhirnya korban berhasil ditemukan.
Mulai dari penyisiran menggunakan perahu karet, pemasangan jaring, hingga penyelaman oleh tim gabungan.
“Kami sudah mencoba penyisiran dengan perahu karet, menggunakan jaring, kemudian penyelaman oleh tim Basarnas dan Jhonlin. Terakhir kami dibantu rekan-rekan penyelam kompresor dan alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Achmad mengungkapkan pencarian sempat terkendala kondisi air yang sangat keruh sehingga jarak pandang di dalam air nyaris nol.
“Kendala utama kami adalah visibilitas di dalam air yang nol. Selain itu lokasi ini merupakan embung retensi sehingga kontur bawah air cukup sulit dan berisiko bagi penyelam,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, insiden tenggelam terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Dengan demikian, korban baru ditemukan setelah sekitar tujuh hingga delapan jam pencarian.
“Informasi kejadian kami terima sekitar pukul sembilan pagi, dan korban ditemukan menjelang pukul setengah tujuh malam. Jadi kurang lebih tujuh sampai delapan jam proses pencarian berlangsung,” tuturnya.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Korban rencananya dibawa ke Rumah Sakit Marina, Batulicin.






