Hasil Cabai Melimpah, Kementan Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Banjar

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Produksi cabai di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, kembali menunjukkan hasil menggembirakan.

Panen yang dilakukan Kelompok Tani Budi Luhur, Sabtu (18/7/2026), mendapat perhatian Kementerian Pertanian (Kementan), Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, serta DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar.

Keberhasilan panen tersebut dinilai bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi menjaga ketersediaan pasokan cabai di Kalimantan Selatan sehingga membantu mengendalikan laju inflasi.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr. Freddy, mengatakan Desa Cindai Alus berkembang menjadi salah satu kawasan hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan cabai di daerah.

Ia menjelaskan, dari sekitar 50 hektare lahan yang berpotensi dikembangkan, sebanyak 25 hektare telah dimanfaatkan secara produktif dengan penanaman sekitar 40 ribu bibit hortikultura.

“Harga cabai di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga. Ke depan, hasil panen dari Martapura juga dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan program strategis Dapur Gizi,” ujar Freddy.

Baca Juga :  Wabup Banjar Resmikan Dapur Gizi Sekumpul 005, Tegaskan Standar Kebersihan dan Pengawasan Ketat

Di balik capaian tersebut, Kementan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada para petani agar memaksimalkan penggunaan pompa air selama musim kemarau.

Selain itu, Dinas Pertanian juga menyiapkan fasilitas peminjaman pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) milik brigade dinas bagi kelompok tani yang membutuhkan.

“Kami mengimbau petani menggunakan air secara efisien dan segera melaporkan apabila terjadi gejala kekeringan agar dapat segera dilakukan penanganan,” kata Warsita.

Ia menambahkan, apabila terjadi gagal panen atau puso, pemerintah telah menyiapkan perlindungan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan kuota mencapai 1.500 hektare.

Menurut Warsita, pemanfaatan lahan secara optimal di Cindai Alus juga menjadi salah satu upaya mencegah munculnya lahan terlantar yang rawan terbakar saat musim kemarau.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Resmikan Layanan Primer Terpadu, Posyandu Kini Hadir Sesuai Siklus Hidup

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar, Hj. Helda Rina, memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Budi Luhur yang mampu menghasilkan cabai berkualitas meski sebagian besar proses budidayanya masih dilakukan secara manual.

Helda menilai kebutuhan petani terhadap alat mesin pertanian, peningkatan kualitas Jalan Usaha Tani (JUT), serta perbaikan jaringan irigasi masih menjadi pekerjaan yang harus terus diperjuangkan.

“Kami akan terus mengawal agar kebutuhan petani dapat dipenuhi secara bertahap, mulai dari penyediaan alsintan, peningkatan infrastruktur pertanian hingga penguatan sistem pengairan agar produktivitas terus meningkat,” ujar Helda.

Ke depan, pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Banjar berencana memprioritaskan normalisasi saluran irigasi, pembangunan embung sebagai cadangan air, serta penguatan edukasi penanganan pascapanen.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga stabilitas produksi hortikultura di Kabupaten Banjar.

Berita Terkait

Hasil TKA Jadi Bahan Evaluasi, Pemkab Banjar Perkuat Kualitas Pendidikan
Dinkes Banjar Perkuat Persiapan Layanan Kesehatan Jelang Kegiatan 5 Rajab 
Dari Cindai Alus ke Panggung Nasional, Naupal Raih Perak O2SN
Pisah Sambut Ketua PN Martapura, Saidi Mansyur Apresiasi Pengabdian Akhmad Fazrinnoor
Papuyu Smart Diluncurkan, Budidaya Ikan Papuyu di Banjar Didorong Terintegrasi Berbasis Digital
Pengabdian ASN dan Inovasi Daerah Digelar Bersamaan, Pemkab Banjar Berikan Penghargaan
12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga
Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:27 WITA

Hasil TKA Jadi Bahan Evaluasi, Pemkab Banjar Perkuat Kualitas Pendidikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Dinkes Banjar Perkuat Persiapan Layanan Kesehatan Jelang Kegiatan 5 Rajab 

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:23 WITA

Dari Cindai Alus ke Panggung Nasional, Naupal Raih Perak O2SN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:35 WITA

Pisah Sambut Ketua PN Martapura, Saidi Mansyur Apresiasi Pengabdian Akhmad Fazrinnoor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Papuyu Smart Diluncurkan, Budidaya Ikan Papuyu di Banjar Didorong Terintegrasi Berbasis Digital

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:39 WITA

Pengabdian ASN dan Inovasi Daerah Digelar Bersamaan, Pemkab Banjar Berikan Penghargaan

Selasa, 15 September 2026 - 08:53 WITA

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga

Senin, 14 September 2026 - 19:18 WITA

Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690

Berita Terbaru

Advetorial RSUD Raza

Kinerja Surveilans Diakui Kemenkes, RSUD Ratu Zalecha Kembali Raih Penghargaan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:12 WITA

Pemkab Banjar

Dari Cindai Alus ke Panggung Nasional, Naupal Raih Perak O2SN

Senin, 5 Okt 2026 - 11:23 WITA