Martapura, matarakyat.co.id– Upaya mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat desa terus digalakkan di Kabupaten Banjar.
Ratusan pemuda mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas bertema “Psychology of Money Part II: Membangun Fondasi Ekonomi Lokal” yang digelar di Desa Pandak Daun, Kecamatan Karang Intan, Selasa (21/4).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar bersama anggota DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana, yang juga hadir sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Ali Syahbana menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Ia menyebut pemuda sebagai aset berharga yang perlu dibekali pengetahuan, karakter, dan keterampilan agar mampu bersaing sekaligus berkontribusi nyata.
“Pemuda Banjar harus terus meningkatkan kapasitas diri. Masa depan daerah ini ada di tangan generasi muda. Dari sinilah diharapkan lahir sosok-sosok yang mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep psychology of money tidak hanya berkaitan dengan cara memperoleh penghasilan, tetapi juga menyangkut pola pikir, kebiasaan, serta sikap dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, disiplin finansial, kemampuan menentukan prioritas, dan keberanian berinovasi menjadi faktor penting agar pemuda tidak sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
Selain itu, ia juga menyinggung potensi bonus demografi yang dimiliki saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi kekuatan besar apabila generasi muda siap secara mental dan intelektual, namun sebaliknya dapat menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pemuda Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhari, serta Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Supriyadi, yang memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas pemuda di tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Pandak Daun, Sarbani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan mampu membuka wawasan baru bagi pemuda, khususnya dalam hal literasi ekonomi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi pemuda desa dalam merencanakan masa depan sekaligus berkontribusi membangun daerah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul berbagai ide kreatif dan inovatif dari kalangan pemuda.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, generasi muda di Kabupaten Banjar diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berdaya saing.






