Martapura, matarakyat.co.id – RSUD Ratu Zalecha Martapura tengah melaksanakan proses rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit.
Sebanyak 41 formasi dibuka dengan melibatkan tim seleksi lintas instansi guna menjamin proses penerimaan berjalan transparan dan objektif.
Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman, mengatakan kebutuhan pegawai tersebut merupakan hasil pemetaan yang dilakukan pihak rumah sakit berdasarkan kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kebutuhan yang kami buka sebanyak 41 orang. Formasi itu terdiri dari perawat, bidan, tenaga farmasi atau asisten apoteker, analis laboratorium, tenaga anestesi, hingga petugas transfusi darah. Seluruhnya merupakan hasil pemetaan kebutuhan pelayanan di RSUD Ratu Zalecha,” ujar Arief Rachman.
Ia menjelaskan, minat masyarakat untuk mengikuti seleksi cukup tinggi. Dari seluruh pelamar yang mendaftar, lebih dari 200 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Menurut Arief, seluruh tahapan seleksi kini telah memasuki fase akhir. Peserta telah mengikuti tes wawancara, uji keterampilan (skill test), serta Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Per hari ini seluruh tahapan tes sudah selesai, mulai dari wawancara, uji keterampilan, hingga tes CAT. Selanjutnya kami tinggal menggabungkan seluruh nilai untuk dilakukan pembobotan dan menentukan peringkat peserta,” katanya.
Ia menerangkan, hasil CAT tidak menjadi satu-satunya penilaian. Nilai tersebut akan digabungkan dengan hasil wawancara dan uji keterampilan sehingga menghasilkan nilai akhir yang menjadi dasar penentuan peserta yang diterima.
Arief menambahkan, peserta yang memiliki peringkat terbaik sesuai jumlah formasi yang tersedia akan ditetapkan sebagai pegawai BLUD RSUD Ratu Zalecha Martapura.
“Nanti semua nilai digabungkan, kemudian dilakukan pembobotan. Dari situ akan terlihat peringkat peserta, dan yang diterima adalah mereka yang masuk dalam jumlah kebutuhan formasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arief menegaskan proses seleksi dilakukan secara profesional tanpa perlakuan khusus kepada peserta. Penilaian keterampilan sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya.
“Tidak ada perlakuan khusus. Semua berjalan sesuai standar. Penguji untuk perawat adalah perawat senior yang memang memahami kompetensi yang dibutuhkan, sehingga penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan peserta saat mengikuti tes,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masa pendaftaran dibuka selama satu minggu. Setelah itu, peserta menjalani seleksi administrasi, dilanjutkan tes wawancara dan keterampilan selama sekitar tiga hari, sebelum akhirnya mengikuti tes CAT.
Secara tidak langsung, Arief menyampaikan bahwa proses rekrutmen ini melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Selain RSUD Ratu Zalecha, seleksi juga didukung BKD, Dinas Komunikasi dan Informatika untuk penyediaan sistem dan server CAT, serta diawasi oleh Inspektorat agar seluruh tahapan berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Hasil akhir seleksi akan diumumkan setelah seluruh nilai selesai direkap dan dilakukan pembobotan untuk menentukan peserta yang dinyatakan lulus sesuai kebutuhan formasi yang tersedia.






