Tanah Bumbu, matarakyat.co.id – Hari itu, upacara perpisahan tidak diakhiri di halaman. Ia diarak sepanjang 1,5 kilometer.
Diawali pedang pora di atas karpet merah. Gemerincing pedang bersilang, mengantar AKBP Arief Prasetya, S.I.K,M.Med.Kom bersama istri tercinta Ny. Sita Arief Prasetya.
Ratusan anggota berjajar. Dari gerbang kantor, menyusuri asrama, hingga ke rumah dinas. Langkah demi langkah, seperti menghitung kenangan 2 tahun 6 bulan pengabdian.
Bhayangkari dengan balutan pink, anggota Polres, semuanya bergantian bersalaman. Jabat tangan satu persatu. Ada mata yang berkaca, ada senyum yang ditahan.
Perpisahan ini bukan hanya milik Polri.
Ormas, ojek online, pecinta bola voli, pecinta bulu tangkis, PKJR, hingga para pelaku UMK turut mengantar. Mereka berdiri di tepi jalan, melambaikan tangan sampai ke gerbang utama.
Yang paling menghangatkan, ada gerobak pentol biru di pinggir jalan. Paman Jhon, UMKM pentol yang terkenal seantero Batulicin, ikut mengantar. Sambil mengulurkan tusukan pentol, ia berdoa:
“Semoga Bapak sekeluarga selalu sehat, sukses, dan selalu dalam lindungan-NYA.”
Di sanalah, sebelum benar-benar pergi, AKBP Arief mengajak nahkoda baru, AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., M.H, untuk mencicipi.
Dua Kapolres, lama dan baru, berdiri di depan gerobak yang sama. Mengecap rasa Tanah Bumbu untuk terakhir dan pertama kali.
Karena pamit yang paling indah bukan pidato. Tapi berjalan kaki bersama rakyatnya, bersalaman dengan warganya, dan menutupnya dengan rasa.
Selamat jalan Pak Arief.
Tanah Bumbu akan mengingat 1,5 kilometer itu.






