Banjir di Kabupaten Banjar, IGD RSUD Raza Martapura Nyaris Tanpa Bed Kosong

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Raza Martapura, Arief Rachman.

Direktur RSUD Raza Martapura, Arief Rachman.

Martapura, matarakyat.co.id — Curah hujan tinggi yang disertai banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar berdampak pada meningkatnya jumlah pasien yang berobat ke RSUD Raza Martapura.

Dalam dua pekan terakhir, lonjakan kunjungan paling terasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama menjelang dan saat pelaksanaan Momen 5 Rajab atau Haul Guru Sekumpul.

Direktur RSUD Raza Martapura, Arief Rachman, menyampaikan bahwa tingkat hunian tempat tidur di IGD nyaris tidak pernah kosong.

Ia menggambarkan, begitu satu bed kosong, tidak berselang lama langsung terisi kembali oleh pasien lain.

“Kalau kita amati di IGD, dalam dua minggu ini memang terjadi peningkatan jumlah pasien. Bed hampir tidak pernah kosong, kosong sebentar lalu langsung terisi lagi,” ujar Arief, belum lama tadi

Menurut Arief, arus kedatangan pasien semakin padat saat puncak kegiatan haul.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan gawat darurat meningkat signifikan dibanding hari-hari biasa.

“Apalagi kemarin saat haul, itu luar biasa pasien yang datang,” tambahnya.

Secara umum, Arief menjelaskan bahwa jenis penyakit yang ditangani di IGD tidak jauh berbeda dengan hari normal. Namun, dari sisi jumlah, terjadi peningkatan yang cukup mencolok.

Baca Juga :  Beras Merah Paramasan Berpotensi Kendalikan Diabetes, RSUD Ratu Zalecha Paparkan Hasil Penelitian

Pasien didominasi oleh kasus hipertensi, gangguan pencernaan, demam (febris), serta penyakit degeneratif seperti stroke.

Ia menegaskan, perubahan cuaca dan bencana banjir lebih berdampak pada peningkatan volume pasien, bukan pada pergeseran pola penyakit.

“Secara pola penyakit sebenarnya hampir sama, baik musim hujan maupun musim biasa. Tapi dari jumlah pasien memang terjadi peningkatan,” jelasnya.

Terkait pasien yang dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Arief menyebut belum semua kasus bisa dikaitkan langsung dengan dampak banjir.

Sebagian besar pasien yang dievakuasi merupakan penderita penyakit degeneratif.

“Sebagian besar pasien yang dievakuasi itu pasien degeneratif. Apakah itu karena dampak banjir atau memang sebelumnya sudah sakit dan terkendala akses menuju rumah sakit, itu masih perlu dianalisis lebih dalam,” katanya.

Berdasarkan laporan tim epidemiologi dan surveilans rumah sakit, terdapat indikasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan demam. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan musim hujan serta lingkungan yang kurang sehat pascabanjir.

Baca Juga :  Kapolres Banjar Lakukan Silaturahmi ke Masjid Al Karomah, Disambut Hangat Ulama Martapura

“Kalau dikaitkan dengan musim hujan dan efek banjir, mungkin memang ada kaitannya, terutama untuk ISPA dan febris,” ujar Arief.

Sementara itu, untuk gangguan pencernaan, pihak rumah sakit menduga faktor pemicunya berasal dari kelelahan, pola makan yang tidak teratur, serta kebersihan yang kurang terjaga di wilayah terdampak banjir.

“Mungkin karena kurang istirahat, pola makan tidak terkontrol, dan kebersihan tangan yang kurang terjaga,” jelasnya.

Meski tekanan pelayanan di IGD cukup tinggi, Arief memastikan kondisi rumah sakit masih terkendali. Ketersediaan ruang rawat inap dinilai aman berkat adanya perputaran pasien yang keluar dan masuk.

“Alhamdulillah, ruangan rawat inap masih aman. Ada pergeseran pasien, ada yang pulang lalu diisi lagi. Tidak sampai stuck,” tegasnya.

Saat ini, manajemen RSUD Raza Martapura terus melakukan pemantauan dan penelusuran data pasien, termasuk alamat tempat tinggal, untuk memastikan sejauh mana lonjakan kasus berkaitan langsung dengan dampak banjir.

“Untuk memastikan itu, memang perlu penelusuran lebih dalam lagi,” pungkas Arief.

Berita Terkait

Dedikasi Petugas Keamanan Diapresiasi, RSUD Ratu Zalecha Dorong Budaya Kerja Profesional
Lebih dari 200 Pelamar Berebut 41 Formasi Pegawai BLUD di RSUD Ratu Zalecha
14.235 Rekam Medis Kedaluwarsa Dimusnahkan, RSUD Ratu Zalecha Perkuat Tata Kelola Arsip
RDP dengan DPRD, RSUD Ratu Zalecha Paparkan Strategi Atasi Antrean Pasien
Bahaya Penggunaan Antibiotik Sembarangan, Apoteker RSUD Raza Ingatkan Risiko Kekebalan Obat
Poli Forensik Pertama di Kalsel Resmi Dibuka di RSUD Ratu Zalecha
RSUD Ratu Zalecha Raih Nilai 79,99 dari Ombudsman RI, Bukti Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
Obat Amoxicillin Tak Lagi Bisa Dibeli Bebas, RSUD Raza Ingatkan Risiko Resistensi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:43 WITA

Dedikasi Petugas Keamanan Diapresiasi, RSUD Ratu Zalecha Dorong Budaya Kerja Profesional

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:10 WITA

Lebih dari 200 Pelamar Berebut 41 Formasi Pegawai BLUD di RSUD Ratu Zalecha

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:34 WITA

14.235 Rekam Medis Kedaluwarsa Dimusnahkan, RSUD Ratu Zalecha Perkuat Tata Kelola Arsip

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:17 WITA

RDP dengan DPRD, RSUD Ratu Zalecha Paparkan Strategi Atasi Antrean Pasien

Senin, 11 Mei 2026 - 19:33 WITA

Bahaya Penggunaan Antibiotik Sembarangan, Apoteker RSUD Raza Ingatkan Risiko Kekebalan Obat

Kamis, 2 April 2026 - 17:15 WITA

Poli Forensik Pertama di Kalsel Resmi Dibuka di RSUD Ratu Zalecha

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:29 WITA

RSUD Ratu Zalecha Raih Nilai 79,99 dari Ombudsman RI, Bukti Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:45 WITA

Obat Amoxicillin Tak Lagi Bisa Dibeli Bebas, RSUD Raza Ingatkan Risiko Resistensi

Berita Terbaru

Advetorial

Meriahkan HUT RI Ke-81, Imigrasi Batulicin Gelar Fun Walk

Senin, 17 Agu 2026 - 19:19 WITA

Advetorial

Meriahkan HUT RI Ke-81, Imigrasi Batulicin Gelar Fun Walk

Senin, 17 Agu 2026 - 19:15 WITA