RDP dengan DPRD, RSUD Ratu Zalecha Paparkan Strategi Atasi Antrean Pasien

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Keluhan masyarakat terkait antrean panjang dan lamanya waktu tunggu pelayanan di RSUD Ratu Zalecha Martapura menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dan manajemen rumah sakit, Jumat (5/6/2026).

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, menyatakan pihaknya terus melakukan pembenahan sistem pelayanan, khususnya dalam pengelolaan antrean pasien agar lebih efektif dan efisien.

Menurut Arief, salah satu solusi yang tengah dioptimalkan adalah penggunaan layanan pendaftaran online bagi pasien yang sebelumnya pernah mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

“Kami sedang menyusun manajemen antrean yang lebih baik. Harapannya penggunaan pendaftaran online semakin meningkat sehingga pengaturan pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien,” ujar Arief.

Ia mengungkapkan, saat ini tingkat pemanfaatan layanan pendaftaran online masih berada di kisaran 40 persen. Sebagian besar pasien masih memilih mendaftar langsung saat datang ke rumah sakit.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pasien. Pasalnya, pasien yang melakukan pendaftaran secara online sehari sebelumnya otomatis telah memperoleh nomor antrean lebih awal dibandingkan pasien yang baru mendaftar secara langsung pada hari pelayanan.

Baca Juga :  Peringati HKN ke-60, RSUD Raza Martapura Gelar Berbagai Lomba Olahraga

Arief menjelaskan, banyak pasien yang datang sejak pagi berharap segera dilayani, padahal sistem telah mengatur prioritas berdasarkan nomor antrean yang diperoleh saat pendaftaran.

“Sering kali pasien datang pagi hari dan berharap langsung mendapatkan pelayanan. Padahal pasien yang mendaftar online sejak sehari sebelumnya sudah lebih dahulu masuk dalam sistem antrean,” jelasnya.

Selain memberikan kepastian nomor antrean, sistem pendaftaran online juga memungkinkan rumah sakit mengatur jadwal kedatangan pasien sesuai estimasi waktu pelayanan.

Dengan demikian, pasien tidak perlu datang terlalu dini dan menunggu dalam waktu lama.

“Melalui pendaftaran online, pasien bisa mengetahui perkiraan jam pelayanan sehingga tidak perlu menunggu berjam-jam di rumah sakit,” tambahnya.

Untuk meningkatkan penggunaan layanan digital tersebut, RSUD Ratu Zalecha secara rutin mengirimkan pesan pengingat melalui aplikasi WhatsApp kepada pasien setelah selesai berobat.

Petugas juga terus memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan aplikasi pendaftaran online.

Baca Juga :  Kabupaten Tanah Bumbu Luncurkan Program Makan Sehat Bergizi

Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama bagi masyarakat lanjut usia dan warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses internet.

Karena itu, RSUD Ratu Zalecha berupaya menggandeng Dinas Kesehatan, pemerintah desa, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas sosialisasi layanan pendaftaran online kepada masyarakat.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan ini,” kata Arief.

Selain itu, rumah sakit juga tengah menyiapkan mekanisme khusus bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang rutin menjalani kontrol.

Nantinya, pasien dapat langsung didaftarkan untuk kunjungan berikutnya sebelum meninggalkan rumah sakit.

Dengan skema tersebut, pasien hanya perlu menunggu pemberitahuan jadwal kontrol selanjutnya tanpa harus kembali melakukan proses pendaftaran dari awal.

Arief menegaskan, optimalisasi layanan pendaftaran online merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kepadatan antrean di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Tujuan kami adalah memberikan kepastian pelayanan, mengurangi antrean, dan mencegah penumpukan pasien di rumah sakit,” pungkasnya.

Berita Terkait

Laka Pikap Libatkan Mahasiswa di Jalur Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Pemkab Tanggung Biaya Evakuasi
Pokdarwis Tanah Bumbu Dilatih Tingkatkan Kualitas Layanan dan Promosi Wisata
Ali Syahbana Soroti Diskualifikasi Atlet O2SN, Desak Evaluasi Sistem Verifikasi Peserta
MTQN Ke-19 Karang Bintang Resmi Dibuka, Usung Tema “Bumikan Al-Qur’an Raih Keberkahan”
Bupati Andi Rudi Latif Dorong Produktivitas Petani dan Petambak Lewat Pengaspalan Jalan di Desa Sepunggur
Perkuat Keamanan Siber, Diskominfosp Tanbu Gelar Bimtek Penanganan Web Defacement
Hari Mangrove Sedunia 2026, Tanah Bumbu Tanam Mangrove untuk Generasi Mendatang
Tanah Bumbu Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Wujudkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:07 WITA

Laka Pikap Libatkan Mahasiswa di Jalur Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Pemkab Tanggung Biaya Evakuasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WITA

Pokdarwis Tanah Bumbu Dilatih Tingkatkan Kualitas Layanan dan Promosi Wisata

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:14 WITA

Ali Syahbana Soroti Diskualifikasi Atlet O2SN, Desak Evaluasi Sistem Verifikasi Peserta

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:58 WITA

MTQN Ke-19 Karang Bintang Resmi Dibuka, Usung Tema “Bumikan Al-Qur’an Raih Keberkahan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:57 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Produktivitas Petani dan Petambak Lewat Pengaspalan Jalan di Desa Sepunggur

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WITA

Perkuat Keamanan Siber, Diskominfosp Tanbu Gelar Bimtek Penanganan Web Defacement

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WITA

Hari Mangrove Sedunia 2026, Tanah Bumbu Tanam Mangrove untuk Generasi Mendatang

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:51 WITA

Tanah Bumbu Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Wujudkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Berita Terbaru