Martapura, matarakyat.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mulai memperkuat persiapan pelayanan kesehatan untuk menghadapi pelaksanaan
kegiatan rutin malam senin yang berdekatan dengan 5 rajab KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.
Persiapan dilakukan lebih awal mengingat jumlah jemaah diperkirakan kembali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait untuk mematangkan operasional dan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung
“Ini merupakan rapat koordinasi tentang bagaimana nanti pelaksanaan operasional dan pelayanan kesehatan. Walaupun tanggal pelaksanaannya masih belum ditetapkan, kami harus melakukan persiapan terlebih dahulu, sekitar dua sampai tiga bulan sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, persiapan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, peningkatan jumlah jemaah menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan pelayanan kesehatan harus dipersiapkan lebih matang.
“Sekarang sudah bulan Oktober. Artinya, sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan kegiatan, persiapan harus sudah dilakukan. Polanya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi karena jumlah jemaah diperkirakan bertambah, kami harus menyiapkan kebutuhan lebih banyak,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai unsur pelayanan kesehatan dan instansi terkait. Noor menyebut sekitar 150 instansi turut diundang dalam pembahasan persiapan tersebut.
Di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten/kota, rumah sakit pemerintah maupun swasta se-Kalimantan Selatan, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Banyak yang hadir pada hari ini juga menyatakan kesiapan untuk menjadi relawan dalam kegiatan tersebut,” tuturnya.
Sebagai daerah yang menjadi tuan rumah, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga akan menambah persediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai dibandingkan persiapan tahun sebelumnya.
Dia mengatakan peningkatan stok tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bertambahnya jumlah jemaah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Karena jumlah jemaah bertambah, kami harus siap dengan obat-obatan. Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Banjar sebagai tuan rumah, akan menyiapkan lebih banyak dibandingkan tahun kemarin,” katanya.
Selain obat-obatan, Dinkes Banjar juga mempersiapkan berbagai bahan medis habis pakai serta kebutuhan pendukung pelayanan kesehatan lainnya.
Persediaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan selama rangkaian kegiatan haul berlangsung.
Dia menambahkan, persiapan pelayanan kesehatan juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai koordinator di tingkat provinsi.
Menurut dia, dukungan tersebut penting karena pengamanan kesehatan dalam kegiatan yang dihadiri massa dalam jumlah besar membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
“Dinas Kesehatan Provinsi tentunya selaku induk kami pasti mendukung. Bagaimana memitigasi dan mengoordinasikan seluruh jajaran, termasuk unsur-unsur terkait lainnya,” jelasnya.
Ia menyebut koordinasi juga akan melibatkan berbagai unsur, termasuk rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, TNI, serta unsur lainnya yang diperlukan untuk mendukung pelayanan dan mitigasi kesehatan.
Selain koordinasi personel, Dinas Kesehatan Provinsi juga diharapkan membantu menyiapkan obat-obatan dan logistik kesehatan untuk mendukung operasional pelayanan di lapangan.
“Dinas Kesehatan Provinsi juga menyiapkan obat-obatan dan hal-hal yang berkaitan dengan logistik kesehatan untuk mendukung operasional layanan,” pungkasnya.






