Ali Syahbana Soroti Tingginya Kasus HIV di Kabupaten Banjar: “Jawab dengan Edukasi, Bukan Stigma”

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id — Anggota DPRD Kabupaten Banjar, M. Ali Syahbana, menyampaikan keprihatinannya terhadap masih tingginya kasus HIV di wilayah setempat.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus disikapi dengan edukasi yang tepat, bukan dengan mengucilkan para penyintas.

Sebagai Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banjar, Ali Syahbana menekankan bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap memiliki hak dan martabat yang sama sebagai warga negara.

Menurutnya, dalam ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, ODHA dipandang sebagai orang sakit yang tengah diuji, sehingga masyarakat wajib membantu, merawat, serta menjaga kehormatannya.

“Menghakimi dan memberi cap buruk justru bertentangan dengan prinsip kasih sayang dan perintah agama untuk menjenguk serta menjaga aib sesama,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Ia menambahkan, sekalipun beberapa kasus berawal dari perilaku berisiko, hal tersebut menjadi urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya, sementara tugas sosial masyarakat adalah mencegah penularan dan memberi ruang bagi penyintas untuk berubah melalui pendekatan yang manusiawi.

Baca Juga :  Dua Aduan Dilayangkan ke Inspektorat Banjar, Warga Soroti Bantuan Beras dan Anggaran Desa

Ali Syahbana juga menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan, makan bersama, atau hidup bertetangga.

Karena itu, tidak ada alasan rasional untuk menghindari ODHA. Menurutnya, stigma yang muncul di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan komunitas hanya akan membuat orang takut memeriksakan diri maupun menjalani pengobatan.

“Stigma menyebabkan kasus tidak terdeteksi sejak dini. Ini berbahaya karena justru memperbesar potensi penularan di masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif menyasar kelompok berisiko seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan kelompok lainnya melalui pendekatan persuasif dan menjaga kerahasiaan identitas.

Pelatihan bagi tenaga kesehatan dan petugas lapangan juga dinilai penting agar penjangkauan dilakukan secara humanis tanpa bahasa yang menghakimi.

Baca Juga :  700 Jamaah Laksanakan Ziarah Kubra, Ali Syahbana: Momentum Pererat Tradisi Keagamaan Banua

Selain itu, ia mengusulkan lahirnya regulasi daerah yang memberikan payung hukum bagi layanan ramah kelompok kunci, penguatan anggaran untuk tes dan terapi ARV, hingga aturan internal fasilitas kesehatan dan sekolah yang melarang tindakan diskriminatif.

Mengakhiri pernyataannya, Ali Syahbana mengajak berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, adat, organisasi pemuda, hingga lembaga pendidikan untuk menjadikan penanggulangan HIV sebagai gerakan kolektif.

“Jihad yang kita butuhkan hari ini adalah jihad melawan ketidaktahuan, rasa takut, dan perilaku tidak bertanggung jawab, bukan memerangi orang yang sedang sakit,” tegasnya.

Ia optimistis bahwa dengan sinergi antara pendekatan kesehatan, sosial, regulasi yang tepat, dan dakwah humanis, Kabupaten Banjar dapat menekan laju penambahan kasus HIV sekaligus memastikan para penyintas tetap hidup bermartabat.

Berita Terkait

PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus
PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’
Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar
Pertanyaan Hakim soal Pencabutan Laporan Warnai Sidang Dugaan Pemalsuan Surat Tanah
Panen Raya di Beruntung Baru, Tani Merdeka Optimistis Banjar Kembali Jadi Sentra Padi Terbesar di Kalsel
Peringati Hari Anak Nasional, ICONNET Gelar “Goes to School” di Tiga Provinsi Kalimantan
Bambang Heri Purnama Tanggung Biaya Kepulangan 36 Jemaah Umrah Kalsel yang Terlantar di Arab Saudi
PLN Icon Plus Edukasi Energi Bersih dan Tanam Pohon Bersama Siswa SMKN 1 Martapura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:06 WITA

PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42 WITA

PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:51 WITA

Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Pertanyaan Hakim soal Pencabutan Laporan Warnai Sidang Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Panen Raya di Beruntung Baru, Tani Merdeka Optimistis Banjar Kembali Jadi Sentra Padi Terbesar di Kalsel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:04 WITA

Peringati Hari Anak Nasional, ICONNET Gelar “Goes to School” di Tiga Provinsi Kalimantan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Bambang Heri Purnama Tanggung Biaya Kepulangan 36 Jemaah Umrah Kalsel yang Terlantar di Arab Saudi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:59 WITA

PLN Icon Plus Edukasi Energi Bersih dan Tanam Pohon Bersama Siswa SMKN 1 Martapura

Berita Terbaru

Pemkab Banjar

SAPPA BANJAR Dorong Kesadaran Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:53 WITA