Martapura, matarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengurus dan melengkapi dokumen administrasi kependudukan.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui inovasi SAPPA BANJAR, yang merupakan singkatan dari Sosialisasi, Edukasi, dan Peningkatan Pemahaman Administrasi Kependudukan Warga Banjar.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Banjar, Hayatun Nupus, SSTP., M.M., mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya administrasi kependudukan.
“Tujuan inovasi ini memang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang administrasi kependudukan,” ujar Hayatun Nupus.
Menurutnya, meningkatnya pemahaman masyarakat diharapkan berdampak terhadap semakin tertibnya kepemilikan dokumen kependudukan. Masyarakat diharapkan mengetahui berbagai dokumen yang harus dimiliki serta memahami tata cara pengurusannya.
“Jadi, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kepemilikan dokumen kependudukan bisa semakin meningkat. Misalnya, masyarakat semakin memahami bagaimana mengurus akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga, KTP, dan dokumen lainnya,” jelasnya.
Sosialisasi Menyasar Kecamatan hingga Desa
Hayatun menjelaskan, SAPPA BANJAR dilaksanakan melalui sejumlah metode. Salah satunya dengan sosialisasi secara langsung di tingkat kecamatan.
Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelayanan dan kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat.
Peserta sosialisasi antara lain berasal dari pemerintah desa, puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), PKK, sekolah, serta unsur pendidikan di wilayah kecamatan. Aparatur desa dan aparatur kecamatan juga turut dilibatkan.
Selain di tingkat kecamatan, sosialisasi juga dilaksanakan secara langsung di desa-desa.
“Kalau di desa, kami mengundang seluruh tokoh masyarakat, aparatur desa, kemudian PKK desa. Jadi, pendekatannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di desa,” katanya.
Menurut Hayatun, pelibatan berbagai unsur masyarakat tersebut penting agar informasi mengenai administrasi kependudukan dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.
Manfaatkan Media Sosial
Tidak hanya melalui pertemuan tatap muka, Disdukcapil Kabupaten Banjar juga memanfaatkan media digital untuk menyosialisasikan informasi administrasi kependudukan.
Informasi mengenai pelayanan dan administrasi kependudukan disampaikan melalui situs resmi Disdukcapil serta berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
Dengan memanfaatkan media sosial, masyarakat dapat memperoleh informasi tanpa harus selalu mengikuti sosialisasi secara langsung.
Hayatun menyebut inovasi SAPPA BANJAR mulai dilaksanakan pada 2025 dan hingga kini masih terus berlanjut.
“Inovasi ini dimulai pada tahun 2025 dan sampai sekarang masih berlanjut,” ujarnya.
Puluhan Kali Sosialisasi Langsung
Dalam pelaksanaannya, SAPPA BANJAR telah menjangkau masyarakat melalui sosialisasi langsung di tingkat kecamatan dan desa.
Hayatun menyebut, sepanjang 2025, kegiatan sosialisasi secara langsung telah dilaksanakan sebanyak 15 kali.
Sementara pada 2026, hingga saat ini telah dilakukan sekitar 14 kali kegiatan sosialisasi secara langsung.
“Untuk tahun 2025, sosialisasi secara langsung ke desa dan kecamatan sudah sebanyak 15 kali. Kemudian pada 2026 ini sekitar 14 kali,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Disdukcapil Kabupaten Banjar akan terus melanjutkan inovasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi administrasi kependudukan masyarakat.
Melalui SAPPA BANJAR, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya dokumen kependudukan serta lebih aktif mengurus dokumen sesuai dengan peristiwa kependudukan yang dialami.
Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap administrasi kependudukan di Kabupaten Banjar diharapkan terus meningkat dan berdampak pada semakin tertibnya data serta dokumen kependudukan.






