Diduga Jarang Terlihat di Lokasi, Kinerja Kepala SPPG Dipertanyakan

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 07:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanggung jawab Yayasan Nurul Hijrah, Edy Setyo Utomo.

Penanggung jawab Yayasan Nurul Hijrah, Edy Setyo Utomo.

Banjarbaru, matarakyat.co.id – Penghentian sementara operasional Dapur SPPG Landasan Ulin Barat 1 di kawasan Ponpes Nurul Hijrah, Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tidak hanya menyisakan persoalan teknis, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap tata kelola internal.

Sejak dapur tersebut disuspensi pada 31 Maret 2026, puluhan pekerja dilaporkan kehilangan sumber penghasilan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sebagian posisi struktural yang disebut masih tetap menerima gaji.

Akuntan SPPG Landasan Ulin Barat 1, M Fajar Maulana, mengungkapkan bahwa setidaknya 48 karyawan dan relawan terdampak langsung akibat penghentian operasional tersebut.

“Pendapatan karyawan dan relawan itu bergantung pada aktivitas dapur. Ketika operasional dihentikan, otomatis hak mereka juga tidak terpenuhi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, skema penggajian memang berbeda antara pekerja operasional dan tenaga yang berada dalam struktur tertentu. Ia menyebut, beberapa posisi seperti kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi tetap memperoleh penghasilan karena bersumber dari pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga :  Pembekalan 48 CPNS Kementerian ATR/BPN di Kalsel

Di tengah kondisi tersebut, muncul kritik dari pihak yayasan terkait efektivitas kepemimpinan di dapur tersebut.

Penanggung jawab Yayasan Nurul Hijrah, Edy Setyo Utomo, menilai peran kepala SPPG belum berjalan optimal sejak awal beroperasi.

“Kalau dihitung, dalam sebulan hanya beberapa kali datang. Itu pun tidak lama. Padahal fungsi pengawasan seharusnya melekat penuh,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan standar operasional yang mengharuskan kepala SPPG terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari persiapan hingga distribusi makanan.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan laporan resmi kepada BGN sejak Februari 2026.

Upaya koordinasi, termasuk rencana mediasi, disebut sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil konkret.

Baca Juga :  Atasi Kelebihan Kapasitas, Lapas Batulicin Pindahkan 13 Narapidana

“Kami sudah menempuh jalur komunikasi, bahkan sampai ke pusat. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan tindak lanjut,” katanya.

Di sisi lain, situasi ini dinilai semakin memperberat beban tim di lapangan. Tanpa kehadiran pimpinan secara maksimal, sejumlah tugas operasional disebut harus ditangani oleh tim pendukung.

“Selama ini lebih banyak ditangani oleh asisten di lapangan. Padahal idealnya ada pengawasan langsung,” tambah Fajar.

Pihak yayasan berharap adanya evaluasi menyeluruh dari instansi terkait, tidak hanya pada aspek teknis seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi alasan penghentian operasional, tetapi juga pada sistem manajemen dan sumber daya manusia.

Hingga saat ini, proses perbaikan IPAL masih berlangsung. Sementara itu, para pekerja yang terdampak masih menunggu kepastian kapan dapur dapat kembali beroperasi dan aktivitas ekonomi mereka pulih kembali.

Berita Terkait

Ancam Izin Tambang Tak Terbit, ASN ESDM Kalsel Diduga Kantongi Rp1,2 Miliar
Teror Begal Payudara Hantui Perempuan di Banjar, DPRD Kalsel Minta Polisi Bergerak Cepat
Julong Group Region Kalimantan Selatan Salurkan 19 Ekor Sapi Qurban untuk Karyawan dan Masyarakat Ring 1
Ali Syahbana: Trust Jadi Kunci Utama UMKM Bertahan di Era Digital
Anggota DPRD Banjar Diperiksa Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah
Babeh Aldo Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kalsel
Kejati Kalsel Apresiasi Inovasi Penanganan Perkara Kejari Banjar
Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolda Kalsel Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 18:04 WITA

Ancam Izin Tambang Tak Terbit, ASN ESDM Kalsel Diduga Kantongi Rp1,2 Miliar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:31 WITA

Teror Begal Payudara Hantui Perempuan di Banjar, DPRD Kalsel Minta Polisi Bergerak Cepat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:13 WITA

Julong Group Region Kalimantan Selatan Salurkan 19 Ekor Sapi Qurban untuk Karyawan dan Masyarakat Ring 1

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:54 WITA

Ali Syahbana: Trust Jadi Kunci Utama UMKM Bertahan di Era Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 19:25 WITA

Anggota DPRD Banjar Diperiksa Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:15 WITA

Babeh Aldo Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:02 WITA

Kejati Kalsel Apresiasi Inovasi Penanganan Perkara Kejari Banjar

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:07 WITA

Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolda Kalsel Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri

Berita Terbaru

Desa Awang Bangkal Barat

Stunting di Awang Bangkal Barat Turun Jadi 26 Persen, Pemdes Targetkan Nol Kasus

Senin, 8 Jun 2026 - 14:48 WITA