Serangan Kera Liar di Perbatasan Aluh Aluh–Beruntung Baru Makan 10 Korban, Warga Ketakutan

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjar, matarakyat.co.id – Serangan kera liar di wilayah perbatasan Kecamatan Aluh Aluh dan Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, makin meresahkan.

Hingga Rabu (3/12/2025), jumlah korban bertambah menjadi 10 orang.

Mereka terdiri dari lima warga Aluh Aluh dan lima warga Beruntung Baru.

Para korban mengalami luka gigitan hingga cakaran dan sebagian harus mendapat jahitan di fasilitas kesehatan.

Camat Aluh Aluh, Aditya Yudi Dharma, menjelaskan bahwa lonjakan kasus tersebut mendorong pemerintah kecamatan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait.

Pertemuan itu melibatkan BKSDA Kalimantan Selatan, Animal Rescue Banjarmasin, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Dinas Peternakan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Tak hanya itu, rapat lanjutan juga dilakukan bersama Camat Beruntung Baru, jajaran Forkopimcam, puskesmas, dan para pembakal dari desa-desa yang terdampak serangan kera liar.

Baca Juga :  Pembakal se-Aranio Datangi DPRD Banjar, Desak Kejelasan SK APL yang Tak Kunjung Terbit

Dari hasil pertemuan, disepakati pembentukan tim gabungan serta pendirian dua posko penanganan, masing-masing di wilayah perbatasan dua kecamatan tersebut.

Lokasi dipilih berdasarkan area paling rawan karena seluruh korban tercatat berada di sekitar perbatasan.

“Masyarakat sekarang benar-benar khawatir. Kera liar ini menyerang secara tiba-tiba, bahkan ketika warga sedang santai. Akhirnya mereka berjaga siang dan malam,” ujar Aditya.

Ia menyebut upaya penanganan langsung di lapangan baru bisa dimulai pada Jumat (5/12/2025).

Pasalnya, penangkapan membutuhkan tenaga ahli dan peralatan khusus yang hanya dimiliki tim Animal Rescue Banjarmasin.

“Petugas Animal Rescue baru bisa turun pada hari Jumat. Aparat kecamatan, desa, dan polisi tidak punya alat untuk menjebak atau menangkap hewan liar tersebut. Jadi, kita menunggu kedatangan mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Jejak Kronologi Kasus Redho, Dari Cekcok hingga Meninggal di Sungai

Penanganan rencananya dilakukan dengan memasang jebakan khusus yang akan dilengkapi umpan kera betina untuk memancing satwa agresif tersebut.

Sembari menunggu langkah teknis, desa-desa terdampak telah diminta siaga penuh selama 24 jam di posko masing-masing guna memantau pergerakan hewan.

Aditya menambahkan, semula pihak kecamatan mencatat delapan korban, namun data dari puskesmas menunjukkan total korban kini menjadi sepuluh orang.

“Dua korban tambahan belum kami cek langsung. Nanti tim akan memastikan di lapangan,” katanya.

Puskesmas juga telah diminta menyiapkan vaksin dan obat-obatan untuk mengantisipasi adanya risiko rabies dari gigitan satwa liar itu.

Berita Terkait

Babeh Aldo Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kalsel
Kejati Kalsel Apresiasi Inovasi Penanganan Perkara Kejari Banjar
Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolda Kalsel Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri
Grand Qin Hotel Banjarbaru Pererat Sinergi dengan Media, Luncurkan Deretan Promo Kuliner Terbaru
Kejari Banjar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying kepada Siswa SMP
Fenomena Merasa Paling Benar Picu Konflik Sosial, Ini Penjelasannya Menurut Tokoh LDNU Banjar
HIPMI Banjar Genjot Legalitas dan Akses Modal untuk Dorong Pengusaha Naik Kelas
Balap Liar di Depan Kantor Bupati Banjar Viral di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:15 WITA

Babeh Aldo Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kalsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:07 WITA

Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolda Kalsel Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:19 WITA

Grand Qin Hotel Banjarbaru Pererat Sinergi dengan Media, Luncurkan Deretan Promo Kuliner Terbaru

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:22 WITA

Kejari Banjar Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying kepada Siswa SMP

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:57 WITA

Fenomena Merasa Paling Benar Picu Konflik Sosial, Ini Penjelasannya Menurut Tokoh LDNU Banjar

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:45 WITA

HIPMI Banjar Genjot Legalitas dan Akses Modal untuk Dorong Pengusaha Naik Kelas

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:05 WITA

Balap Liar di Depan Kantor Bupati Banjar Viral di Media Sosial

Minggu, 26 April 2026 - 17:25 WITA

Gerindra Banjar Salurkan Bantuan untuk Warga Paramasan Bawah yang Viral di Media Sosial

Berita Terbaru

Imigrasi Batulicin

Pembukaan MPP Tanah Bumbu, Pendekatan Pelayanan Kepada Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:23 WITA