Martapura, matarakyat.co.id – Desa Pasayangan Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, merupakan salah satu desa yang memiliki perjalanan sejarah panjang serta karakter masyarakat yang lekat dengan nilai sosial, budaya dan keagamaan.
Berada di kawasan Martapura, desa ini tumbuh dari perkembangan wilayah Pasayangan yang sejak dahulu dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman masyarakat Banjar.
Dilansir dari Wikipedia, Selasa (18/8/2026). Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pembangunan, muncul gagasan dari para tokoh masyarakat untuk membentuk wilayah pemerintahan tersendiri.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan pada 1978 dengan berdirinya Desa Pasayangan Barat. Nama Pasayangan Barat diambil dari wilayah asalnya, yakni Pasayangan.
Secara historis, penamaan Pasayangan juga tidak terlepas dari karakter masyarakatnya. Kehidupan warga yang dikenal ramah, santun dan memiliki perhatian terhadap pendidikan agama menjadi bagian dari identitas sosial yang berkembang di kawasan tersebut.
Wilayah Strategis di Kecamatan Martapura
Pasayangan Barat memiliki luas wilayah sekitar 54 hektare. Secara administratif, desa ini terdiri atas empat Rukun Tetangga (RT) dan dua Rukun Warga (RW).
Posisinya yang berada di kawasan Martapura membuat Pasayangan Barat berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah penting.
Di sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Pasayangan, sebelah selatan dengan Kelurahan Keraton, sebelah barat dengan Desa Pasayangan Selatan, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Desa Sungai Sipai.
Kondisi geografis Pasayangan Barat didominasi dataran rendah. Karakter wilayah tersebut turut memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama ketika musim penghujan tiba. Banjir musiman menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat dari tahun ke tahun.
Namun, kondisi geografis tersebut juga memberikan keuntungan bagi sektor pertanian dan perikanan. Sebagian wilayah desa dimanfaatkan sebagai lahan persawahan dan perkebunan.
Pertanian dan Perikanan Jadi Potensi Masyarakat
Sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat Pasayangan Barat. Padi menjadi salah satu hasil utama dari aktivitas pertanian warga.
Selain pertanian, sektor perikanan juga menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat.
Kondisi wilayah yang memiliki lahan dan lingkungan yang mendukung membuat usaha perikanan turut berkembang sebagai sumber penghasilan warga.
Di tengah perkembangan kawasan perkotaan Martapura, Pasayangan Barat masih mempertahankan karakter kehidupan masyarakat yang tidak sepenuhnya bergantung pada sektor pertanian.
Sejumlah warga mengembangkan usaha di bidang perdagangan dan jasa. Di antaranya usaha penggosokan intan, perdagangan, perbengkelan hingga menjadi pekerja di sektor konstruksi.
Keberagaman mata pencaharian tersebut menunjukkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat Pasayangan Barat terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Memiliki Jejak Kepemimpinan Sejak 1978
Sejak resmi berdiri pada 1978, Desa Pasayangan Barat telah melalui sejumlah periode kepemimpinan pemerintahan desa.
Berdasarkan catatan sejarah desa, Ahmad Ismail tercatat menjadi pemimpin pertama Pasayangan Barat pada periode 1978 hingga 1983. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Abdurrahman pada 1983 hingga 2002.
Setelah itu, Bahruddin Zaini memimpin pada 2002–2007, kemudian Abu Bakar Bahasyim pada 2007–2013. Selanjutnya, Syaibatul Hamdi menjabat pada periode 2013–2019.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Pasayangan Barat dalam membangun pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Menjaga Identitas, Menatap Masa Depan
Sebagai desa yang berada di kawasan strategis Kecamatan Martapura, Pasayangan Barat menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam perkembangan wilayah.
Di satu sisi, desa perlu menjaga karakter sosial dan budaya masyarakat yang telah terbentuk sejak lama.
Di sisi lain, perkembangan kawasan perkotaan menuntut desa untuk terus meningkatkan pelayanan, perekonomian dan kualitas sumber daya masyarakat.
Dengan potensi pertanian, perikanan, perdagangan dan jasa yang dimiliki, Pasayangan Barat mempunyai modal sosial dan ekonomi untuk terus berkembang.
Sejarah panjang sejak 1978 menjadi pijakan bagi masyarakat Pasayangan Barat untuk melanjutkan pembangunan desa, sekaligus mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Pasayangan Barat bukan sekadar wilayah administratif di Kecamatan Martapura.
Desa ini merupakan bagian dari perjalanan sejarah kawasan Martapura yang terus bergerak, tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar budaya serta kehidupan masyarakatnya.






