Festival Kuliner Tradisional, Hadirkan Nostalgia Rasa dan Budaya

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2025 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batulicin, matarakyat.co.id – Desa Wisata Agro Technopark Desa Batulicin Irigasi menggelar Festival Kuliner Tradisional. Bertempat di samping Kantor Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Minggu (09/02/25).

Festival yang digelar sebulan sekali tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung dan wisatawan lokal.

Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi, menjelaskan bahwa festival ini mengusung konsep jajanan jaman dulu (jadul) atau makanan tradisional yang sudah jarang ditemukan di zaman modern.

Guna memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus menjadi daya tarik bagi Desa Batulicin Irigasi sebagai desa wisata.

Supriyadi menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai tradisi serta mempertahankan keluhuran budaya desa yang kaya akan kearifan lokal. Dengan menggandeng para pelaku UMKM dan masyarakat setempat, festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai masakan tradisional khas Desa Batulicin Irigasi kepada pengunjung.

“Kegiatan ini sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga tradisi, tetapi juga untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa, khususnya sektor kuliner,” kata Supriyadi.

Dalam festival tersebut, para penjual juga mengenakan pakaian adat ikonik masing-masing dan menggunakan caping (topi tradisional) yang semakin menambah nuansa kearifan lokal.

Baca Juga :  Siap Ukir Prestasi, Bupati Andi Rudi Latif Lepas Kontingen Tanah Bumbu Menuju PORPROV XII Kalsel

Penampilan mereka semakin memperkuat kesan tradisional dan memperkenalkan budaya setempat dengan cara yang menyenangkan bagi pengunjung.

Selain itu, transaksi pada festival kuliner ini menggunakan mata uang unik, yaitu koin yang terbuat dari kayu, menggantikan mata uang rupiah.

Koin tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

“Koin kayu ini memberikan kesan yang lebih autentik dan menambah nilai unik dari festival ini,” ujar Supriyadi.

Tak hanya kuliner, festival ini juga dimeriahkan dengan gelaran sinden yang diiringi oleh gamelan lengkap.

Penampilan musik tradisional ini semakin menambah nuansa pedesaan pada jaman dahulu, menciptakan suasana nostalgia yang mengingatkan pengunjung pada kekayaan budaya masa lalu.

Gelaran sinden dan gamelan menjadi hiburan yang menambah daya tarik festival, membawa pengunjung merasakan atmosfer desa yang kental dengan tradisi.

Festival Kuliner Tradisional ini juga mengusung tema ramah lingkungan. Setiap penyajian makanan dilakukan dengan meminimalkan penggunaan kemasan plastik, bahkan ke depannya, pihak penyelenggara berencana untuk menghilangkan sepenuhnya penggunaan kemasan plastik.

Baca Juga :  Tanah Bumbu Gelar Pelatihan JITUPASNA, Siapkan SDM Andal untuk Fase Pascabencana

Program ini diharapkan dapat mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menambah daya tarik festival bagi pengunjung yang semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Vera Malinda, salah satu pengunjung, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam festival ini. Bisa merasakan kembali berbagai macam jajanan jadul yang mengingatkan saya pada masa kecil. Semoga festival ini bisa lebih meriah kedepannya dan terus mendukung perekonomian lokal,” ujar Vera.

Selain kuliner tradisional, Desa Wisata Agro Technopark Batulicin Irigasi juga menawarkan berbagai tempat menarik lainnya. Pengunjung dapat menikmati outbound, camping ground, taman yang asri, kolam pemancingan, serta warung UMKM yang menyajikan berbagai produk lokal.

Ke depannya, Desa Wisata ini berencana untuk terus menyempurnakan program-program yang ada, dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman wisata. Agar dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi ekonomi masyarakat dan mendukung pelestarian budaya serta lingkungan. (Oliv/MR)

Berita Terkait

Tanah Bumbu Jalin MoU dengan KLH untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
RDP DPRD Banjar Bongkar Masalah RTH CBS Martapura, Irwan Bora: Jangan Sampai Taman Jadi Kubangan
DPRD Banjar Evaluasi Kontribusi Bank Kalsel, Kepemilikan Saham Daerah Dinilai Terendah
Polisi Amankan Kakak Kandung yang Perkosa Adik di Tanbu
Diduga Korban Kekerasan Seksual Bertahun-tahun oleh Kakak Kandung, Perempuan di Batulicin Lapor Polisi
Pemkab Tanah Bumbu Gelar Jalan Sehat, Dorong ASN Terapkan Pola Hidup Sehat
Pemkab Tanah Bumbu MoU dengan Ombudsman RI, Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
Pemkab Tanah Bumbu Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:16 WITA

Tanah Bumbu Jalin MoU dengan KLH untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:22 WITA

RDP DPRD Banjar Bongkar Masalah RTH CBS Martapura, Irwan Bora: Jangan Sampai Taman Jadi Kubangan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:51 WITA

DPRD Banjar Evaluasi Kontribusi Bank Kalsel, Kepemilikan Saham Daerah Dinilai Terendah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:11 WITA

Polisi Amankan Kakak Kandung yang Perkosa Adik di Tanbu

Senin, 2 Februari 2026 - 13:44 WITA

Diduga Korban Kekerasan Seksual Bertahun-tahun oleh Kakak Kandung, Perempuan di Batulicin Lapor Polisi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:55 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Jalan Sehat, Dorong ASN Terapkan Pola Hidup Sehat

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:53 WITA

Pemkab Tanah Bumbu MoU dengan Ombudsman RI, Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:38 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Berita Terbaru