Ali Syahbana Soroti Pentingnya Layanan Kesehatan Mental Usai Kasus Pembacokan di Sungai Pinang

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id Kasus pembacokan yang terjadi di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, menjadi perhatian berbagai pihak.

Peristiwa yang viral di media sosial itu turut mendapat sorotan dari pengamat sosial sekaligus praktisi pikiran bawah sadar, M Ali Syahbana.

Ali Syahbana menilai, tindakan kekerasan yang diduga dipicu tekanan batin dan gangguan emosi tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan kriminal semata.

Menurutnya, kondisi mental seseorang juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan, manusia memiliki dua sistem kendali utama, yakni pikiran sadar yang berhubungan dengan logika dan moral, serta pikiran bawah sadar yang berkaitan dengan emosi dan insting.

Baca Juga :  Fenomena Merasa Paling Benar Picu Konflik Sosial, Ini Penjelasannya Menurut Tokoh LDNU Banjar

Ketika tekanan hidup terus dipendam tanpa penanganan yang tepat, keseimbangan tersebut dapat terganggu.

“Dalam kondisi tertentu, pikiran bawah sadar bisa mengambil alih kendali tubuh secara otomatis,” ujar Ali Syahbana.

Menurutnya, fenomena munculnya bisikan atau dorongan internal sebelum seseorang melakukan tindakan ekstrem dapat terjadi akibat akumulasi tekanan psikologis yang tidak tersalurkan dengan baik. Ia mengibaratkan kondisi itu seperti bendungan yang terus menahan tekanan hingga akhirnya jebol.

Ali Syahbana juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banjar untuk menghadirkan layanan khusus yang berfokus pada kesehatan mental dan manajemen pikiran sehat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Helda Rina Serukan Penguatan Ketahanan Pangan di Hadapan Ribuan Massa di Jakarta

Program tersebut dinilai penting sebagai ruang konsultasi aman bagi warga yang mengalami tekanan hidup.

Ia menambahkan, edukasi mengenai pengelolaan stres dan kesehatan mental perlu diperluas agar masyarakat tidak memendam persoalan sendirian hingga memicu tindakan berbahaya.

Kasus pembacokan di Sungai Pinang sebelumnya viral setelah seorang pria diduga menyerang tiga orang menggunakan senjata tajam.

Dalam kejadian tersebut, satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara pelaku telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berita Terkait

Buser 690 Terima Bantuan Rp20 Juta, DPRD Banjar Desak Perusahaan Turun Tangan
Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid
DPRD Tanbu Soroti Persoalan Warga Desa Dadap Kusan Raya
Sarniah Tengahi dan Beri Solusi Persoalan Masyarakat Desa Dadap Kusan Raya
DPRD Tanbu Jadi Mediator Bagi Persoalan Kesempatan Kerja
DPRD Beri Apresiasi atas Kinerja Satresnarkoba Polres Tanbu
DPRD Tanbu Setujui Tiga Rancangan Perda Strategis
DPRD Tanbu Setujui RPAPBD Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Buser 690 Terima Bantuan Rp20 Juta, DPRD Banjar Desak Perusahaan Turun Tangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:14 WITA

Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid

Rabu, 23 September 2026 - 17:32 WITA

DPRD Tanbu Soroti Persoalan Warga Desa Dadap Kusan Raya

Selasa, 22 September 2026 - 15:28 WITA

Sarniah Tengahi dan Beri Solusi Persoalan Masyarakat Desa Dadap Kusan Raya

Selasa, 22 September 2026 - 10:20 WITA

DPRD Tanbu Jadi Mediator Bagi Persoalan Kesempatan Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 17:25 WITA

DPRD Beri Apresiasi atas Kinerja Satresnarkoba Polres Tanbu

Rabu, 16 September 2026 - 16:22 WITA

DPRD Tanbu Setujui Tiga Rancangan Perda Strategis

Rabu, 16 September 2026 - 10:17 WITA

DPRD Tanbu Setujui RPAPBD Tahun 2026

Berita Terbaru

Polres Banjar

Diduga Bakar Lahan Untuk Perluasan Area, Dua Pemilik Lahan Diamankan

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:30 WITA