LDNU Banjar Prihatin Video Asusila Sesama Jenis, Soroti Krisis Jati Diri Generasi Muda

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 19:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Maraknya peredaran video asusila sesama jenis di Kalimantan Selatan menuai keprihatinan dari berbagai kalangan.

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Banjar menilai fenomena tersebut bukan sekadar persoalan pelanggaran norma, melainkan mencerminkan krisis jati diri di kalangan generasi muda.

Sekretaris LDNU Kabupaten Banjar, M Ali Syahbana, menyampaikan bahwa penanganan persoalan semacam ini tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum.

Menurutnya, diperlukan upaya yang lebih mendalam berupa penguatan kesadaran spiritual dan pendidikan karakter agar generasi muda tidak kehilangan arah dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  14.235 Rekam Medis Kedaluwarsa Dimusnahkan, RSUD Ratu Zalecha Perkuat Tata Kelola Arsip

“Ketika seseorang gagal mengenali batas fitrahnya, perilaku menyimpang bisa dianggap wajar, apalagi jika terus mendapat ruang dan pembenaran di media sosial,” ujar M Ali Syahbana, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, dalam pandangan Islam, perilaku menyimpang kerap berakar dari dominasi hawa nafsu yang tidak terkendali.

Hal tersebut, kata dia, dapat dipetik dari kisah kaum Nabi Luth yang menjadi pelajaran tentang kehancuran moral akibat disorientasi batin dan nilai.

Baca Juga :  Pengamanan 5 Rajab, Dishub Banjar Matangkan Skema One Way dan Pembatasan Kendaraan Berat

Sebagai langkah preventif, M Ali mengusulkan adanya gerakan muhasabah atau refleksi diri yang sederhana dan mudah diterapkan.

Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas pemuda dan tempat kerja.

“Pertanyaannya sederhana, apakah yang saya lakukan hari ini masih dalam batas fitrah? Jika refleksi seperti ini dibiasakan, kesadaran diri akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Ia berharap pendekatan reflektif dan edukatif tersebut dapat menjadi benteng moral yang lebih kuat dibandingkan sekadar kecaman publik atau sanksi sosial semata.

Berita Terkait

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel
18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak
RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR
PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku
RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital
Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan
Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:53 WITA

Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat di HSS Dipersoalkan, LSM KAKI Datangi Kejati Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 11:03 WITA

18 Tahun Merasa Terdampak Tambang, Warga Rantau Bakula Desak Pemkab Banjar Bertindak

Selasa, 15 September 2026 - 23:53 WITA

RAKAT BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI KARANG INTAN, SATU HEKTARE LAHAN KARET TERBAKAR

Rabu, 9 September 2026 - 21:54 WITA

PT Palmina Utama Bantah Bakar Lahan, Siapkan Rp5 Juta bagi Warga yang Laporkan Pelaku

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:57 WITA

RAKAT Resmi Dikukuhkan, Relawan Karang Intan-Aranio Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:14 WITA

75 Pelajar SMPN 6 Martapura Dibekali Kesadaran Hukum dan Etika Bermedia Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Viral “Close Friend” Berujung Mediasi di Polres Banjar, Terlapor Minta Maaf dan Hapus Unggahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Sebelum Api Meluas, Rofiqi Minta Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Berita Terbaru