Lapas Kelas IIA Banjarmasin Cetak Kader Ketahanan Pangan, Warga Binaan Jadi Motor Penggerak di Tiap Blok

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjarmasin, matarakyat.co.id – Upaya membangun kemandirian warga binaan terus diperkuat oleh Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Rabu (25/2/2026).

Melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), lembaga pemasyarakatan tersebut membentuk Kader Ketahanan Pangan di seluruh blok hunian.

Kegiatan yang digelar di aula lapas itu diikuti lima perwakilan warga binaan dari masing-masing blok.

Mereka dipersiapkan menjadi penggerak program ketahanan pangan sekaligus pengelolaan lingkungan di bloknya.

Pembentukan kader dipimpin Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda, serta Plh Kasubsi Sarana Kerja Muhammad Isnandar bersama jajaran.

Dalam arahannya, Bagus menekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam.

Menurutnya, ketahanan pangan juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter dan kedisiplinan.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari blok masing-masing. Setiap blok akan memiliki bank sampah dengan tempat khusus. Botol plastik dan limbah lainnya bisa dimanfaatkan. Kita mulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya,” tegas Bagus.

Baca Juga :  Kejati Kalsel Telusuri Keterlibatan 14 Perusahaan dalam Dugaan Penyimpangan Dana PKS BKSDA

Untuk memperluas wawasan peserta, panitia juga menayangkan video inspiratif tentang individu yang sukses membangun kemandirian pangan secara mandiri.

Tayangan tersebut diharapkan memicu semangat dan konsistensi para calon kader.

Materi tambahan disampaikan Valentino, peserta Magang Nasional, yang mengulas pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan.

Ia menjelaskan bahwa proses pemilahan harus dimulai sejak awal, ketika sampah dibuang sesuai kategori yang telah disediakan.

Sebagai langkah konkret, Seksi Giatja mendistribusikan tempat sampah terpilah ke seluruh blok hunian, terdiri atas kategori organik, anorganik, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Sampah organik akan diolah menjadi kompos guna mendukung budidaya tanaman, sementara sampah anorganik dipisahkan untuk memudahkan daur ulang.

Adapun limbah B3 ditangani secara khusus sesuai prosedur keamanan.

Salah satu warga binaan berinisial NM mengaku termotivasi mengikuti program tersebut.

Baca Juga :  H. Muhammad Rofiqi: Pancasila Selaras dengan Nilai Budaya Masyarakat Kalimantan Selatan

Ia menilai ketahanan pangan tidak hanya tentang menanam, tetapi juga tentang membangun disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

“Sekarang kami lebih paham bahwa ini soal tanggung jawab bersama. Kalau dimulai dari blok, kami optimistis bisa berjalan konsisten,” ujarnya.

Kalapas Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Ia menegaskan pembinaan kemandirian harus menyentuh aspek kehidupan nyata agar menjadi bekal saat warga binaan kembali ke masyarakat.

“Ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian dari pola pikir produktif. Ini menjadi bekal penting agar mereka siap berkontribusi positif setelah bebas nanti,” kata Akhmad.

Program kaderisasi ini dirancang berkelanjutan.

Para kader nantinya bertugas mengoordinasikan kegiatan budidaya dan pengelolaan lingkungan di blok masing-masing.

Dari ruang pembinaan lahir komitmen baru, yang diharapkan tumbuh menjadi budaya mandiri dan bertanggung jawab di dalam lapas.

Berita Terkait

Berkah Turnamen Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026, Pedagang UMKM Raup Rezeki di Tengah Semarak Bola Voli
Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku, Tawarkan Konsep Kejaksaan Jadi Pengelola Aset demi Hak Korban
Begal Payudara Resahkan Martapura, Rofiqi Desak Aparat Bertindak Tegas dan Cepat
Ribuan Pasang Mata Diprediksi Saksikan BUSER CUP 690, Arena Adu Ketangkasan Damkar se-Kalsel
Ancam Izin Tambang Tak Terbit, ASN ESDM Kalsel Diduga Kantongi Rp1,2 Miliar
Teror Begal Payudara Hantui Perempuan di Banjar, DPRD Kalsel Minta Polisi Bergerak Cepat
Julong Group Region Kalimantan Selatan Salurkan 19 Ekor Sapi Qurban untuk Karyawan dan Masyarakat Ring 1
Ali Syahbana: Trust Jadi Kunci Utama UMKM Bertahan di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

Berkah Turnamen Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026, Pedagang UMKM Raup Rezeki di Tengah Semarak Bola Voli

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:19 WITA

Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku, Tawarkan Konsep Kejaksaan Jadi Pengelola Aset demi Hak Korban

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:14 WITA

Begal Payudara Resahkan Martapura, Rofiqi Desak Aparat Bertindak Tegas dan Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:23 WITA

Ribuan Pasang Mata Diprediksi Saksikan BUSER CUP 690, Arena Adu Ketangkasan Damkar se-Kalsel

Senin, 8 Juni 2026 - 18:04 WITA

Ancam Izin Tambang Tak Terbit, ASN ESDM Kalsel Diduga Kantongi Rp1,2 Miliar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:31 WITA

Teror Begal Payudara Hantui Perempuan di Banjar, DPRD Kalsel Minta Polisi Bergerak Cepat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:13 WITA

Julong Group Region Kalimantan Selatan Salurkan 19 Ekor Sapi Qurban untuk Karyawan dan Masyarakat Ring 1

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:54 WITA

Ali Syahbana: Trust Jadi Kunci Utama UMKM Bertahan di Era Digital

Berita Terbaru

oplus_0

Nasional

Di Bawah Lampu Tathya, Jual Beli Asa Bernama Voli

Kamis, 25 Jun 2026 - 08:11 WITA