Banjarbaru, matarakyat.co.id – Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) bersama Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) resmi meluncurkan “Gerakan Santri Menanam” berbasis budi daya sorgum. Langkah ini membidik potensi besar jaringan pesantren di Indonesia yang berjumlah 42.000 pondok (330 di antaranya berada di Kalsel) serta masyarakat luas.
Ketua Inkopontren sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Marsudi Suhud menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama kekuatan sebuah bangsa. Bahkan, rela hadir secara langsung di Banjarbaru untuk meresmikan kegiatan ini.
“Negara yang kuat dan tangguh itu jika makanannya bisa surplus untuk dirinya sendiri. Bayangkan kalau kita serba impor dan suatu saat makanan itu tidak ada, sangat berbahaya. Koperasi di sini tidak hanya mengurus simpan pinjam, tapi juga menggerakkan sektor riil,” sebut Marsudi Suhud di Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Dia juga memuji kreativitas pengasuh Ponpes Darul Ilmi, Himron Makmud dan mengajak pesantren lain di Indonesia untuk mereplikasi program ini.
“Kami libatkan santri dan alumni yang minat di bidang pertanian. Saya harap ponpes atau masyarakat yang punya lahan tidur segera hubungi kiai di sini untuk produktif ditanami sorgum,” tambahnya sembari memberikan apresiasi atas nama MUI Pusat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Puskopontren Kalsel, Edy Setyo Utomo menekankan pentingnya keterlibatan aktif santri dalam stabilitas negara.
“Kami bergerak mengkonsolidasikan lahan-lahan marginal yang belum maksimal diolah, termasuk lahan eks-tambang melalui program reklamasi yang didukung perusahaan tambang. Kita siapkan industrinya sendiri agar berkelanjutan,” jelas Edy.
Sorgum dipilih karena memiliki adaptasi yang luar biasa tinggi terhadap lahan marginal dan sangat tahan terhadap kekeringan. Tanaman serealia ini bernilai ekonomi tinggi karena seluruh bagian tanamannya, mulai dari bulir, batang, hingga daun dapat dimanfaatkan untuk tiga sektor sekaligus: pangan alternatif, pakan ternak dan sumber energi.
Keberlanjutan gerakan ini didukung oleh ekosistem kemitraan yang kuat:
1. Ikatan Pesantren Indonesia (IPI): Sebagai mitra penyedia lahan, termasuk konsolidasi lahan marginal dan eks-tambang yang belum maksimal diolah.
2. Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren): Sebagai motor pengelola manajemen dan aspek bisnis.
3. Sorgum Sejahtera Foundation: Sebagai investor yang menyuplai bibit dan pupuk, sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) hasil produksi.
4. Mitra Perusahaan & Donatur: Dukungan dari beberapa perusahaan tambang dalam pemanfaatan lahan reklamasi.
Dari segi proyeksi ekonomi, budidaya ini sangat menjanjikan dengan estimasi rata-rata pendapatan mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta per hektare dalam satu tahun.






