Batulicin,matarakyat.co.id — Malam itu Lapangan Tathya Dharaka tak sekadar lapangan. Ia berubah jadi panggung. Di bawah sorot lampu yang menggantung seperti bintang, Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026 menyuguhkan babak seperdelapan final yang membuat napas ribuan penonton tertahan.
Di satu sisi net, Ksatria Mattone 828 berdiri tegak, nama “Mattone” seolah menjelma tembok yang tak mudah runtuh. Di sisi lain, Polres Tanah Bumbu A menanti, tenang namun siap meledak. Jual beli serangan pun pecah. Bola melesat, memantul, lalu mati di lantai. Setiap spike adalah petir, setiap blok adalah benteng, setiap penyelamatan adalah doa yang dijawab tepat waktu.
Di laga sehidup-mati ini, Polres Tanbu A menurunkan tiga pendekar dari panggung Proliga: Stin BIN dan Lavani. Nama mereka saja sudah membuat net bergetar. Namun Ksatria Mattone tak gentar. Mereka membalas dengan darah, keringat, dan kegigihan yang tak mau menyerah meski skor akhirnya 3-0 untuk Polres Tanbu A.
Yang paling indah bukan angka di papan skor. Sportifitas menari di antara peluh. Setelah peluit panjang, tangan-tangan yang tadi saling menghantam bola kini saling menggenggam. Saling tos, saling senyum. Kemenangan dihormati, kekalahan dipeluk.
Riuh sorak bergumuruh dari pendukung kedua belah tim kesayangan mereka meledak sepanjang laga. Sorakan itu tak pernah padam, bahkan hingga larut malam. Mata penonton enggan berkedip. Takut ketinggalan satu detik pun dari kegigihan para ksatria Mattone dan keanggunan serangan tim Polres Tanah Bumbu.
Malam itu, Kapolres Cup bukan hanya tentang siapa yang menang. Ia tentang Tanah Bumbu yang bersatu dalam sorak, dalam sportivitas, dalam cinta pada bola voli.
Pertandingan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya, dan Komandan Batalyon 828 Mattone, Letkol Robert. Kehadiran mereka menambah wibawa malam yang sudah megah oleh semangat para pemain.






