Bupati Andi Rudi Latif: Sekolah Rakyat Jadi Investasi Masa Depan Keluarga Rentan

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batulicin, matarakyat.co.id – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat masa depan anak-anak dari keluarga rentan. Bagi Mardiasah, 52 tahun, warga Pagatan, program tersebut kini memberi kesempatan kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengurangi beban keluarga, Sabtu (15/8/2026)

Mardiasah memiliki lima anak. Dua di antaranya masih bersekolah. Sehari-hari ia bekerja di bidang kebersihan sekolah, sementara suaminya masih dalam masa pemulihan setelah mengalami stroke.

Anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, kini duduk di kelas 1 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan Mardiasah. Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, ia bisa mengeluarkan sekitar Rp30 ribu sehari, belum termasuk kebutuhan sekolah dan keperluan keluarga lainnya.

Karena itu, kesempatan Aditya melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat disambut dengan rasa syukur.

Baca Juga :  Siapkan Generasi Unggul, Tanah Bumbu Jalin Kerjasama Briton English Education Cambridge University

“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah.

Aditya merupakan satu dari 270 peserta didik yang mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu dan kini menjalani pendidikan dengan pola berasrama.

Pada hari pertama, para peserta didik mengikuti orientasi lingkungan sekolah sebelum mulai menempati lingkungan sekolah. Mereka juga menjalani screening kesehatan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi keluarga seperti Mardiasah, keberadaan Sekolah Rakyat memberi bentuk dukungan yang langsung dirasakan. Anak tetap memperoleh kesempatan pendidikan. Sementara sebagian kebutuhan selama mengikuti pendidikan telah menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan dalam program tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Bumi Saijaan Antusias Datangi Layanan Paspor Simpatik

Bupati mengatakan kondisi keluarga peserta didik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melihat manfaat program ini. Menurutnya, ketika kebutuhan pendidikan anak mendapat dukungan. Orang tua memiliki ruang yang lebih besar untuk berkonsentrasi pada kebutuhan dan produktivitas keluarga.

“Adanya Sekolah Rakyat, 270 keluarga tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.

Bagi Mardiasah, harapan itu kini bertumpu pada perjalanan pendidikan Aditya. Ia ingin anaknya belajar dengan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan yang diperoleh untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara bagi pemerintah daerah, pengalaman keluarga seperti Mardiasah menjadi bagian dari alasan pentingnya memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Berita Terkait

Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap
Semangat Adrenalin, Mandora MX77 Lapas Batulicin Gelar Trail Game
Barbershop Lapas Batulicin Hadirkan Beragam Model Potongan untuk Jaga Kerapian
Lapas Batulicin Kembali Produksi 17 Kg Tauge, Pembinaan Kemandirian Terus Bergerak
Lapas Batulicin Perluas Akses Bacaan melalui Sirkulasi Buku Dispersip Tanah Bumbu
Buku Datang Menyapa, Perpustakaan Keliling Hadir di Lapas Batulicin
Seteguk Air dan Sekeping Es, Lapas Batulicin Rawat Keseharian Warga Binaan
Menjemput Rezeki di Pagi, Lapas Batulicin Jadikan Salat Dhuha Nadi Pembinaan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:34 WITA

Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap

Selasa, 15 September 2026 - 10:58 WITA

Semangat Adrenalin, Mandora MX77 Lapas Batulicin Gelar Trail Game

Selasa, 15 September 2026 - 10:54 WITA

Barbershop Lapas Batulicin Hadirkan Beragam Model Potongan untuk Jaga Kerapian

Selasa, 15 September 2026 - 10:52 WITA

Lapas Batulicin Kembali Produksi 17 Kg Tauge, Pembinaan Kemandirian Terus Bergerak

Selasa, 15 September 2026 - 10:50 WITA

Lapas Batulicin Perluas Akses Bacaan melalui Sirkulasi Buku Dispersip Tanah Bumbu

Selasa, 15 September 2026 - 10:48 WITA

Buku Datang Menyapa, Perpustakaan Keliling Hadir di Lapas Batulicin

Rabu, 2 September 2026 - 03:58 WITA

Seteguk Air dan Sekeping Es, Lapas Batulicin Rawat Keseharian Warga Binaan

Rabu, 2 September 2026 - 03:31 WITA

Menjemput Rezeki di Pagi, Lapas Batulicin Jadikan Salat Dhuha Nadi Pembinaan

Berita Terbaru

BERITA DESA

Bulog Salurkan 306 Zak Beras untuk 102 KPM di Desa Kupang Rejo

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:53 WITA