Pemkab Banjar Perkuat Data Gender agar Program Pembangunan Lebih Tepat Sasaran

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memperkuat penerapan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam proses pembangunan daerah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan, program, hingga penganggaran pemerintah mampu mengakomodasi kebutuhan laki-laki dan perempuan secara adil dan setara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menegaskan bahwa PUG bukan sekadar program yang berfokus pada perempuan, melainkan strategi pembangunan yang harus terintegrasi dalam seluruh kebijakan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point Pengarusutamaan Gender di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (14/10/2026).

Menurut Yudi, penerapan perspektif gender harus dimulai sejak tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program dan kegiatan setiap perangkat daerah.

“Perspektif gender perlu diintegrasikan ke dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program dan kegiatan perangkat daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Focal Point PUG memiliki peran strategis dalam mendorong penerapan prinsip kesetaraan gender di lingkungan masing-masing perangkat daerah.

Baca Juga :  Bupati Banjar Dukung Pemenuhan Hak Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Tugas mereka tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memastikan kebijakan dan program pemerintah mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi masyarakat secara proporsional.

Karena itu, Yudi meminta para peserta meningkatkan pemahaman mengenai analisis gender, penyusunan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, serta perencanaan dan penganggaran responsif gender.

“Saya berharap Focal Point dapat menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar,” katanya.

Yudi juga menyoroti tantangan dalam menerjemahkan kebijakan kesetaraan gender menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, penyusunan kebijakan harus didukung data yang akurat agar pemerintah dapat mengidentifikasi kesenjangan dan menentukan langkah penanganan secara tepat.

“Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masyarakat yang nyata, sehingga intervensi pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, mengatakan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami dan menerapkan strategi PUG.

Baca Juga :  DKUMPP Banjar Gandeng HCCM, Dorong 60 UMKM Kantongi Sertifikasi Halal

Ia menyebutkan, sebagian peserta merupakan kepala subbagian perencanaan di perangkat daerah.

Posisi tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan penyusunan program dan penganggaran di lingkungan instansi masing-masing.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan perspektif gender dalam setiap tahapan pembangunan sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.

Widya menambahkan, penguatan PUG juga diarahkan untuk mendorong perencanaan dan penganggaran yang responsif gender sehingga kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pencapaian program, tetapi juga memperhatikan pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dan dihadiri perwakilan Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang PMKPM dan Pemerintah Daerah Wilayah III, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.

Adapun narasumber dalam bimtek tersebut berasal dari Inspektorat dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemkab Banjar berharap penguatan kapasitas Focal Point PUG dapat mendorong pelaksanaan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan setara, sekaligus memastikan program pemerintah daerah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berita Terkait

Dorong Lansia Tetap Mandiri, Dinsos Banjar Siapkan Pengembangan Sekolah Lansia
Seniman Banjar Diuji, Festival Budaya 2026 Naik Kelas ke Tingkat Provinsi
Janji Pelunasan Utang Rp500 Juta, Kadishub Banjar Dicari hingga ke Kantor
Harmonisasi Dua Perbup, Pemkab Banjar Mulai Persiapkan Pedoman APBDes 2027
Usai Pilkades, 26 Pambakal di Banjar Dituntut Rangkul Warga dan Tertib Kelola Desa
Hasil TKA Jadi Bahan Evaluasi, Pemkab Banjar Perkuat Kualitas Pendidikan
Dinkes Banjar Perkuat Persiapan Layanan Kesehatan Jelang Kegiatan 5 Rajab 
Dari Cindai Alus ke Panggung Nasional, Naupal Raih Perak O2SN

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:37 WITA

Dorong Lansia Tetap Mandiri, Dinsos Banjar Siapkan Pengembangan Sekolah Lansia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WITA

Seniman Banjar Diuji, Festival Budaya 2026 Naik Kelas ke Tingkat Provinsi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:27 WITA

Janji Pelunasan Utang Rp500 Juta, Kadishub Banjar Dicari hingga ke Kantor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Pemkab Banjar Perkuat Data Gender agar Program Pembangunan Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Usai Pilkades, 26 Pambakal di Banjar Dituntut Rangkul Warga dan Tertib Kelola Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:27 WITA

Hasil TKA Jadi Bahan Evaluasi, Pemkab Banjar Perkuat Kualitas Pendidikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Dinkes Banjar Perkuat Persiapan Layanan Kesehatan Jelang Kegiatan 5 Rajab 

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:23 WITA

Dari Cindai Alus ke Panggung Nasional, Naupal Raih Perak O2SN

Berita Terbaru