WALHI Kalsel Soroti Lemahnya Pengawasan Tambang Ilegal di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batulicin,matarakyat.co.id – Di balik kilauan emas, tersembunyi derita yang tak terhingga. Tambang emas ilegal merajalela, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat dan lingkungan. Namun, yang lebih menyedihkan adalah kesunyian aparat penegak hukum, seolah-olah mereka membiarkan kejahatan ini terus berlanjut.

Sungai-sungai yang jernih kini keruh, tanah yang subur menjadi tandus, dan udara yang segar dipenuhi asap beracun. Masyarakat hidup dalam ketakutan, takut akan dampak lingkungan yang semakin parah, takut akan kehilangan sumber daya alam, dan takut akan masa depan anak-anak mereka.

Di mana keadilan? Di mana hukum? Pertanyaan-pertanyaan ini terus menghantui masyarakat Bumi Bersujud. Apakah kekuasaan dan uang telah membutakan mata aparat penegak hukum? Apakah mereka tidak melihat dampak kerusakan yang telah terjadi?

Di balik keindahan alamnya yang mempesona, Bumi Bersujud tersembunyi dalam duka yang mendalam. Alat-alat eksavator yang tak terhitung jumlahnya mencakar isi perut bumi, di duga menambang emas secara ilegal dengan tanpa belas kasihan. Kegiatan penambangan liar ini seperti terorganisir, berjalan tanpa henti, tanpa takut, dan tanpa sentuhan hukum.

Sungai-sungai yang dulu jernih, kini keruh bagaikan air kopi susu. Air yang pernah menjadi sumber kehidupan, kini tercemar oleh lumpur dan racun. Ikan-ikan yang dulu berenang dengan lincah, kini mengapung tak bernyawa. Alam yang pernah indah, kini menjadi saksi bisu atas keserakahan manusia.

Baca Juga :  Program Inovatif Dispersip Tanah Bumbu Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Sementara, atas dugaan maraknya penambangan emas ilegal menggunakan robot raksasa pencakar isi perut bumi yang terjadi di Wilayah Bandara, di Pinggir Jalan Provinsi Lintas Batulicin Kandangan, KM 77 Desa Emil Baru Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan pun menjadi sorotan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalsel, Raden Rafiq, menilai kegiatan dugaan penambangan emas menggunakan alat-alat besar adalah hal yang lumrah ketika berbicara tambang ilegal di Kalimantan Selatan.

“Ini bukan fenomena baru, melainkan pola berulang dari lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor pertambangan,”katanya.

“Dugaan tambang emas ilegal di Tanah Bumbu hanyalah satu dari sekian banyak contoh bagaimana negara seolah abai terhadap praktik perampasan ruang hidup dan kerusakan lingkungan yang terjadi secara terang-terangan,” Tambahnya

“Kegiatan tambang semacam ini berjalan terbuka, bisa dilihat kasat mata, tetapi dibiarkan tanpa tindakan tegas. Pemerintah dan aparat penegak hukum semestinya lebih sigap dan berani menindak, bukan hanya terhadap pekerja di lapangan, tetapi juga aktor-aktor besar di balik aktivitas ilegal ini,”tegas Raden Rafiq.

Baca Juga :  Kunjungan Silahturahmi Polda Kalsel ke Tokoh Agama, Bahas Bahaya Judi Online dan Persatuan Bangsa

“Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk dan memperkuat budaya impunitas di sektor tambang.
lebih memprihatinkan lagi, pada kondisi negara yang menumpuk hutang luar negeri dan efisiensi anggaran. POLRI justru mengusulkan kenaikan anggarannya menjadi sebesar Rp 145,6 triliun,”bebernya.

Ini menjadi potensi menambah krisis kepercayaan masyarakat terhadap alat keamanan negara sebuah institusi yang membebankan anggarannya dari pajak rakyat.

Sedangkan di tingkat tapak dugaan tindak pidana seperti pertambangan tanpa izin (PETI) atau ilegal menjadi kasus yang terus tumbuh masif dan semakin tampak.

“Ini bukan lagi tambang ilegal biasa, bisa dilihat dari armada alat berat yang digunakan. Ini sangat terang-terangan sekali. Kuat dugaan ini hanya kongkalikong cukong yang harus segera diinvestigasi lalu dipidanakan jika memang terbukti tidak berizin dan terdapat dugaan tindak kekerasan, intimidasi, teror serta premanisme terhadap warga yang menolak aktivitas tersebut,”tutupnya.

Sementara berdasarkan pantauan media di lapangan, Pada Minggu 19/10/2025 sore, Dugaan kegiatan penambangan emas ilegal masih terjadi dengan leluasa, terlihat beberapa unit alat berat dengan santainya menggali tanah di pinggir sungai tersebut.

 

Berita Terkait

Tanah Bumbu Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Hari Jadi ke-23 dan Peringatan Hari Bumi 2026
Rapat Koordinasi RKPD 2027, Bupati Andi Rudi Latif Pastikan Perencanaan Terintegrasi dan Tepat Sasaran
Tanah Bumbu Dorong Penguatan Sinergi Tata Kelola Keuangan Daerah
Rekomendasi Strategis sebagai Rujukan Pembangunan Daerah
Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tanah Bumbu
Produk Unggulan Tanah Bumbu Dipromosikan ke Tingkat Nasional Lewat Semarak “Sirang Kriya Banua”
Cegah Abrasi dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Bupati Andi Rudi Larif dan Kaka Slank Tanam Magrove di Pesisir Tanah Bumbu
Karnaval Mallibu Kampong Mengawali Rangkaian Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e di Tanah Bumbu: Momen Kebersamaan, Promosi Pariwisata, dan Pelestarian Budaya

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:28 WITA

Tanah Bumbu Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Hari Jadi ke-23 dan Peringatan Hari Bumi 2026

Jumat, 24 April 2026 - 22:27 WITA

Rapat Koordinasi RKPD 2027, Bupati Andi Rudi Latif Pastikan Perencanaan Terintegrasi dan Tepat Sasaran

Rabu, 22 April 2026 - 22:29 WITA

Tanah Bumbu Dorong Penguatan Sinergi Tata Kelola Keuangan Daerah

Kamis, 16 April 2026 - 22:17 WITA

Rekomendasi Strategis sebagai Rujukan Pembangunan Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 22:32 WITA

Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tanah Bumbu

Selasa, 14 April 2026 - 22:31 WITA

Produk Unggulan Tanah Bumbu Dipromosikan ke Tingkat Nasional Lewat Semarak “Sirang Kriya Banua”

Senin, 13 April 2026 - 22:34 WITA

Cegah Abrasi dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Bupati Andi Rudi Larif dan Kaka Slank Tanam Magrove di Pesisir Tanah Bumbu

Senin, 13 April 2026 - 22:33 WITA

Karnaval Mallibu Kampong Mengawali Rangkaian Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e di Tanah Bumbu: Momen Kebersamaan, Promosi Pariwisata, dan Pelestarian Budaya

Berita Terbaru

Polres Banjar

Polres Banjar Gelar Pasar Murah, Antusias Warga Membludak Sejak Pagi

Senin, 11 Mei 2026 - 11:18 WITA