Martapura, matarakyat.co.id – Polres Banjar kembali menggelar kegiatan pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah yang merupakan program dari Polda Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli melalui KBO Sat Binmas Polres Banjar, Iptu Cucu Ariawan Supriyatin mengatakan, pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah nyata kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan bahan pokok sehari-hari.
“Untuk pasar murah ini memang merupakan Gerakan Pangan Murah program dari Polda. Jadi untuk membantu masyarakat supaya bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” ujar Iptu Cucu.
Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah dilaksanakan secara rutin sebanyak empat kali dalam sebulan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Banjar.
Setelah pelaksanaan di lokasi saat ini, kegiatan serupa juga akan digelar di wilayah Polsek Martapura Kota.
“Polres Banjar melaksanakan sebulan empat kali. Hari ini di sini, kemudian hari Senin depan di Polsek Martapura Kota. Jadi akan terus dilaksanakan selama satu bulan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Banjar menggandeng berbagai instansi dan pelaku usaha untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Selain bekerja sama dengan Bulog, kegiatan tersebut juga didukung sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar serta pelaku UMKM lokal.
“Kita dibantu dari Bulog untuk program beras SPHP dan minyak goreng dengan harga murah. Kemudian dibantu Disperindag Kabupaten Banjar, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar, serta dinas-dinas lain yang menyediakan bahan pokok. Kami juga menggandeng UKM yang ada di Kabupaten Banjar,” katanya.
Untuk stok beras SPHP, pihaknya menyiapkan sebanyak dua ton atau sekitar 400 sak.
Hingga kegiatan berlangsung, sekitar satu ton atau 200 sak telah terjual kepada masyarakat.
“Kalau untuk SPHP hari ini kami siapkan dua ton, sekitar 400 sak. Yang keluar kurang lebih satu ton atau 200 sak. Untuk bahan lain seperti telur, tadi tinggal dua rak karena hampir habis,” ungkapnya.
Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pagi hari.
Bahkan, warga dan pedagang sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 Wita, meski kegiatan awalnya dijadwalkan dimulai pukul 09.00 Wita.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Tadi pagi jam 7 pedagang sudah datang, kemudian jam 8 masyarakat sudah mulai membludak. Karena sudah ramai, akhirnya jam 8 kami mulai berjualan meski awalnya dijadwalkan jam 9,” tutur Iptu Cucu.






