Batulicin,matarakyat.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan pertanian. Upaya tersebut kembali menghasilkan panen sebanyak 50 kilogram kangkung yang dirawat Warga Binaan melalui tahapan budidaya secara berkelanjutan, Senin (31/08/2026).
Panen kangkung dilakukan di area kebun dalam Lapas Batulicin dengan melibatkan Warga Binaan yang bertugas dalam kegiatan pertanian. Proses budidaya dilakukan sejak tahap penanaman, penyiraman rutin, pemupukan, hingga pemanenan dengan memperhatikan kebutuhan tanaman hingga mencapai usia panen.
Budidaya kangkung tetap dilakukan meskipun proses perawatan berlangsung dalam kondisi musim kemarau dengan ketersediaan air yang terbatas. Warga Binaan menjalankan perawatan secara konsisten dengan menyesuaikan kebutuhan tanaman agar pertumbuhan kangkung tetap terjaga hingga memasuki masa panen.
Memasuki usia 23 hari, tanaman kangkung telah mencapai masa panen dan menghasilkan sebanyak 50 kilogram. Seluruh hasil panen kemudian didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk mendukung pemenuhan konsumsi pangan Warga Binaan, sehingga hasil pembinaan pertanian dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan di dalam Lapas.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan panen kangkung merupakan bagian dari pemanfaatan lahan sekaligus pembelajaran keterampilan pertanian bagi Warga Binaan. Menurutnya, hasil pertanian yang dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Panen kangkung ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan Warga Binaan untuk mengelola tanaman secara konsisten hingga menghasilkan. Ketika hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di Lapas, kegiatan ini memiliki nilai pembinaan sekaligus manfaat yang nyata,” ujar Harry Indrawan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial H mengatakan kondisi air yang terbatas selama musim kemarau tidak mengurangi semangatnya dalam menjalankan tugas perawatan tanaman. Ia menilai proses tersebut mengajarkan pentingnya kesabaran, keyakinan, dan tanggung jawab untuk menjaga tanaman hingga mampu menghasilkan panen.
“Walaupun air terbatas karena kondisi kemarau, kami tetap berusaha merawat tanaman agar bisa tumbuh sampai panen. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa hasil membutuhkan kesabaran, keyakinan, dan tanggung jawab untuk menjalankan tugas sampai selesai,” ungkap H.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan. Ia menilai pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan pangan Warga Binaan menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami terus mendukung kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman nyata kepada Warga Binaan. Hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam Lapas menunjukkan bahwa pembinaan dapat berjalan produktif sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas,” tegas Thoha Yahya Umar Sidiq.
Panen 50 kilogram kangkung menjadi salah satu hasil dari pemanfaatan lahan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Lapas Batulicin. Melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Warga Binaan diharapkan semakin terampil, produktif, serta mampu memahami nilai kerja dan tanggung jawab melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.(Rel)






