Kemarau Tak Halangi Panen Padi di Sungkai, Petani Hasilkan 5,9 Ton GKP per Hektare

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0-{}-0-0#

0-0x0-0-0-{}-0-0#

Martapura, matarakyat.co.id — Musim kemarau tidak menyurutkan produktivitas petani di Desa Sungkai, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.

Kelompok Tani Sungkai Sejahtera berhasil menggelar panen raya padi di tengah keterbatasan air yang mulai menjadi tantangan bagi sektor pertanian.

Panen sekaligus syukuran tersebut berlangsung pada Senin (31/8/2026), dengan luas lahan sekitar 10 hektare.

Varietas yang dipanen merupakan Inpari 32, menggunakan benih unggul yang disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi ketekunan petani yang tetap mampu mempertahankan produksi meski harus menghadapi kondisi cuaca yang cukup berat.

Menurut Helda, capaian panen tersebut menunjukkan bahwa petani masih memiliki daya tahan yang kuat. Namun, keberhasilan itu perlu dibarengi dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, terutama dalam penyediaan sarana produksi dan pengairan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa hadir bersama para petani dalam kegiatan syukuran sekaligus panen raya. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri, karena di tengah kondisi kemarau, petani masih bisa menghasilkan panen yang cukup baik,” ujar Helda Rina.

Ia mengatakan, keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada kemampuan petani mengolah lahan. Ketersediaan benih berkualitas, pupuk, air serta pendampingan juga menjadi faktor penting yang menentukan hasil produksi.

“Tentu kita berharap ke depan dukungan kepada petani terus diperkuat, baik dari sisi benih, pupuk, pengairan maupun pendampingan. Karena petani adalah salah satu ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan kita,” katanya.

Baca Juga :  Kadisbudporapar Banjar Diperiksa Tipidkor Terkait Proyek Lapangan Tenis Al Basia

Helda secara khusus menyoroti persoalan ketersediaan air. Menurutnya, memasuki musim kemarau, sumber air yang masih tersedia harus dikelola secara optimal agar tanaman tidak mengalami kekurangan air hingga masa panen.

“Kita berharap persoalan air ini bisa menjadi perhatian bersama. Kalau sumber air masih tersedia, tentu harus dimaksimalkan agar tanaman padi tetap bisa tumbuh dan petani tidak mengalami kerugian,” tuturnya.

Hasil Panen Capai 5,9 Ton per Hektare

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menyebut hasil ubinan dalam panen raya tersebut berada di kisaran 5,9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Ia menjelaskan, padi yang dipanen merupakan varietas Inpari 32 yang berasal dari program bantuan benih unggul Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian.

“Yang dipanen ini jenis Inpari 32, benih unggul bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian. Hasil ubinan tadi sekitar 5,9 ton gabah kering panen,” kata Warsita.

Warsita mengakui kondisi cuaca turut memberikan pengaruh terhadap hasil produksi. Kekeringan yang terjadi menjelang panen menyebabkan produktivitas sedikit menurun dibandingkan kondisi ideal.

Meski demikian, hasil hampir enam ton per hektare tersebut dinilai masih cukup baik.

“Memang ada sedikit penurunan karena cuaca. Saat mau panen bertepatan dengan musim kemarau. Tapi alhamdulillah masih bisa panen sekitar enam ton per hektare,” ujarnya.

Menghadapi kemarau, Warsita meminta petani memanfaatkan setiap sumber air yang masih tersedia di sekitar areal persawahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan pompa untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.

Baca Juga :  Relokasi PKL Jalan Terminal Sekumpul Diharapkan Dongkrak Kelancaran Lalu Lin

“Untuk musim kemarau ini, pergunakan air semaksimal mungkin. Kalau masih ada sumber air, gunakan pompa supaya tanaman tetap mendapatkan air dan nantinya bisa panen,” jelasnya.

Sisa Panen Jangan Dibakar

Selain persoalan pengairan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga mengingatkan petani agar tidak membakar sisa tanaman setelah panen.

Imbauan ini menjadi penting karena kondisi lahan yang kering selama musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Warsita mendorong sisa tanaman tidak dibakar, melainkan diolah kembali menjadi kompos sehingga dapat memberikan manfaat bagi lahan pertanian pada musim tanam berikutnya.

“Sisa-sisa dari panen nanti dibuat untuk dikomposkan menjadi pupuk, sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan produksi padi,” katanya.

Sementara itu, Helda Rina menegaskan TMI Kabupaten Banjar akan terus mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Ia berharap kebutuhan petani, mulai dari sarana produksi hingga persoalan pengairan, dapat menjadi perhatian bersama agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

“Kami dari Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar tentu akan terus memberikan dukungan dan menyerap aspirasi para petani. Apa yang menjadi kebutuhan dan kendala di lapangan akan kita dorong agar mendapat perhatian, sehingga kesejahteraan petani dan produksi pangan di Kabupaten Banjar bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap
Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran
Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam
Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan
Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah
Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk
Saidi Mansyur Cek Proyek Jalan di Martapura dan Karang Intan, Anggaran Capai Rp7,7 Miliar
Bupati Banjar Pantau Penanganan Karhutla di Sungai Sipai, Petugas Lanjutkan Pembasahan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:50 WITA

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WITA

Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 21:01 WITA

Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam

Senin, 7 September 2026 - 19:04 WITA

Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WITA

Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah

Jumat, 4 September 2026 - 22:07 WITA

Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk

Kamis, 3 September 2026 - 21:52 WITA

Saidi Mansyur Cek Proyek Jalan di Martapura dan Karang Intan, Anggaran Capai Rp7,7 Miliar

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WITA

Bupati Banjar Pantau Penanganan Karhutla di Sungai Sipai, Petugas Lanjutkan Pembasahan

Berita Terbaru