Martapura, matarakyat.co.id – Kontingen anggar Kabupaten Banjar berhasil menorehkan prestasi pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar 2026. Tim beregu degen putri sukses mengamankan posisi kedua dan membawa pulang medali perak.
Hasil tersebut sekaligus melampaui target awal Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Banjar yang sebelumnya hanya mematok medali perunggu.
Ketua IKASI Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih para atlet. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas latihan maupun pertandingan.
“Bersyukur, alhamdulillah anggar bisa beri kebanggaan buat Kabupaten Banjar walau minim dana. Tapi tidak mematahkan semangat anak-anak muda Kabupaten Banjar untuk memberikan yang terbaik,” kata Helda, Kamis (3/9/2026).
Helda mengatakan, keberhasilan tim degen putri meraih medali perak menjadi bukti bahwa keterbatasan dukungan tidak menyurutkan motivasi atlet untuk berprestasi.
Pada Kejurprov Anggar 2026, Kabupaten Banjar menurunkan 11 atlet yang mengikuti delapan nomor pertandingan.
Para atlet tersebut tampil pada sejumlah kelompok usia, mulai pra-kadet, kadet, junior hingga senior, baik nomor perorangan maupun beregu.
Delapan nomor yang diikuti meliputi pra-kadet floret putri, kadet floret putri, kadet degen putri, junior floret putri, senior degen putri, senior degen putra, beregu degen putri, serta beregu degen putra.
Sebelum memastikan medali perak, sejumlah atlet Banjar juga menunjukkan performa positif dengan berhasil melaju hingga babak delapan besar pada nomor pra-kadet floret putri, kadet floret putri, dan kadet degen putri.
Dua atlet, Amalia Ulfah dan Angel Aprriliya, juga dinilai memiliki potensi untuk berkembang dan bersaing lebih jauh dalam cabang olahraga anggar.
Menurut Helda, pengalaman bertanding di Kejurprov menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Selain mengasah kemampuan teknis, kompetisi juga membantu membentuk mental dan kepercayaan diri para atlet.
“Dukungan moril tetap penting untuk menjaga kepercayaan diri atlet ketika menghadapi persaingan di arena. Pengalaman bertanding juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan evaluasi bagi atlet,” ujarnya.
Perjuangan kontingen anggar Kabupaten Banjar pada Kejurprov 2026 belum sepenuhnya berakhir. Masih terdapat nomor beregu degen putra yang akan dipertandingkan dan diharapkan kembali memberikan hasil positif bagi Banjar.
“Saat ini, perjuangan kontingen anggar Kabupaten Banjar masih menyisakan nomor beregu degen putra. Semoga bisa meraih kemenangan yang terbaik,” ucap Helda.
Di sisi lain, IKASI Kabupaten Banjar menilai pembinaan atlet masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai.
Sejumlah perlengkapan yang dimiliki saat ini disebut sudah berusia cukup lama dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan.
Helda berharap kebutuhan tersebut mendapat perhatian sehingga proses latihan dan persiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan dapat dilakukan secara optimal.
“Kita berharap ke depan punya alat-alat penunjang yang lebih bagus, seperti lapangan, baju-baju anggar yang lengkap, serta pedang yang lebih bagus dan standar nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan fasilitas tidak hanya penting untuk mendukung prestasi atlet yang sudah ada, tetapi juga dapat membuka peluang bagi lebih banyak generasi muda Kabupaten Banjar untuk mengenal dan menekuni olahraga anggar.
IKASI Kabupaten Banjar pun berharap prestasi di Kejurprov 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet sehingga prestasi serupa dapat kembali diraih pada kejuaraan mendatang.
“Kita doakan dan semoga saya masih bisa merangkul anak-anak yang punya potensi dan minat akan olahraga anggar ini. Bisa lebih banyak atlet dan lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Helda.






