Martapura,matarakyat.co.id – Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti warga, perhatian terhadap para korban kebakaran juga datang dari jajaran legislatif daerah.
Kebakaran yang terjadi di Jalan A Yani Kilometer 14.000, Gang Swarga RT 010 RW 003, Kelurahan Gambut Barat, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Senin (10/8/2026) malam.
Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Helda Rina, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Gang Swarga, Kelurahan Gambut Barat, Kecamatan Gambut, untuk melihat kondisi warga yang terdampak.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus menyerap langsung kebutuhan warga setelah rumah mereka dilalap api.
Hj. Helda Rina melihat dari dekat kondisi sejumlah rumah yang mengalami kerusakan berat dan sedang. Puing-puing bangunan yang masih tersisa menjadi gambaran betapa cepatnya api mengubah rumah warga menjadi bangunan yang tidak lagi dapat ditempati.
Menurutnya, kondisi para korban membutuhkan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah daerah, terutama karena terdapat tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa yang kini terdampak akibat musibah tersebut.
“Saya datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga dan memastikan apa saja yang mereka butuhkan setelah musibah ini. Kita tentu prihatin, karena dalam waktu singkat rumah mereka terbakar dan rusak,” ujarnya.
Ia mendorong agar pemerintah daerah segera memberikan bantuan kepada warga terdampak, terutama kebutuhan dasar dan bantuan untuk meringankan beban keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan kepada para korban. Yang paling utama sekarang adalah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dan mereka tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” katanya.
Helda Rina juga mengapresiasi gerak cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar bersama para relawan yang berjibaku memadamkan api.
Menurutnya, sinergi antara petugas dan relawan sangat penting dalam situasi darurat seperti kebakaran, terlebih permukiman warga berada dalam kawasan yang berpotensi membuat api cepat merambat.
Kehadiran Helda Rina di lokasi sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Di antara puing-puing rumah yang terbakar, para korban kini harus menghadapi kenyataan pahit untuk kembali menata kehidupan mereka.
Bagi sebagian warga, bukan hanya bangunan yang hilang, tetapi juga barang-barang berharga, kenangan keluarga, serta tempat mereka menggantungkan rasa aman.
Musibah itu menjadi pengingat bahwa ketika bencana datang, warga tidak hanya membutuhkan pemadaman api, tetapi juga uluran tangan dan kepedulian untuk membantu mereka bangkit kembali.






