Laba Bersih BNI Capai Rp10,8 Triliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan yang Semakin Seimbang

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,matarakyat.co.id – Pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi yang tumbuh solid mendorong PPOP BNI mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan inti, ekspansi kredit yang sehat dan terdiversifikasi, peningkatan transaksi digital, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang tetap terjaga. Kombinasi tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) BNI mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah Perseroan untuk periode semester pertama.

Penguatan fundamental bisnis BNI tercermin dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 14,2% secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun. Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) meningkat 14,2% menjadi Rp9 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena pada siaran pers (07/08/2026) mengatakan, penguatan profitabilitas menunjukkan kontribusi bisnis inti BNI yang semakin solid dan berimbang.

“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” ujar Paolo

Pertumbuhan Bisnis Bergerak Bersama

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih didukung oleh ekspansi kredit yang tetap mengedepankan kualitas. Hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.

Baca Juga :  Ribuan Karyawan PT Singaland Asetama Hadiri Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis utama, mulai dari korporasi, menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga konsumer.

Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko masing-masing debitur. Pendekatan tersebut dijalankan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.

Pertumbuhan bisnis BNI juga didukung oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110% secara tahunan.

Sementara itu, pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu. Volume transaksi melalui platform tersebut tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi. Peningkatan transaksi, solusi cash management, dan layanan digital turut memperkuat aktivitas berbasis komisi BNI.

Pendanaan dan Kualitas Aset Menopang Fundamental

Beragam sumber pertumbuhan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat. Di tengah persaingan likuiditas industri perbankan, CASA BNI tumbuh 11,2% secara tahunan sehingga rasio CASA dapat dipertahankan pada level 65,4%.

Pencapaian tersebut mendukung efisiensi biaya dana. Cost of fund dana pihak ketiga membaik menjadi 2,56%, dibandingkan dengan 2,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur pendanaan yang kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Ketiga Terdakwa Perkara Pengalihan Floating Crane Di Tuntut JPU Satu Tahun

Pada saat yang sama, kualitas aset BNI tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, rasio kredit berisiko atau loan at risk (LAR) membaik dari 11,0% menjadi 8,1%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada pada level 1,9%.

BNI juga mempertahankan kebijakan pencadangan yang konservatif sebagai bagian dari disiplin manajemen risiko. Kebijakan tersebut memperkuat ketahanan neraca sekaligus memberikan ruang bagi Perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Menjaga Momentum Pertumbuhan

Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas dan terdiversifikasi, serta mempertahankan kualitas aset melalui pengelolaan risiko dan pencadangan yang disiplin.

BNI juga akan melanjutkan transformasi digital dan implementasi BRAVE atau Branch, Region & Area Value Empowerment untuk meningkatkan produktivitas jaringan, memperkuat kapabilitas bisnis, serta mengoptimalkan potensi ekonomi di setiap daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BNI untuk memperkuat fundamental dan menciptakan nilai secara berkelanjutan. Arah ini selaras dengan fokus Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan BUMN.

Dengan dukungan pendapatan inti yang tumbuh solid, kredit yang sehat dan terdiversifikasi, transaksi digital yang meningkat, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang terjaga, BNI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi nasabah dan perekonomian nasional.

Berita Terkait

Gerakan Santri Menanam, Upaya Solusi Krisis Pangan di Kalsel
JMSI Kalsel 2025-2030 Dilantik, Komitmen: Jurnalisme Profesional untuk Banua
Puslitbang Polri Kunjungi Polres Tanbu, Fokuskan Penanganan Unras yang Tertib
Menteri Imipas Lantik Dirjen Imigrasi serta Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum
Ribuan Karyawan PT Singaland Asetama Hadiri Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H
Bupati Andi Rudi Latif Buka Bimtek E-Monev Pro 2026, Tegaskan Transformasi Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Outcome
Polisi Amankan Kakak Kandung yang Perkosa Adik di Tanbu
Diduga Korban Kekerasan Seksual Bertahun-tahun oleh Kakak Kandung, Perempuan di Batulicin Lapor Polisi

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Laba Bersih BNI Capai Rp10,8 Triliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan yang Semakin Seimbang

Senin, 15 Juni 2026 - 19:44 WITA

Gerakan Santri Menanam, Upaya Solusi Krisis Pangan di Kalsel

Senin, 8 Juni 2026 - 11:07 WITA

JMSI Kalsel 2025-2030 Dilantik, Komitmen: Jurnalisme Profesional untuk Banua

Senin, 4 Mei 2026 - 16:41 WITA

Puslitbang Polri Kunjungi Polres Tanbu, Fokuskan Penanganan Unras yang Tertib

Rabu, 1 April 2026 - 15:20 WITA

Menteri Imipas Lantik Dirjen Imigrasi serta Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:37 WITA

Ribuan Karyawan PT Singaland Asetama Hadiri Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Bimtek E-Monev Pro 2026, Tegaskan Transformasi Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Outcome

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:11 WITA

Polisi Amankan Kakak Kandung yang Perkosa Adik di Tanbu

Berita Terbaru

Polres Tanah Bumbu

Polisi Soal Laka Mobil Tangki vs Mahasiswa: Mohon Waktu

Kamis, 6 Agu 2026 - 15:13 WITA