Martapura, matarakyat.co.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar mulai memperluas fokus pemberdayaan masyarakat dengan menyasar sektor pertanian sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
Langkah tersebut ditandai dengan silaturahmi bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar, Hasbi Rifani, mengatakan selama ini Muhammadiyah dikenal aktif dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Namun, ke depan organisasi tersebut juga akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan sektor pertanian.
Menurut Hasbi, pengembangan sektor pertanian bukan semata-mata untuk kepentingan internal Muhammadiyah, melainkan sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Muhammadiyah selama ini dikenal bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan. Namun sekarang kami mulai merambah sektor pertanian. Tujuannya bukan hanya untuk kepentingan Muhammadiyah, tetapi bagaimana pertanian bisa ikut menyejahterakan masyarakat,” ujar Hasbi Rifani.
Ia menambahkan, Muhammadiyah ingin hadir membantu masyarakat melalui program-program yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami sudah mulai menyasar sektor pertanian untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Ke depan, insya Allah Muhammadiyah akan lebih fokus pada penguatan sektor ekonomi, salah satunya melalui pertanian,” katanya.
Hasbi juga mengungkapkan, pihaknya melihat masih banyak potensi pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Tani Merdeka Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, menyambut baik komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.
Menurutnya, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan Tani Merdeka diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banjar.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang melibatkan masyarakat secara luas.






