Perahu Evakuasi Parkir Saat Banjir, DPRD Banjar Layangkan Kritik ke BPBD

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjar, Matarakyat.co.id – Banjir yang masih merendam ribuan rumah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menuai sorotan DPRD setempat.

DPRD Kabupaten Banjar menilai respons penanganan banjir di lapangan perlu diperkuat agar lebih cepat dan terkoordinasi.

Komisi I DPRD Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jumat (2/1/2026), sebagai bentuk evaluasi terhadap penanganan bencana yang dinilai belum optimal.

Ketua Komisi I DPRD Banjar, Amiruddin, mengungkapkan banjir telah berdampak luas dan melanda belasan kecamatan.

Berdasarkan laporan BPBD dan hasil pantauan DPRD, jumlah wilayah terdampak mencapai 10 hingga 14 kecamatan.

“Wilayah dengan dampak terparah masih berada di Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, dan Cintapuri,” ujar Amiruddin.

Dalam RDP tersebut, DPRD menyoroti lemahnya koordinasi lintas sektor yang dinilai menghambat efektivitas penanganan banjir. Menurut Amiruddin, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial.

“DPRD memiliki fungsi penganggaran dan kebijakan, sementara BPBD sebagai pelaksana teknis. Sinergi ini harus diperkuat agar penanganan lebih maksimal,” tegasnya.

DPRD juga mengingatkan agar penyaluran bantuan kepada warga terdampak tidak terkesan terkotak-kotak berdasarkan organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Sinergi Pemerintah Daerah dan Kominda: Kunci Hadapi Tantangan Kompleks

“Bantuan itu milik Pemerintah Kabupaten Banjar. Yang terpenting bantuan cepat sampai ke masyarakat, bukan soal berasal dari dinas mana,” katanya.

Selain penanganan darurat, DPRD turut menyoroti pentingnya langkah jangka panjang. Normalisasi sungai, penataan bantaran, hingga reboisasi lahan terbuka dan bekas tambang ilegal dinilai belum ditangani secara serius.

“Jika akar masalahnya tidak disentuh, banjir akan terus berulang. Ini bukan semata-mata persoalan hujan,” ujar Amiruddin.

Proyek Bendungan Riam Kiwa juga kembali menjadi perhatian. DPRD menilai proyek tersebut strategis, tidak hanya untuk pengendalian banjir tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Musim tanam terganggu dan petani dirugikan. Pembebasan lahan Bendungan Riam Kiwa harus dipercepat,” tegasnya.

Dalam RDP terungkap, BPBD Banjar menghadapi keterbatasan anggaran. Tambahan anggaran penanganan bencana hanya sekitar Rp300 juta dan difokuskan untuk kebutuhan logistik, tanpa mencakup pengadaan perahu karet.

“Di APBD murni 2026 belum tersedia anggaran pengadaan perahu. Ini harus didorong melalui APBD Perubahan,” kata Amiruddin.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Genjot Realisasi Anggaran, Target Triwulan II Harus Tercapai

DPRD juga menanggapi keluhan masyarakat terkait perahu karet yang belum dimanfaatkan secara optimal di lapangan.

“Dalam kondisi darurat, perahu tidak boleh menganggur. Evakuasi warga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banjar, Yayan Daryanto, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti hasil RDP dengan melakukan inspeksi kesiapan personel dan logistik.

“Bantuan dari BNPB dan pihak swasta sudah tersedia. Logistik cukup, tetapi harus segera disalurkan agar tidak menumpuk di gudang,” kata Yayan.

Ia juga menegaskan perahu karet harus siap digunakan kapan pun dibutuhkan warga. “Jika ada permintaan perahu, berarti situasi darurat. Tidak boleh ada peralatan yang hanya parkir,” tegasnya.

Berdasarkan data BPBD yang dipaparkan dalam RDP, banjir berdampak di 14 kecamatan dengan 22.857 rumah terdampak, 3.078 rumah terendam.

37.884 kepala keluarga terdampak, dan 107.284 jiwa terdampak. Data tersebut juga mencakup kejadian angin puting beliung yang terjadi bersamaan.

Dengan status tanggap darurat yang akan berakhir pada 5 Januari 2026, DPRD Banjar mengingatkan agar percepatan penyaluran bantuan menjadi prioritas utama.

Berita Terkait

Anggota DPRD Banjar Tinjau Lokasi, Dorong Bantuan untuk Warga Terdampak
DPRD Banjar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Rp2,29 Triliun
Laka Pikap Libatkan Mahasiswa di Jalur Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Pemkab Tanggung Biaya Evakuasi
Pokdarwis Tanah Bumbu Dilatih Tingkatkan Kualitas Layanan dan Promosi Wisata
Ali Syahbana Soroti Diskualifikasi Atlet O2SN, Desak Evaluasi Sistem Verifikasi Peserta
MTQN Ke-19 Karang Bintang Resmi Dibuka, Usung Tema “Bumikan Al-Qur’an Raih Keberkahan”
Bupati Andi Rudi Latif Dorong Produktivitas Petani dan Petambak Lewat Pengaspalan Jalan di Desa Sepunggur
Perkuat Keamanan Siber, Diskominfosp Tanbu Gelar Bimtek Penanganan Web Defacement

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:53 WITA

DPRD Banjar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Rp2,29 Triliun

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:07 WITA

Laka Pikap Libatkan Mahasiswa di Jalur Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Pemkab Tanggung Biaya Evakuasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WITA

Pokdarwis Tanah Bumbu Dilatih Tingkatkan Kualitas Layanan dan Promosi Wisata

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:14 WITA

Ali Syahbana Soroti Diskualifikasi Atlet O2SN, Desak Evaluasi Sistem Verifikasi Peserta

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:58 WITA

MTQN Ke-19 Karang Bintang Resmi Dibuka, Usung Tema “Bumikan Al-Qur’an Raih Keberkahan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:57 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Produktivitas Petani dan Petambak Lewat Pengaspalan Jalan di Desa Sepunggur

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WITA

Perkuat Keamanan Siber, Diskominfosp Tanbu Gelar Bimtek Penanganan Web Defacement

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WITA

Hari Mangrove Sedunia 2026, Tanah Bumbu Tanam Mangrove untuk Generasi Mendatang

Berita Terbaru

Pemkab Banjar

SAPPA BANJAR Dorong Kesadaran Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:53 WITA