Polres Banjar dan ULM Perkuat Kolaborasi, Targetkan Zero ODOL pada 2027

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

id – Polres Banjar bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat kolaborasi untuk mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) atau kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih yang ditargetkan mulai terlaksana pada 2027, khususnya di Kalimantan Selatan.

id – Polres Banjar bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat kolaborasi untuk mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) atau kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih yang ditargetkan mulai terlaksana pada 2027, khususnya di Kalimantan Selatan.

Martapura,matarakyat.co.id – Polres Banjar bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat kolaborasi untuk mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) atau kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih yang ditargetkan mulai terlaksana pada 2027, khususnya di Kalimantan Selatan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan audiensi sekaligus sosialisasi yang digelar Pusat Studi Kepolisian ULM di Polres Banjar.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan seminar nasional yang sebelumnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kapolres Banjar, AKBP Boni Arifeanto, mengatakan pihaknya siap mendukung persiapan penerapan Zero ODOL melalui koordinasi lintas fungsi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Dari kegiatan ini, kita akan berkolaborasi dalam mempersiapkan Zero Over Dimension dan Overloading pada 2027,” ujar Boni, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, seluruh fungsi di lingkungan Polres Banjar akan dilibatkan sesuai tugas dan kewenangannya untuk mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Ia menegaskan, upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih, tetapi juga pada pencegahan kecelakaan lalu lintas serta perlindungan infrastruktur jalan.

“Tujuan paling utama adalah terjaminnya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sehingga tidak ada lagi pelanggaran maupun tindak pidana terkait over dimension dan overloading,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Banjar Pererat Silaturahmi Ramadan, Gandeng Tokoh dan Ormas Jaga Kondusivitas Daerah

Boni menambahkan, penerapan kebijakan Zero ODOL diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan dimensi atau muatan berlebih.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan mengurangi kerusakan fasilitas jalan raya akibat kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

ULM Sosialisasikan Hasil Seminar Nasional

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM, Prof. Dr. Hj. Rahmida Erliyanti, menjelaskan bahwa kunjungan ke Polres Banjar memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan dan program Pusat Studi Kepolisian kepada jajaran kepolisian di daerah.

Polres Banjar menjadi titik awal kunjungan Pusat Studi Kepolisian ULM ke 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

“Tujuan utama tadi adalah silaturahmi, sekaligus memperkenalkan Pusdi ke seluruh 13 kabupaten dan kota. Titik pertama yang kami kunjungi adalah Polres Banjar,” ungkap Rahmida.

Selain memperkenalkan lembaga, kunjungan tersebut juga menjadi sarana menyosialisasikan fakta integritas dan hasil kesepakatan terkait penerapan Zero ODOL yang dirumuskan melalui seminar nasional hasil kerja sama Pusat Studi Kepolisian ULM dengan Polda Kalimantan Selatan.

Rahmida menyebutkan, kesepakatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pemangku kebijakan, kepolisian, kalangan akademisi, hingga pelaku usaha.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar persiapan penerapan Zero ODOL tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga didukung koordinasi dan komitmen bersama.

Baca Juga :  Perempuan Ditemukan Tewas di Sawah di Banjar, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

“Seminar nasional kemarin, yang merupakan kerja sama antara Pusdi dengan Polda Kalimantan Selatan, menghasilkan berbagai kesepakatan yang disepakati oleh semua pihak, mulai dari pemerintah, pemangku kebijakan, kepolisian, akademisi, hingga para pelaku usaha,” jelasnya.

Fokus pada Riset, Penegakan Hukum, dan Pengabdian Masyarakat

Rahmida menambahkan, Pusat Studi Kepolisian ULM merupakan wadah kajian yang diarahkan untuk mendukung pengembangan ilmu kepolisian melalui penelitian, penguatan penegakan hukum, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ia menjelaskan, program Pusat Studi Kepolisian dikembangkan melalui tiga bentuk kegiatan utama, yakni FGD, seminar, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta dilakukan melalui kolaborasi bersama kepolisian, terutama Polda Kalimantan Selatan dan jajaran polres di wilayah hukumnya.

“Bentuk programnya meliputi FGD, seminar, dan pengabdian masyarakat. Tiga hal itu yang menjadi arahan dari Mabes Polri,” kata Rahmida.

Ia berharap, kunjungan dan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan antara kalangan akademisi dan kepolisian, khususnya dalam mendukung kebijakan Zero ODOL di Kalimantan Selatan.

Melalui sinergi tersebut, persiapan menuju penerapan Zero ODOL pada 2027 diharapkan dapat berjalan lebih terarah, dengan mengedepankan keselamatan pengguna jalan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta perlindungan terhadap infrastruktur transportasi.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penipuan Umrah Rp320,5 Juta, Terduga Pelaku Ditangkap di Tungkaran
Diduga Bakar Lahan Untuk Perluasan Area, Dua Pemilik Lahan Diamankan
Diduga Gelapkan Uang Sewa Ruko Rp80 Juta, Pria Ditangkap di Rumah Kos
Polisi Amankan Pria Terduga Pelaku Penganiayaan terhadap Perempuan di Martapura
Terungkap Sang Sopir Jadi Tersangka, Dugaan Pencurian Solar Berujung Kebakaran
Polres Banjar Amankan Terduga Penggelapan Tiga Motor Ninja dan FIZR, Kerugian Korban Rp44,6 Juta
Kapolres Banjar Turun Langsung Padamkan Karhutla di Martapura Barat, Personel Gabungan Dikerahkan
Tongkat Komando Polres Banjar Berpindah, Boni Ariefianto Gantikan Fadli

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Polres Banjar dan ULM Perkuat Kolaborasi, Targetkan Zero ODOL pada 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:12 WITA

Kasus Dugaan Penipuan Umrah Rp320,5 Juta, Terduga Pelaku Ditangkap di Tungkaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Diduga Bakar Lahan Untuk Perluasan Area, Dua Pemilik Lahan Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:39 WITA

Diduga Gelapkan Uang Sewa Ruko Rp80 Juta, Pria Ditangkap di Rumah Kos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polisi Amankan Pria Terduga Pelaku Penganiayaan terhadap Perempuan di Martapura

Jumat, 25 September 2026 - 09:41 WITA

Terungkap Sang Sopir Jadi Tersangka, Dugaan Pencurian Solar Berujung Kebakaran

Senin, 21 September 2026 - 17:25 WITA

Polres Banjar Amankan Terduga Penggelapan Tiga Motor Ninja dan FIZR, Kerugian Korban Rp44,6 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 21:34 WITA

Kapolres Banjar Turun Langsung Padamkan Karhutla di Martapura Barat, Personel Gabungan Dikerahkan

Berita Terbaru