Banjarmasin, matarakyat.co.id – Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Zahra Dilla (20), mendapat perhatian serius dari Ali Syahbana.
Alumni ULM yang juga anggota DPRD Kabupaten Banjar serta dikenal aktif sebagai pemerhati isu sosial itu menegaskan pentingnya upaya nyata untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
Ali menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kehilangan yang dinilainya sangat menyakitkan dan mencederai rasa kemanusiaan.
“Peristiwa ini menjadi duka bersama. Kehilangan seorang anak dalam kondisi seperti ini adalah luka yang mendalam dan harus menjadi refleksi bagi semua pihak,” ujar Ali, Jumat (26/12/2025).
Sebagai sosok yang konsisten menyuarakan isu perlindungan perempuan, Ali menilai kasus ini sebagai alarm keras bagi masyarakat dan aparat penegak hukum. Ia menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak boleh lagi dibiarkan berulang.
“Kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan. Upaya tersebut perlu dilakukan melalui penegakan hukum yang adil, pendidikan empati sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah, serta komitmen kolektif masyarakat untuk saling melindungi,” tegasnya.
Terkait penanganan kasus, Ali mengapresiasi langkah cepat Polresta Banjarmasin yang berhasil mengamankan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian.
“Saya mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat. Semoga kasus ini segera terungkap secara tuntas dan keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh almarhumah serta keluarganya,” pungkas Ali.
Diketahui, jasad Zahra Dilla ditemukan di sebuah selokan di kawasan Banjarmasin.
Korban diduga menjadi korban pembunuhan sebelum akhirnya dibuang, dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.






