Martapura, matarakyat.co.id – PT Palmina Utama menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam penanganan dampak banjir yang melanda sembilan desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.
Perusahaan menyiapkan bantuan bagi warga terdampak sekaligus mendorong solusi jangka menengah melalui normalisasi sungai dan pembangunan tanggul.
Wakil Direktur PT Palmina Utama, Rahmad Ade Hidayatullah, mengatakan hal tersebut dibahas dalam koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar serta dinas terkait, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Banjar.
“Poin utama yang dibahas adalah solusi yang sebelumnya juga sudah kami sampaikan dalam RDP. Dalam waktu dekat, kami akan memberikan bantuan kepada korban banjir di sembilan desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam,” kata Rahmad, Jumat (23/1/2026).
Selain bantuan darurat, Rahmad menyebutkan perlunya langkah penanganan jangka menengah, salah satunya dengan melakukan normalisasi atau pengerukan sungai di sejumlah desa yang dinilai mengalami pendangkalan.
“Untuk jangka menengah, ada beberapa jalur sungai yang perlu dilakukan normalisasi, termasuk kemungkinan pembangunan tanggul. Ini tentu akan dikaji terlebih dahulu oleh Dinas PUPR dan dinas terkait,” ujarnya.
Menurut Rahmad, kajian tersebut penting untuk menentukan sungai mana yang paling mendesak dinormalisasi agar aliran air bisa lebih cepat surut saat curah hujan tinggi.
Ia menegaskan, upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas instansi karena kewenangan pengelolaan sungai berbeda-beda.
“Karena setiap sungai memiliki kewenangan masing-masing, maka semua pihak terkait harus duduk bersama. Kami siap berkolaborasi, namun tentu tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada perusahaan karena sungai ini digunakan oleh banyak kepentingan,” jelasnya.
Rahmad berharap langkah kolaboratif tersebut dapat segera direalisasikan sehingga kejadian banjir serupa tidak kembali terulang dengan dampak yang lebih besar di masa mendatang.
“Harapan kami, solusi ini bisa segera ada, sehingga tahun depan kondisinya tidak separah sekarang, atau bahkan masalah banjir bisa teratasi,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, ke depan akan dibentuk tim teknis untuk melakukan analisis lapangan, termasuk menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan anggaran sebelum dibahas bersama para pemangku kepentingan.
“Nanti akan ada tim yang turun untuk menganalisis mana yang perlu dikerjakan, berapa volumenya, dan berapa anggarannya. Setelah itu baru kita duduk bersama membahas tindak lanjutnya,” tutur Rahmad.
Terkait bantuan sosial, Rahmad menjelaskan bahwa secara administratif wilayah ring satu PT Palmina Utama berada di dua desa, yakni Desa Alalak Padang dan Makmur Karya.
Ia menegaskan, sejak perusahaan berdiri, setiap pengajuan bantuan dari masyarakat di wilayah tersebut selalu direspons.
“Selama ini, setiap permohonan bantuan atau proposal tidak pernah kami abaikan, selalu kami bantu. Termasuk bantuan sembako yang sudah kami serahkan sekitar dua minggu lalu,” ungkapnya.
Bantuan sembako tersebut diberikan sebagai respons atas kesulitan warga dalam mengakses kebutuhan pokok akibat terhambatnya mobilitas selama banjir.
Sementara itu, penyaluran bantuan ke wilayah ring dua masih akan dibahas lebih lanjut.
Rahmad juga menegaskan bahwa sistem pengelolaan air dan penggunaan sungai oleh PT Palmina Utama telah tercantum dan disetujui dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
“Dalam Amdal sudah dijelaskan bahwa untuk kebun kami yang berada di rawa, sistem pengelolaan air sangat penting. Sungai-sungai yang digunakan, total ada tiga, satu di Kabupaten Banjar dan dua di Kabupaten Barito Kuala, semuanya tercantum dalam dokumen Amdal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dokumen Amdal tersebut mengalami penyesuaian seiring perubahan batas wilayah kabupaten pada 2014, yang kemudian diperbarui kembali pada 2016.
“Awalnya Amdal masuk Kabupaten Banjar, namun setelah ada perubahan tata batas wilayah, sebagian masuk Barito Kuala. Oleh sebab itu, dilakukan penyesuaian administrasi,” pungkas Rahmad.






