Banjarbaru, matarakyat.co.id – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat.
Kali ini, Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) menggelar penyuluhan pencegahan Karhutla di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dipimpin Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo, bersama para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Kelurahan Syamsudin Noor, Fitria, serta dihadiri para ketua RT, ketua RW, dan 35 perwakilan masyarakat setempat.
Penyuluhan ini menjadi bagian dari kontribusi Pasis Seskoad dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman Karhutla.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, kegiatan tersebut juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dalam pemaparannya, para Pasis menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan.
Bencana tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sosial ekonomi, hingga keberlangsungan ekosistem.
Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, aparat kewilayahan, dan seluruh elemen masyarakat.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah menghindari praktik pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
Masyarakat juga diajak membangun kesadaran bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kelalaian maupun tindakan sengaja membakar lahan dapat menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak.
Dalam perspektif ketahanan wilayah, partisipasi masyarakat dinilai memiliki peran strategis.
Kesiapan aparat dan pemerintah perlu didukung pengetahuan serta kepedulian warga agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pihak Seskoad turut menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim 1006/Banjar beserta jajaran dan pemerintah daerah atas dukungan serta sambutan yang diberikan sehingga kegiatan penyuluhan dapat terlaksana dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara TNI AD, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman Karhutla.
Para ketua RT dan RW juga diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan meneruskan informasi dan edukasi mengenai bahaya serta langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Antusiasme 35 perwakilan masyarakat yang hadir menunjukkan perhatian terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kelurahan Syamsudin Noor.
Melalui penyuluhan ini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga pencegahan Karhutla dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
Sumber: Pasis Dikreg LXVIII Seskoad – Kodim 1006/Banjar






